Hukum Non Muslim Bagikan Takjil, Begini Penjelasan MUI Bagi-bagi takjil. Foto: STIE IBMT Surabaya

MerahPutih.com - Setiap bulan Ramadan tiba ada satu tradisi yang tidak boleh dilewatkan yakni bagi-bagi takjil di pinggir jalan untuk masyarakat yang sedang dalam perjalanan.

Bukan hanya umat muslim yang membagikan makanan ringan untuk berbuka puasa itu, melainkan juga non muslim kerap memberikan takjil kepada warga.

Pertanyaan, apa hukumnya jika yang memberikan takjil tersebut adalah orang non muslim? Menjawab hal itu, merahputih.com sempat mewawancarai ketua komisi fatwa MUI Huzaimah Tahido Yanggo, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, tidak masalah jika ada orang non muslim ingin memberikan takjil bagi yang berpuasa.

Pakar Ilmu Syariah itu beralasan tradisi bagi-bagi takjil ini merupakan tradisi yang secara tegas tidak ada larangan di dalam nash Al-Qur'an atau hadits.

Bagi-bagi takjil. Foto: Polres Blitar Kota

"MUI belum keluarkan fatwa tentang itu, biasa saja, tapi ya kalau selama dikasih makan halal, gak masalah," kata Huzaimah.

Kehalalan makan, terang Huzaimah, tidak hanya bebas dari unsur yang dilarang agama Islam atau bebas dari penyakit. Akan tetapi, proses mendapatkan makanan itu juga perlu menjadi perhatian.

"Karena ada juga makanan tidak sama dengan makan orang Islam. Itu juga perlu diperhatikan, gak masalah kalau dikasih misalnya kurma, air, gak masalah orang kasih," terang dia.

Hanya saja, tegas dia, ada beberapa persoalan yang perlu menjadi perhatian pembagi makanan khususnya cara mendapatkan takjil tersebut.

Sebab, menurut ajaran islam kehalalan makanan juga ditentukan bagaimana cara mendapatkannya. Apakah dari cara yang halal atau haram.

"Kemudian cara memperoleh makanannya juga perlu diperhatikan, uangnya dari mana. Halal atau tidak. Bukan hanya makannya tapi cara memperolehnya juga harus halal," tandasnya. (Fad)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH