Ibu Milenial Lebih Stres dari Ibu Zaman Dulu? Ibu milenial suka membandingkan di sosial media (Foto: Pexels/bruce mars)

JADI ibu milenial lebih banyak tantangan. Tidak seperti ibu zaman dulu. Tantangannya apa? Ternyata kemajaun teknologi dan informasi sangat menjadi pengaruh. Hal ini tentu bisa terjadi. Hidup di zaman serba canggih memaksa para milenial melek dengan berbagi informasi yang ada di sosial media. Akhirnya milenial yang sudah menjadi ibu pun tidak bisa lepas dari fenomena tersebut.

Semakin banyak informasi meningkatkan stres ibu milenial. Akar masalahnya karena selalu terbawa untuk membandingkan. Apa yang dibandingkan jawabannya ialah postingan-postingan yang beredar di media sosial. Ngaku deh! Misalnya ada postingan teman kamu yang melancong ke daerah tertentu. Pasti langsung ada rasa tersaingi. Ujung-ujungnya membuat stres jika belum kesampaian. "Ibu-ibu zaman sekarang yang aktif di sosmed memang memiliki level stres yang tinggi," kata Psikolog Keluarga dan Pernikahan, Nadya Pramesrani saat ditemui di Kawasan Jakarta selatan, Jumat (28/9).

Sehingga jadi banyak tuntutan. Tidak ada ruang untuk berpikir sejenak. Atau setidaknya untuk menenangkan pikiran bagi ibu milenial. Informasi terbaru dan terkini terus berdatangan. Tangan pun sulit lepas dari gawai. Apapun mau tahu dan masalah apapun harus up to date. "Semakin banyak informasi jadi semakin stres," tambah Nadya. Ia pun mengambil contoh, kalau ibu zaman dulu yang terpenting makan. Ibu zaman sekarang makan saja tidak cukup. Harus punya sesuatu yang lebih.

Ibu milenial harus pintar mencari solusi (Foto: Pexels/Josh Willink)

Tapi stres pun tidak datang dari situ saja. Selama masih memiliki hubungan dengan orang lain kata Nadya pasti selalu ada masalah baru. Seperti saat memiliki anak. Punya anak kecil ada tantangannya. Anak sudah remaja ada tantangannya. Bahkan sampai mempunya cucu pun masih ada tantangannya. Masalah tidak ada henti-hentinya. Jadi ibu milinial juga harus pintar mencari solusinya.

Yang terpenting tidak masalah memiliki sifat sering membandingkan. Asalkan jangan mengikuti standar orang lain. Membandingkan adalah sifat yang manusiawi. Akan tetapi jika sudah terpaku dengan standar orang lain, tandanya kamu sudah tidak 'sehat'. Tidak perlu takut juga kalau kamu sering stres. Asal kamu tahu, stres juga ada manfaatnya. Kamu bisa mendapatkan berbagai pelajaran dari rasa itu. "Stres itu dibutuhkan, jadi kita bisa banyak belajar untuk menyelesaikan masalah," tukasnya.

Nah, kamu yang sudah menjadi ibu milenial bersabarlah hidup di zaman serba canggih ini. Justru harusnya kamu lebih kreatif. Apa-apa kan sekarang mudah. Jadi mengapa harus merasa setres? (ikh)

Baca juga: Meluangkan Waktu Berkualitas bersama Anak, ini Triknya

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH