HUT Golkar, Airlangga Perintahkan Kader Rapatkan Barisan Hadapi Pemilu Ketum Golkar Airlangga Hartarto. (Foto: Ponco)

MerahPutih.com - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto meminta seluruh kader partai berlambang pohon beringin menyatukan kekuatan untuk memenangkan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

"Kita satukan langkah dan gerak kita. Kita harus satu kata, satu tekad, satu tujuan. Hanya dengan bersatu kita pasti menang," kata Airlangga dalam acara puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Sabtu (23/10)

Baca Juga:

Airlangga Presiden Bergema di Puncak HUT Golkar

Airlangga mengatakan, untuk pertama kalinya perayaan HUT diselenggarakan di Markas Besar Partai Golkar yang baru. Dengan kantor baru ini, ia berharap menjadi spirit baru dan menambah semangat para kader untuk berjuang meraih kemenangan Partai Golkar di Pemilu 2024.

"Kita rumuskan strategi, kita rumuskan taktik, dan kita rebut kembali kemenangan Partai Golkar dari kantor yang baru ini," ujarnya.

Airlangga lantas menanyakan kesiapan seluruh kader Golkar yang hadir untuk merapatkan barisan memenangkan kontestasi Pemilu 2024.

"Apakah saudara siap? Apakah saudara sanggup? Apakah saudara siap merapatkan barisan?" ujar Airlangga.

JK hadiri HUT Golkar. (Foto: Ponco)
JK hadiri HUT Golkar. (Foto: Ponco)

Pertanyaan itu membuat para kader Golkar semangat. Mereka semua mengatakan siap merapatkan barisan untuk bertarung dan memenangkan Pemilu 2024.

Sejumlah senior Partai Golkar menghadiri acara peringatan Puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golkar ke-57 yang digelar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu malam (23/10).

Pantauan di lokasi, hadir dua mantan Ketua Umum partai berlambang pohon beringin, yakni Akbar Tandjung dan Jusuf Kalla (JK). Kedatangan JK disambut langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus.

Tak berselang lama hadir pula Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono. Turut hadir pengurus DPP Golkar, di antaranya dua Wakil Ketua Umum Bambang Soesatyo (Bamsoet) dan Adies Kadir. (Pon)

Baca Juga:

Pengamat: Golkar Sudah Terbiasa Terhadap Persoalan Korupsi

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Serahkan Mandat, Anies Baswedan: Terima Kasih Jakarta
Indonesia
Serahkan Mandat, Anies Baswedan: Terima Kasih Jakarta

Anies Baswedan mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, Minggu (16/10).

Heru Budi Dinilai Cocok jadi Pj Gubernur DKI
Indonesia
Heru Budi Dinilai Cocok jadi Pj Gubernur DKI

"Kalau ngomong kriteria Pj Gubernur itu, menurut saya yang paling mumpuni sebenarnya adalah Heru," kata Anggota Fraksi DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik, Jumat (9/9)

Kompol Baiquni bakal Ajukan Eksepsi
Indonesia
Kompol Baiquni bakal Ajukan Eksepsi

Kompol Baiquni Wibowo, bakal mengajukan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan jaksa penuntut umum (JPU).

Komisi VII DPR Agendakan RDPU dengan Dirut PT AMNT
Indonesia
Komisi VII DPR Agendakan RDPU dengan Dirut PT AMNT

RDPU tersebut akan dilaksanakan pada Kamis (10/11).

Manajemen Angkat Bicara Sopir TransJakarta Dituding Kerja Melebihi Batas Waktu
Indonesia
Komitmen Pengusutan Kematian Brigadir J Kembali Naikkan Kepercayaan Publik
Indonesia
Komitmen Pengusutan Kematian Brigadir J Kembali Naikkan Kepercayaan Publik

Polri mengakui bahwa kepercayaan masyarakat mulai menurun sejak kasus pembunuhan Brigadir J.

Jokowi Lantik Kepala IKN Nusantara dari Nonparpol Pekan Depan
Indonesia
Jokowi Lantik Kepala IKN Nusantara dari Nonparpol Pekan Depan

"Ya mungkin ini, mungkin minggu depan akan kita lantik," kata Jokowi di Jakarta, Selasa (22/2).

Wacana Ganja Medis Harus Disertai Kajian Komprehensif
Indonesia
Wacana Ganja Medis Harus Disertai Kajian Komprehensif

Wacana penggunaan ganja untuk pengobatan/medis harus didasari kajian ilmiah secara komprehensif serta melibatkan segala unsur terkait, seperti medis dan psikolog.

Sanksi Berat Barat dan Kepercayaan Diri Rusia Amankan Mata Uang Rubel
Indonesia
Sanksi Berat Barat dan Kepercayaan Diri Rusia Amankan Mata Uang Rubel

Rubel Rusia jatuh ke rekor terendah terhadap dolar pada Senin (28/2), setelah negara-negara Barat mengumumkan serangkaian sanksi keras selama akhir pekan.

Legislator PSI: Anies Lebih Baik Bikin Lomba Tangkap Belut Ketimbang Balap Mobil
Indonesia
Legislator PSI: Anies Lebih Baik Bikin Lomba Tangkap Belut Ketimbang Balap Mobil

Ini yang terjadi kalau perencanaan termasuk penentuan trek tidak dikaji dulu