ICDX Ambil Kesempatan Antisipasi Dampak Konflik Rusia-Ukraina Ilustrasi Minyak Bumi. (Foto: Pixabay)

MerahPutih.com - Invansi Rusia ke negara Ukraina memberikan dampak yang sangat besar pada pasar komoditi di dunia.

Situasi panas ini memperburuk volatilitas harga komoditi yang bahkan sebelum terjadi konflik, mengalami kenaikan nilai seiring dengan pemulihan ekonomi dunia di masa pandemi COVID-19.

Baca Juga:

Inggris Bakal Perkuat Ukraina dengan 6.000 Rudal dan Dana Rp 568,4 Miliar

Research & Development ICDX, Revandra Aritama mengatakan, sejak akhir 2021, komoditi energi seperti batubara dan minyak bumi mengalami tren positif seiring dengan naiknya kebutuhan energi saat kegiatan ekonomi mulai berangsur.

Terjadinya konflik antara Rusia-Ukraina mendorong volatilitas harga komoditi ke level yang lebih ekstrim, mengingat kedua negara merupakan pemain besar dalam komoditas energi di Eropa, bahkan kontribusi Rusia terhadap perdagangan komoditas energi di dunia diketahui sangat besar.

"Ekspor minyak mentah Rusia di tahun 2019 menurut Observatory of Economics Complexity (OEC) mencapai USD123 miliar atau terbesar kedua di dunia," ucap Revandra di Jakarta, Kamis (24/3).

Kondisi pasar juga diperburuk dengan sanksi ekonomi yang diberikan kepada Rusia. NATO yang enggan terlibat secara langsung dalam konflik Rusia - Ukraina merespon dengan memberikan sanksi ekonomi.

Menurut dia, penerapan sanksi ini menyebabkan Rusia kesulitan melakukan ekspor produknya mengingat banyak negara barat yang menolak untuk membeli produk apapun dari Rusia, sehingga opsi Rusia untuk melakukan perdagangan lebih terbatas dan itupun dilakukan dengan mata uang selain USD.

Energi menjadi kebutuhan dasar dalam suatu proses produksi, apabila produsen kesulitan memeroleh energi, secara otomatis proses produksi terganggu, jika proses produksi terganggu maka produk yang dihasilkan menjadi berkurang dan dengan berkurangnya pasokan suatu produk harganya akan naik.

"Sanksi yang diterapkan oleh banyak negara barat mengganggu pasokan komoditas energi dari Rusia, gangguan ini memberikan dampak yang luar biasa pada produksi barang di seluruh dunia sehingga kenaikan harga komoditas, termasuk komoditas pertanian, tidak terelakkan," urainya.

Indonesia sendiri memiliki nilai perdagangan yang sangat besar dengan Rusia. Berdasarkan data dari COMTRADE, pada tahun 2020 Indonesia mengimpor produk senilai USD957 juta dari Rusia, yang terbesar adalah produk besi dan baja, pupuk, dan komoditas energi. Sedangkan Rusia mengimpor produk senilai USD973 juta dari Indonesia, yang terbesar adalah produk CPO dan turunannya.

Sedangkan dengan Ukraina, Indonesia memiliki nilai impor senilai USD963 juta dengan produk terbesar yang diimpor adalah Sereal, dan produk besi dan baja. Di sisi lain Indonesia mengekspor produk senilai USD223 juta dengan dengan porsi terbesar oleh produk minyak sawit dan turunannya.

Konflik yang berkepanjangan berpotensi mengganggu ekonomi. Perdagangan Indonesia, baik dengan Rusia dan Ukraina bernilai sangat besar, apabila konflik terjadi berlarut-larut, Indonesia terancam kehilangan potensi tujuan ekspor yang sangat besar. Belum lagi dengan terjadinya konflik, rantai pasokan produksi barang akan terganggu.

Indonesia memiliki kebutuhan yang besar dari kedua negara tersebut. Dengan Ukraina, Indonesia membutuhkan pasokan sereal yang sangat besar untuk memenuhi kebutuhan permintaan domestik.

Ilustrasi Pengeboran Minyak. (Foto: Pixabay)
Ilustrasi Pengeboran Minyak. (Foto: Pixabay)

"Tanpa Ukraina, harga produk sereal dalam negeri berpotensi mengalami kenaikan. Di lain pihak, Indonesia mengimpor banyak sekali pupuk dan bahan baku dari Rusia. Diketahui juga bahwa Rusia merupakan pengekspor pupuk nomor tiga ke Indonesia," urainya.

Apabila pasokan pupuk dari Rusia terganggu karena adanya konflik, secara otomatis produksi tanaman, terutama tanaman pangan akan terganggu sehingga kenaikan harga pangan tidak terhindarkan.

ICDX sebagai bursa komoditi di Indonesia memiliki potensi untuk berperan dalam mengantisipasi lonjakan perubahan harga komoditas pangan yang berpotensi terjadi disebabkan oleh konflik di Eropa Timur.

Dengan adanya bursa komoditi, para pelaku pasar atau produsen pangan dapat melakukan transaksi lindung nilai untuk mengurangi risiko kerugian di masa depan yang disebabkan oleh perubahan harga barang produksi mereka.

"Selain itu dengan transaksi derivatif, para produsen juga dapat melakukan penjualan di awal untuk diserahterimakan di kemudian hari yang berfungsi untuk mengunci potensi keuntungan yang akan didapatkan saat menjual barang produksinya,” jelasnya.

Lindung nilai adalah suatu mekanisme transaksi yang dilakukan untuk mengurangi risiko yang berpotensi terjadi dalam suatu perdagangan suatu produk.

Dengan tersedianya bursa berjangka, pelaku pasar dapat memanfaatkan kontrak berjangka untuk melakukan mekanisme lindung nilai untuk mengurangi potensi kerugian dalam perdagangan suatu komoditas.

ICDX memiliki fungsi untuk Price Discovery dan Price Risk Management. Transaksi lindung nilai dan transaksi derivatif yang tersedia di ICDX menjadi sangat penting dalam rangka menjaga kestabilan harga bahan pangan.

"Dengan fungsi tersebut, Bursa Komoditi seperti ICDX dapat menjadi solusi dalam menghadapi potensi krisis harga pangan sebagai dampak dari konflik yang terjadi antara Rusia - Ukraina," pungkasnya. (Asp)

Baca Juga:

Jokowi Blusukan Bagi-Bagi Uang Rp 1,2 Juta ke Pedagang Pasar Penfui

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
648 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta Jelang Libur Natal dan Tahun Baru
Indonesia
648 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta Jelang Libur Natal dan Tahun Baru

"Pada H-8 sampai H-5 memang sudah sekitar 648.669 kendaraan yang keluar Jakarta atau meningkat 8,1 persen dari lalu lintas normal di November," kata Operation and Maintenance Management Group Head Jasa Marga Atika Dara Prahita dalam konferensi pers virtual, Rabu (22/12).

Kisah Warga Jakarta Pertama Kali Jajal Salat Id di Stadion JIS
Indonesia
Kisah Warga Jakarta Pertama Kali Jajal Salat Id di Stadion JIS

Komarudin (32), warga Kemayoran asal Cirebon itu, sampai memilih tidak mudik tahun ini

DKI Buka Opsi Setop Sekolah Tatap Muka, Sikapi Kasus Hepatitis Misterius
Indonesia
DKI Buka Opsi Setop Sekolah Tatap Muka, Sikapi Kasus Hepatitis Misterius

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan, pihaknya masih mempertimbangkan apakah sekolah kembali pada belajar online menyikapi penyakit hepatitis akut misterius.

Penembakan di Exit Tol Seret Stafsus Pejabat DKI, Wagub Enggan Berspekulasi
Indonesia
Penembakan di Exit Tol Seret Stafsus Pejabat DKI, Wagub Enggan Berspekulasi

Kasus penembakan di exit Tol Bintaro, Jakarta Selatan, Jumat (26/11) terjadi sekitar pukul 19.00 WIB

 Libur Lebaran, Solo Zoo Targetkan 50 Ribu Orang Pengunjung
Indonesia
Libur Lebaran, Solo Zoo Targetkan 50 Ribu Orang Pengunjung

Berdasarkan data internal, jumlah pengunjung pada H+1 Lebaran 2019 lalu mencapai 3.000 pengunjung.

 Pakai Dosis AstraZeneca, Vaksin Keliling DKI 6 September Sasar 7 Titik
Indonesia
Pakai Dosis AstraZeneca, Vaksin Keliling DKI 6 September Sasar 7 Titik

Langkah ini sebagai upaya pemerintah menangani COVID-19 dan upaya untuk mempercepat penyelesaian pandemi COVID-19

Tenaga Medis Bakal Divaksin Tiga Kali
Indonesia
Tenaga Medis Bakal Divaksin Tiga Kali

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut vaksinasi booster atau vaksinasi dosis ketiga akan segera dilakukan.

Orang Tua Diminta Waspadai Kasus Hepatitis Akut Pada Anak
Indonesia
Orang Tua Diminta Waspadai Kasus Hepatitis Akut Pada Anak

Kementerian Kesehatan tengah meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit hepatitis akut yang menyerang anak-anak.

Kawasan Tambora Sering Terjadi Kebakaran, Seluruh Rumah Diwajibkan Punya Apar
Indonesia
Kawasan Tambora Sering Terjadi Kebakaran, Seluruh Rumah Diwajibkan Punya Apar

Pemerintah Kota Jakarta Barat kemudian mewajibkan seluruh rumah warga di kawasan Tambora memiliki alat pemadam api ringan (apar)

Aturan Anyar Naik Kereta Api saat Mudik Lebaran
Indonesia
Aturan Anyar Naik Kereta Api saat Mudik Lebaran

Kahumas KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan demi memperlancar pada saat keberangkatan di stasiun, PT KAI Daop 1 Jakarta kembali mengingatkan terkait persyaratan yang perlu disiapkan calon penumpang khususnya penumpang anak usia 6-18 tahun.