HUT ke-74 Bhayangkara, Polri Masih Kental dengan Stigma Kriminalisasi Rakyat Ilustrasi polisi. Foto: NTMC Polri

MerahPutih.com - Kepolisian Republik Indonesia akan memperingati usianya yang ke-74 tahun. Keberadaan Polri di Indonesia sepanjang 74 tahun ini tentu penuh dinamika.

Pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta menilai, Polri tentu tidak bisa berpuas diri karena berbagai catatan yang menuntut Polri untuk terus berbenah dan mencapai hasil yang terbaik harus dicermati.

Baca Juga

Jokowi Marah Ancam Reshuffle Dianggap Refleksi Kecewa ke Diri Sendiri

Ia mencontohkan, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) pada awal tahun 2020 membeberkan catatan negatif yang harus dicermati oleh Polri.

Berdasarkan catatan YLBHI, selama 2019 tercatat telah terjadi sebanyak 53 kasus pelanggaran kemerdekaan berekspresi dan 32 kasus pelanggaran kemerdekaan berkumpul dan dua kasus pelanggaran kemerdekaan berserikat.

Modus pelanggaran tersebut di antaranya kriminalisasi, penghalangan kegiatan, razia, dan pembubaran paksa kegiatan. YLBHI menyebutkan bahwa modus kriminalisasi itu dilakukan mulai dari penangkapan sewenang-wenang, pemeriksaan, sampai dengan menjadikan tersangka atau terdakwa.

Stanislaus Riyanta

"Merujuk dari data YLBHI tersebut maka, Polri perlu memperbaiki pelayanan terhadap masyarakat terutama terkait dengan kegiatan unjuk rasa," kata Stanislaus kepada MerahPutih.com di Jakarta, Selasa (30/6).

"Meskipun berbagai langkah-langkah humanis dan persuasif terus dilakukan, namun catatan dari YLBHI tersebut sebaiknya tetap dicermati sebagai bahan perbaikan," tambah dia.

Stanislaus melihat, tantangan ke dapan bagi Polri sangat berat. Pola kejahatan yang semakin asimetris dan trans nasional menuntut Polri untuk lebih mengembangankan pengetahuan dan ketrampilannya terutama terhadap penguasaan teknologi.

Saat ini berbagai kelompok trans nasional menggunakan teknologi sebagai salah satu alat untuk melakukan kejahatan.

"Tanpa penguasaan teknologi yang baik maka Polri akan kesulitan dalam mencegah, menangani dan mengungkap kejahatan berbasis teknologi," imbuh pengamat intelijen asal Universitas Indonesia ini.

Di sisi lain, peran intelijen bagi Polri perlu ditingkatkan lagi. Pencegahan harus dimaksimalkan daripada penanganan gangguan keamanan. Meskipun nampak menjadi bagian yang kurang populer dibandingan fungsi lainnya, intelijen keamanan harus terus dikembangkan dan dimaksimalkan perannya.

Jika deteksi dini dan cegah dini gangguan keamanan bisa dilakukan, beban Polri dalam menjaga keamanan di negara ini akan lebih ringan.

"Hal inilah yang menjadi dasar bahwa intelijen merupakan garda terdepan bagi Polri yang bertugasnya menjaga keamanan negara Indonesia," terang Stanislaus.

Dalam tugasnya sebagai pengayom masyarakat, Stanislaus meminta Polri harus lebih melebur dan menyatu bersama-sama masyarakat untuk melakukan pencegahan gangguan keamanan.

Dalam hal ini peran pembinaan masyarakat dengan ujung tombak Babinkamtibmas (Bintara Pembina Keamaman dan Ketertiban Masyarakat) harus lebih dikuatkan.

Babinkamtibmas adalah ujung tombak Polri di masyarakat. Masyarakat akan menilai Polri dari citra Babinkamtibmas yang ada di lingkungannya.

Ilustrasi polisi
Ilustrasi polisi. Foto: NTMC Polri

Peran Babinkamtibmas lainnya adalah sebagai pengumpul bahan keterangan intelijen. Keberadaan Babinkamtibmas di tengah masyarakat tentu mampu menyerap banyak hal termasuk fakta-fakta yang bisa menjadi bahan keterangan bagi informasi yang mempunyai nilai intelijen.

