ICW Bandingkan Dana Kampanye Sandiaga Uno di Pilgub dan Pilpres Peneliti ICW Almas Sjafrina dalam bedah dana kampanye Pilpres 2019 (MP/Fadhli)

MerahPutih.Com - Indonesia Corruption Watch (ICW) meragukan tingkat kewajaran jumlah penerimaan dan pengeluaran dana kampanye paslon di Pilpres 2019.

Selain kurang transparan dalam mencatatkan penyumbang kelompok, badan usaha dan perorangan, jumlah total Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) juga patut diragukan mengingat tingginya kebutuhan pendanaan pemilu.

Peneliti ICW Almas Sjafrina mengatakan, berdasarkan jumlah total LPSDK yang diserahkan ke KPU, masing-masing kubu memperoleh penerimaan di atas Rp50 Miliar. Sementara jika dibandingkan dengan Pilgub DKI Jakarta itu terbilang masih kecil.

"Patut diragukan, dana yang dikeluarkan Sandiaga saja pada Pilkada DKI 2017 mencapai 108 miliar terdiri dari pra kampanye 30 miliar, Kampanye putaran 1 Rp62 miliar, dan putaran kedua 16 miliar," kata Almas di Kantor ICW Jakarta Selatan, Rabu (9/1).

Peneliti ICW pertanyakan dana kampanye Sandiaga Uno
Almas Sjafrina mengkritik besaran dana kampanye paslon capres-cawapres yang tak jelas sumbernya (MP/Fadhli)

Menurutnya, ada beberapa kemungkinan penerimaan sumbangan dana kampanye masih kecil, pertama sumbangan belum banyak diterima pada periode LPSDK atau sumbangan diberikan melalui parpol, pasangan calon atau kelompok.

Sementara, berdasarkan berita yang beredar Cawapres 02 itu telah menjual sahamnya senilai Rp500 miliar untuk membiayai keperluan kampanye dan investasi. Tercatat, Sandiaga baru mengeluarkan Rp39,5 miliar di LPSDK.

Di kesempatan yang sama, ICW juga menyoroti minimnya pendataan sumbangan perorangan dan badan usaha kedua kubu. Bahkan, di LPSDK kubu Prabowo sama sekali tidak mencantumkan adanya sumbangan dari badan usaha. Padahal, terdapat sejumlah pengusaha yang merapat menjadi tim pemenangan atau pendukung.

"Menjadi pertanyaan besar, apakah memang belum terima, tidak terima atau tidak mencatatkan penerimaan sumbangan," tuturnya.

Diketahui, BPN Prabowo-Sandi menerima sumbangan dalam LPSDK berjumlah Rp54 miliar di mana sebagian besar berasal dari paslon yaitu Sandiaga Uno sebesar Rp39,5 miliar (73,1 persen) dan Prabowo Subianto Rp 13.054.967.835 atau 24,2 persen.

Sementara sisanya berasal dari sumbangan Partai Gerindra Rp 1.389.942.500 atau 2,6 persen, sumbangan pihak lain perorangan Rp76.197.500 atau 0,1 persen, sumbangan pihak lain kelompok Rp28.865.500 atau 0,1 persen dan pendapatan bunga bank Rp938.227.(Fdi)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Siapa Kelompok Golfer, Penyumbang Dana Kampanye Mayoritas Kubu Jokowi

Kredit : fadhli


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH