Icip-Icip 6 Restoran Tionghoa Nonhalal di Yogyakarta Tak susah menemukan olahan nonhalal di Yogyakarta. (foto: pixabay/pexels)

JALAN-jalan waktu Imlek di Yogyakarta tak lengkap rasanya kalau tidak wisata kuliner makanan Tionghoa. Ada banyak restoran dan warung makan Tionghoa halal dan nonhalal di kota budaya ini. Tak seperti di daerah lain, warung makan nonhalal di sini jarang yang langsung menggunakan nama babi atau memajang makanan babi di menu. Kamu harus bertanya dahulu sebelum memesan menu.

Di Yogyakarta, makanan Tionghoa nonhalal banyak terdapat di sekitar Jalan Malioboro, tepatnya di Jalan Bhayangkara, Jalan Pajeksan, kampung Pecinan Ketandan.

Yuk, menjelajah rasa!


1. Bakmi Ketandan Bhayangkara

bakmi ketandan
Kamu harus rela antre demi nasi goreng babi enak di Bakmi Ketandan ini. (foto: Instagram@foodirectory)


Ini merupakan salah satu restoran makanan Tionghoa favorit di Yogyakarta. Porsinya banyak, daging melimpah, rasa enak, dan menunya beragam. Di resto ini, ada beraneka masakan Tionghoa yang halal dan nonhalal, seperti cap cay, nasi goreng, kwetiaw, fuyung hai, dan bakmi. Makanan tersebut bisa dipesan dalam bentuk goreng, rebus atau nyemek (kering sedikit basah).

Selain daging babi, Bakmi Ketandan juga menyediakan daging halal, seperti ayam dan sapi. Bentuk bakminya seperti bakmi Jawa, besar dan agak kenyal. Daging babi dimasak ala panggang, kecap, dan sosis. Porsinya sangat banyak untuk ukuran perempuan.

Nasi goreng, bakmi, dan nasi aneka babi dibandrol mulai Rp25 ribu hingga Rp35 ribu. Sementara itu, masakan Tionghoa dihargai Rp30 ribu hingga Rp50 ribu. Bakmi Ketandan buka setiap hari, kecuali Kamis, mulai pukul 18.00 sampai 24.00.

Temukan Bakmi Ketandan di Jalan Bhayangkara, sebelah utara RS PKU Muhammadiyah. Saat weekend atau hari libur, warung ini selalu penuh dan kamu harus rela antre. Sebaiknya datang sebelum kamu lapar atau 1 jam sebelum waktu makan.

2. Bakso Ito

bakso ito, yogyakarta
Segala macam bakso babi di Bakso Ito. (foto: Instagram @deboraagnetha)

Restoran Tionghoa favorit ini khusus menjual segala jenis bakso babi. Letaknya di Jalan Mataram, tak jauh dari deretan toko sepatu. Seperti namanya, Bakso Ito menjual bakso babi rebus, goreng, dan tahu bakso. Ada juga hunceng alias sosis babi, pangsit rebus dan goreng babi, soto babi dan, bakmoy babi.

Seporsi bakso standar dihargai mulai dari Rp25 ribu. Dalam satu porsi berisi bakso rebus, mi, dan bakso goreng. Sementara itu, bakso komplit diharga mulai dari Rp35 ribu. Isinya bakso rebus, goreng, mi, tahu bakso, dan hunceng.

Bakso Ito buka setiap hari mulai pukul 10.00-21.00. Kamu hanya perlu berjalan kaki dari Jalan Malioboro.

3. Warung Buto

warung buto, yogyakarta
Nasi campur babi ala Warung Buto. (foto: Instagram@bananacafe99)

Letaknya sekitar 1 km dari kawasan Malioboro, tepatnya di pinggir Jalan Brigjen Katamso. Warung Buto terletak enggak jauh dari Klenteng Gondomanan. Warung ini menjual beragam masakan Tionghoa berbahan dasar babi, mulai dari mi, nasi goreng, bakso, sosis, dan aneka jenis olahan babi, seperti babi kecap, babi panggang, babi pedas, dan nasi campur babi.

Harga makanan di sini cukup terjangkau kantong mahasiswa. Mi babi dibandrol mulai dari Rp20 ribu. Untuk nasi babi, kamu cukup memnbayar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu.

Warung Buto buka dari Senin-Minggu pukul 11.00 sampai 14.00. Warung akan tutup sebentar dan buka lagi dari pukul 17.00 sampai 21.00 WIB.

Kredit : patricia

Tags Artikel Ini

Dwi Astarini