"Pembekalan kemampuan intelijen bagi Babinkamtibmas adalah langkah strategis bagi Polri untuk dapat melakukan deteksi dini dan cegah dini gangguan keamanan," ungkap Stanislaus.

Baca Juga

42 Orang Ditangkap karena Terlibat Pengambilan Paksa Jenazah, Tiga Reaktif COVID-19

Polri, lanjut Stanislaus, kini menjadi harapan masyarakat dalam menjaga keamanan di Indonesia. Dengan tantangan yang semakin berat maka Polri harus berbenah.

"Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan, penguatan fungsi intelijen, dan bersatunya polisi dengan masyarakat diharapkan dapat menjadi jembatan Polri menuju institusi yang dibanggakan," tutup dia. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ini Problem Yang Dihadapi Anak Berkewarganegaraan Ganda
Indonesia
Ini Problem Yang Dihadapi Anak Berkewarganegaraan Ganda

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 cukup revolusioner dan secara lebih komprehensif mengatur berbagai permasalahan kewarganegaraan yang berkembang.

Perusahaannya Masih Beroperasi, Nazaruddin Diingatkan untuk Tidak 'Bermain Proyek' Lagi
Indonesia
Perusahaannya Masih Beroperasi, Nazaruddin Diingatkan untuk Tidak 'Bermain Proyek' Lagi

Pemberian pembebasan bersyarat ini harusnya didasari oleh pertimbangan yang bersifat sosiologis

Proses Kepulangan Lancar, Habib Rizieq Bakal Ikut Reuni 212
Indonesia
Proses Kepulangan Lancar, Habib Rizieq Bakal Ikut Reuni 212

Pihak Reuni 212 mengupayakan Rizieq Shihab bisa pulang ke Indonesia.

Tak Patuhi Aturan KPU, Satpol PP Tertibkan Ratusan APK Milik Gibran dan Bajo
Indonesia
Tak Patuhi Aturan KPU, Satpol PP Tertibkan Ratusan APK Milik Gibran dan Bajo

"Sesuai aturan KPU semua APK paslon yang dipasang yang memproduksi KPU. Jika ada APK dipasang tanpa izin KPU melanggar dan layak ditertibkan," ujar Muttaqin

Protes Indonesia dan Dunia Islam Pada Prancis
Dunia
Protes Indonesia dan Dunia Islam Pada Prancis

Pemerintah Indonesia keberatan terhadap pernyataan Presiden Macron yang mengindikasikan ada kaitan antara agama dan tindakan terorisme

 Obat untuk Pasien Corona Penuhi Kebutuhan untuk 60 Ribu Pasien
Indonesia
Obat untuk Pasien Corona Penuhi Kebutuhan untuk 60 Ribu Pasien

“Nah ini juga sudah kita siapkan, stoknya ada untuk yang sakit,” kata Erick

Selama PSBB Total, MRT Jakarta Batasi Waktu Operasional
Indonesia
Selama PSBB Total, MRT Jakarta Batasi Waktu Operasional

PT MRT telah secara konsisten menerapkan pembatasan terhadap penumpang kereta sejak diberlakukannya PSBB pertama kali

Rumah Eks Kakorlantas Irjen Djoko Susilo di Solo Resmi Jadi RUPBASAN
Indonesia
Rumah Eks Kakorlantas Irjen Djoko Susilo di Solo Resmi Jadi RUPBASAN

Djoko dalam sidang vonis terpidana harus membayar pengganti

Nikita-Rizieq Saling Caci, PKB: Mari Kembali ke Akhlak Terpuji
Indonesia
Nikita-Rizieq Saling Caci, PKB: Mari Kembali ke Akhlak Terpuji

Hinaan maupun cacian hanya akan menimbulkan saling lapor

Ketum BPP HIPMI: Perempuan Harus Berani Hadapi Tantangan Berbisnis
Indonesia
Ketum BPP HIPMI: Perempuan Harus Berani Hadapi Tantangan Berbisnis

"Akibatnya, perempuan menjadi lebih takut gagal untuk memulai bisnis. Solusinya adalah sebaiknya jangan dengarkan semua omongan orang lain," ujar Maming