Ibu Kota Negara Pindah, Jakarta Diusulkan Jadi Daerah Istimewa Jakarta Raya Monumen Nasional yang terletak di Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia. Rabu (26/1). Foto: MP/Dicke Prasetia

MerahPutih.com - Pemerintah resmi memindahkan Ibu kota Negara ke Kalimantan Timur setelah DPR-RI menetapkan RUU Ibu Kota Negara (IKN) menjadi Undang-Undang.

Komite Kajian Jakarta (KKJ) merespons permintaan pemerintah kepada masyarakat untuk memberikan masukan terkait konsep Jakarta ke depan setelah tidak lagi menjadi Ibu Kota Negara RI.

Baca Juga

Kepala dan Wakil Otorita IKN Nusantara Ditunjuk Presiden, Masa Jabatan 5 Tahun

Direktur Eksekutif Komite Kajian Jakarta, Saifuddin ME menjelaskan, dari hasil diskusi dan kajian melibatkan sejumlah pihak, maka KKJ mengusulkan tetap mempertahankan keistimewaan Jakarta menjadi provinsi baru bernama 'Daerah Istimewa Jakarta'.

"Namun dengan memperluas wilayah dengan menyatukan wilayah Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi," kata Saifuddin dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (20/2).

Baca Juga

IKN Nusantara Bakal Dihuni 1,9 Juta Jiwa

Ia mengungkapan ada enam alasan DKI Jakarta menjadi Daerah Istimewa Jakarta Raya:

1. Dimensi Historis, Jakarta memiliki nilai sejarah yang tinggi sebagai Ibu Kota Negara sebelumnya.

2. Dimensi Ekonomi, Jakarta memiliki infrastruktur maju sekaligus sebagai pusat perdagangan dan bisnis, pendidikan serta kesehatan.

3. Dimensi Geografis, Jakarta sebagai kota metropolitan perlu adanya perluasan wilayah dengan menggabungkan wilayah penyangga Jakarta, mengingat daerah penyangga lebih dekat jaraknya dengan pusat pemerintahan Jakarta dibandingkan dengan ibu kota provinsinya

4. Dimensi Budaya dan Emosional, yang mana penduduk daerah penyangga adalah mayoritas etnis Betawi.

5. Dimensi Regulasi dan Kebijakan, pemerintah Jakarta perlu mengambil kebijakan cepat dan tepat untuk mengatasi problem yang ada di Jakarta.

6. Dimensi Pembangunan yang berkeadilan, mendorong pertumbuhan pembangunan ekonomi daerah penyangga lebih merata. (Knu)

Baca Juga

KSP Sebut Semua Punya Peluang Ditunjuk Jokowi Jadi Kepala Otorita IKN

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Eks Penyidik KPK AKP Robin Divonis 11 Tahun Penjara
Indonesia
Eks Penyidik KPK AKP Robin Divonis 11 Tahun Penjara

Vonis mantan penyidik KPK asal Polri ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa KPK yang sebelumnya menuntut Robin 12 tahun penjara.

Manajemen Arema FC Beri Beasiswa Korban Yatim Piatu Tragedi Kanjuruhan
Indonesia
Manajemen Arema FC Beri Beasiswa Korban Yatim Piatu Tragedi Kanjuruhan

Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana menegaskan bahwa manajemen tidak tinggal diam soal tragedi Kanjuruhan.

Gubernur DKI Jakarta Resmi Buka Jakarta Fair 2022
Indonesia
Gubernur DKI Jakarta Resmi Buka Jakarta Fair 2022

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, resmi membuka Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair 2022, pada Kamis (9/6) malam.

Kapolri Minta Anak Buahnya Gerak Cepat Bantu Korban Gempa Pasaman Barat
Indonesia
Kapolri Minta Anak Buahnya Gerak Cepat Bantu Korban Gempa Pasaman Barat

Gempa bumi yang melanda kawasan Pasaman Barat, Sumatera Barat memakan korban dan merusak sejumlah bangunan.

Partai Demokrat Jakarta Lakukan Perluasan Program Kebijakan AHY
Indonesia
Partai Demokrat Jakarta Lakukan Perluasan Program Kebijakan AHY

Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Mujiyono mengaku akan terus melakukan pembinaan konstituen Demokrat DKI bisa merebut kemenangan pada Pemilu 2024 mendatang.

Larangan Ekspor Batu Bara Bikin Indonesia Terhindar Krisis Energi
Indonesia
Larangan Ekspor Batu Bara Bikin Indonesia Terhindar Krisis Energi

Dalam jangka menengah dan panjang, Presiden Jokowi sudah memerintahkan Menteri ESDM Arifin Tasrif dan Menteri BUMN Erick Thohir membangun mekanisme DMO.

DLH DKI Pecat Pegawai yang Perkosa ABG di Dermaga Kali Adem
Indonesia
DLH DKI Pecat Pegawai yang Perkosa ABG di Dermaga Kali Adem

Oknum DLH DKI Jakarta yang menjadi pelaku pemerkosaan berinisial JP (22). Kini, ia sudah dipecat.

Banyak SBN Jatuh Tempo, Utang Luar Negeri Indonesia Turun
Indonesia
Banyak SBN Jatuh Tempo, Utang Luar Negeri Indonesia Turun

Volatilitas di pasar keuangan global yang cenderung tinggi turut berpengaruh pada perpindahan investasi dari SBN ke instrumen lain.

Dukungan Gus Yahya Jadi Ketua Umum PBNU Menguat
Indonesia
Dukungan Gus Yahya Jadi Ketua Umum PBNU Menguat

Calon Ketua Umum atau Ketum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya semakin mendapatkan dukungan.

Harta Kekayaan Naik Rp 4,1 Miliar, Gibran Akui Baru Beli Dua Bidang Tanah
Indonesia
Harta Kekayaan Naik Rp 4,1 Miliar, Gibran Akui Baru Beli Dua Bidang Tanah

"Dua bidang tanah saya beli di samping dan belakang rumah. Ada tanah kosong dijual saya beli," kata dia.