Ibu, Menyusui Beri Banyak Manfaat Kesehatan Menyusui memberi banyak manfaat baik untuk ibu. (foto: ASDA)

8nhperjuangan melahirkan buah hati telah dilewati, saatnya memulai perjuangan lain, yakni menyusui. Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi amat dianjurkan WHO. Bahkan badan kesehatan internasional itu menganjurkan pemberian ASI hingga 2 tahun dengan dibarengi pemberian makanan pendamping ASI (MPASI).

Meskipun demikian, tidak semua ibu mau dan mampu memberikan ASI kepada buah hati. Padahal, ASI memberi manfaat tak terkira baiknya bagi ibu juga bayi. Berikut manfaat menyusui bagi ibu.


1. Membantu membakar lemak tubuh setelah melahirkan

Berat badan naik selama kehamilan lazim dialami ibu hamil. Hal itu normal. Pasalnya, tubuh ibu tengah menumpuk lemak untuk pemenuhan nutrisi selama kehamilan. Selain itu, tambahan berat badan juga dipersiapkan untuk proses menyusui. Hal itu juga dapat mengatasi kelebihan lemak di sekitar perut setelah melalui proses kehamilan.

Sebuah studi menunjukkan ibu yang menyusui mengalami pengurangan lemak dan berat badan lebih banyak jika dibandingkan dengan ibu yang memberikan susu formula kepada anaknya.


2. Memicu pelepasan hormon baik

Menyusui melepaskan hormon prolaktin dan oksitosin. (foto: pixabay/102messmanos)

Menyusui melibatkan proses kimia yang kompleks dalam tubuh ibu. Saat menyusui, tubuh ibu melepaskan hormon prolaktin dan oksitosin. Prolaktin berperan sebagai pemicu relaksasi sekaligus mencegah sel telur berovulasi dalam beberapa waktu sehingga siklus menstruasi dapat tertunda untuk sementara.
Sementara itu, oksitosin berperan sebagai pemicu kedekatan antara ibu dan bayi. Selain itu, oksitosin juga membantu rahim untuk kembali ke ukuran normal pascamelahirkan. Hal itu diperlukan untuk mencegah perdarahan postpartum.


3. Menjaga kesehatan jantung


Sebuah studi yang dirilis pada 2010 menunjukkan bahwa ibu yang menyusui memiliki risiko yang lebih rendah mengalami penyakit kardiovaskular. Sebaliknya, risiko penyakit tersebut lebih banyak ditemukan pada ibu yang tidak menyusui lebih dari tiga bulan.

Salah satu faktor yang membuat risiko penyakit kardiovaskular menurun pada ibu menyusui ialah pemberian ASI menurunkan kadar kolesterol trigliserida. Terlebih, kadar kolesterol baik (HDL) ibu menyusui cenderung lebih tinggi. Hormon oksitosin yang dihasilkan saat proses menyusui juga dapat menurunkan tekanan darah. Oksitosin memberikan rasa nyaman dan tenang sehingga amat berperan dalam mengendalikan stres.


4. Menurunkan risiko kanker payudara dan kanker ovarium

Menyusui menjauhkan ibu dari kanker payudara dan ovarium. (foto: pixabay/fancycrave1)

Beberapa penelitian membuktikan bahwa menyusui melindungi ibu dari kanker payudara. Bahkan, bagi perempuan dengan riwayat keturunan kanker payudara, risiko terserang penyakit tersebut dapat diturunkan dengan menyusui.

Meskipun demikian, mekanisme terkait dengan manfaat tersebut belum dapat diketahui secara pasti. Amat mungkin hal tersebut berkaitan dengan kondisi hormonal seorang perempuan. Berhentinya siklus menstruasi pascamelahirkan dapat menurunkan kadar estrogen berlebih sehingga menurunkan risiko kanker payudara.

Sementara itu, pencegahan terhadap kanker ovarium dengan menyusui berkaitan dengan peningkatan daya tahan tubuh terhadap munculnya sel kanker. Menyusui dapat memicu infeksi kecil yang dikenal sebagai mastitis. Infeksi itu berperan menguatkan daya tahan tubuh dengan kemunculan antibodi yang dapat mencegah timbulnya sel tumor di masa depan. Perempuan yang tidak menyusui tidak akan memiliki antibodi tersebut dan lebih berisiko untuk mengalami kanker ovarium. Beberapa studi juga telah menunjukkan bahwa kanker ovarium lebih banyak ditemukan pada perempuan yang tidak pernah menyusui.

Jadi, jangan ragu untuk menyusui ya. Selamat meng-ASI-hi.(dwi)

Kredit : dwi


Dwi Astarini