ICW Desak Jokowi Copot Burhanuddin dari Jaksa Agung Jaksa Agung S Burhanuddin (Foto: antaranews)

MerahPutih.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot ST Burhanuddin dari jabatannya sebagai Jaksa Agung. ICW sudah berkirim surat ke Presiden Jokowi ihwal permintaan tersebut pada Jumat (23/10) hari ini.

"Indonesia Corruption Watch mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo perihal permintaan untuk memberhentikan ST Burhanudin dari jabatannya sebagai Jaksa Agung Republik Indonesia," kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Jumat (23/10).

Baca Juga:

Besok Gelar Perkara Kebakaran Kejagung, Polisi: Penetapan Tersangka

Kurnia membeberkan hal yang melatarbelakangi permintaan tersebut. Yakni terkait performa Kejaksaan Agung di bawah kepemimpinan ST Burhanudin yang kerap menimbulkan persoalan.

"Terutama terkait penanganan perkara buronan kasus korupsi hak tagih Bank Bali, Joko S Tjandra, yang juga menyeret Jaksa Pinangki Sirna Malasari," ujarnya.

ICW mencatat setidaknya ada tiga catatan penting yang harus diperhatikan terkait kinerja Kejagung dalam membongkar praktik korupsi yang melibatkan Pinangki Sirna Malasari.

Pertama, Kejagung mengabaikan fungsi pengawasan dari Komisi Kejaksaan (Komjak), yang telah secara aktif mengirimkan panggilan pemeriksaan kepada Pinangki Sirna Malasari sebanyak dua kali.

Kedua, kata Kurnia, Kejagung terkesan ingin 'melindungi' Pinangki Sirna Malasari. Ditegaskannya, ada dua kejadian yang menjadi dasar ICW menduga Kejagung terkesan 'melindungi' Pinangki Sirna Malasari.

Jaksa Agung ST Burhanuddin ancam para penimbun dengan hukuman pidana maksimal
Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin (Ant)

"Ke satu terkait penerbitan dan pencabutan Pedoman Jaksa Agung Nomor 7 Tahun 2020 tentang Pemberian Izin Jaksa Agung Atas Pemanggilan, Pemeriksaan, Penggeledahan, Penangkapan, dan Penahanan Terhadap Jaksa Yang Diduga Melakukan Tindak Pidana dalam waktu singkat," beber Kurnia.

"Kedua soal wacana pemberian bantuan hukum dari institusi Kejaksaan kepada Pinangki Sirna Malasari," sambung dia.

Hal terakhir yang menjadi catatan ICW yaitu Kejagung diduga tidak melakukan koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada setiap tahapan penanganan perkara.

Di luar itu, Kejagung bahkan sudah terbukti melakukan tindakan maladministrasi berupa penyimpangan prosedur dan penyalahgunaan wewenang dalam penanganan perkara Djoko Tjandra.

"Temuan ini merujuk pada pernyataan Adrianus Meliala dan Ninik Rahayu, Anggota Ombudsman Republik Indonesia pada awal Oktober 2020," ujarnya.

Baca Juga:

ICW minta KPK Turun Tangan Usut Kebakaran di Kejagung

Berdasarkan alasan-alasan tersebut, ICW memandang bahwa ST Burhanuddin telah gagal mengemban tugas sebagai Jaksa Agung.

"Kejaksaan Agung di bawah kepemimpinannya, justru tidak mampu menunjukkan profesionalitas dalam menangani perkara Pinangki Sirna Malasari," tutup Kurnia. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Fakta Baru dari CDC Tiongkok: Bir Tidak Kebal COVID-19
Dunia
Fakta Baru dari CDC Tiongkok: Bir Tidak Kebal COVID-19

Temuan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (CDC) Kota Tinjin, Tiongkok

Jelang Lebaran, Angka Kejahatan Meningkat 7 Persen
Indonesia
Jelang Lebaran, Angka Kejahatan Meningkat 7 Persen

Polri mencatat ada kenaikan tingkat kriminalitas di seluruh Indonesia.

Imbas PSBB, Kunjungan Wisatawan ke Cianjur Merosot Tajam
Indonesia
Imbas PSBB, Kunjungan Wisatawan ke Cianjur Merosot Tajam

Hal itu, terlihat dari jumlah pelancong ke Kebun Raya Cibodas dan sejumlah tempat wisata lainnya.

Satgas Tinombala Tembak Mati Dua Anggota Mujahidin Indonesia Timur
Indonesia
Satgas Tinombala Tembak Mati Dua Anggota Mujahidin Indonesia Timur

Aparat gabungan TNI-Polri Satgas Tinombala menembak mati dua orang terduga daftar pencarian orang (DPO) anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso.

[HOAKS atau FAKTA]: SBY Bangga Partainya Menang di Pemilu AS
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: SBY Bangga Partainya Menang di Pemilu AS

Akun Facebook Colombonus Condroyono mengunggah narasi beserta foto SBY yang menggambarkan kemenangan partainya.

Kapolri Harap Pers Jadi Garda Terdepan Dalam Mencerahkan Masyarakat
Indonesia
Kapolri Harap Pers Jadi Garda Terdepan Dalam Mencerahkan Masyarakat

Pers juga diminta membantu Polri dalam menangkal timbulnya hoaks

Ketum PAN Beberkan Alasan Dukung Gibran dan Bobby di Pilkada 2020
Indonesia
Ketum PAN Beberkan Alasan Dukung Gibran dan Bobby di Pilkada 2020

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum (Ketum) DPP PAN Zulkifli Hasan kepada para awak media di Kantor DPP PAN, Jakarta, Rabu (29/7).

Penyaluran BST di DKI Jakarta Berjalan Lancar
Indonesia
Penyaluran BST di DKI Jakarta Berjalan Lancar

Uus mengungkapkan, proses penyaluran BST berjalan dengan lancar dan telah mematuhi protokol kesehatan. Di antaranya wajib menggunakan masker, menjaga jarak selama menunggu antrean.

Buru Jozeph Paul Zhang, Polri Gandeng Interpol
Indonesia
Buru Jozeph Paul Zhang, Polri Gandeng Interpol

Mabes Polri menggandeng Interpol untuk memburu Youtuber Jozeph Paul Zhang yang diduga melakukan penistaan agama di akun Youtube miliknya.

Ini Harapan Wapres Ma'ruf Amin di HUT Polri
Indonesia
Ini Harapan Wapres Ma'ruf Amin di HUT Polri

Wapres juga berharap Polri terus bersinergi dalam menjaga semangat.