I La Galigo, Naskah Epik Mitos Bugis yang Lebih Panjang dari Mahabharata Kitab I La Galigo. (Foto/Wikipedia)

Dunia ini panggu sandiwara
ceritanya mudah berubah
------------------------------
Kisah Mahabharata
Atau Tragedi dari Yunani

BEGITULAH kiranya orang mengenal karya sastra kuno yang melegenda di dunia. Mahabharata yang berasal dari India tersebut merupakan kitab panjang dengan 18 bukunya. Namun, tak banyak yang tau bahwa Indonesia juga mempunyai karya sastra kuno terpanjang dari Sulawesi Selatan yang disebut I La Galigo.

I La Galigo juga merupakan peninggalan naskah terpanjang di dunia dengan 13 ribu baris teks dan 12 manuskrip folio panjang dari cerita ini malah mengalahkan kisah Mahabharata yang terdiri dari 150 ribu-200 ribu baris, atau Iliad dan Odyssey yang “hanya” terdiri dari 16 ribu baris.

"I La Galigo adalah epik mitos terpanjang di di dunia dan sebagai Memory of The World yang telah disahkan serta diakui UNESCO," kata Ketua Harian Komisi Nasional untuk UNESCO, Arief Rachman dikutip dari Atnara.

Arief juga menjelaskan, pengakuan La Galigo sebagai Memory of The World oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB ini dengan alasan La Galigo mengandung literatur dan ingatan kolektif dunia.

Sayangnya, naskah tersebut tidak merupakan satu kesatuan yang utuh, naskah tersebut terpisah-pisah. Hal inilah yang menjadi hambatan bagi para Peneliti Epos La Galigo. Manuskrip La Galigo hanya bisa di jumpai di Museum La Galigo di Makassar, Di Perpustakaan Leiden di Belandan, Di Malaysia, dan manuskrip juga masih bisa kita jumpai pada keluarga-keluarga bugis yang melestarikan epos Tersebut.

Naskah ini kebanyakan halamannya hasil dari proses penyalinan 'bukan naskah asli'. Bukan hanya itu saja banyak potongan episode dalam naskah yang penting itu hilang dan membuat pembacanya merasa kesulitan untuk menyambung cerita epos tersebut.

Hingga saat ini, peneliti epos La Galigo baru bisa mengungkap tuntas satu episode saja, yakni kisah cinta terlarang yang mengisahkan Sawerigading mencintai saudara kembarnya yakni Tenriabeng yang terhalang oleh Adat Istiadat Bugis dan perjalanan Sawerigading ke Cina.

Sedangkan ada beberapa Pakar yang mencoba meneliti sumber awal terjadinya Kerajaan Bumi Dari Turunnya Batara Guru memimpin Kerajaan Bumi hingga proses terjadinya manusia pertama yang membuat banyak persepsi yang berbeda-beda.

Naskah-naskah La Galigo menceritakan banyak hal, mulai dari Awal Mula Kerajaan Bumi, Kisah Dewa-Dewi yang berasal dari kerajaan Langit dan kerajaan bawah air, Kisah percintaan abadi, hingga semua kearifan lokal yang terkandung dalam kebudayaan Bugis klasik.

Sejarah Penulisan I La Galigo

Epos I La Galigo : Dari Langit, Kembali ke Langit. (Foto/roesman.blogspot.co.id)
Epos I La Galigo : Dari Langit, Kembali ke Langit. (Foto/roesman.blogspot.co.id)

I La Galigo dulunya merupakan tradisi lisan masyarakat Sulawesi Selatan yang diturunkan dari generasi ke generasi sebelum dikenalnya aksara. Cerita I La Galigo kemudian dituliskan oleh suku Bugis dengan maksud untuk mengabadikan cerita tersebut dari kepunahan.

Cerita tersebut awalnya disalin dengan menggunakan aksara Bugis kuno yang ditulis di atas daun lontar dan saat ini dikenal dengan huruf Lontarak. "Untuk merawat naskah kuno tersebut, arsip harus di simpan dalam temperatur kurang lebih 16 derajat Celcius dan kelembapan udara sekitar 30 sampai 55 persen," kata seorang Pustakawan dari Perpustakaan Nasional, Sanwani Sanusi. (Zai)

Kredit : zaimul


Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH