Hujan Es Landa Beberapa Wilayah di Yogyakarta, Warga Berhamburan Keluar Ilustrasi: Es yang turun dari langit (MP/Noer Ardiansyah)

Merahputih.com - Hujan es turun dibeberapa wilayah di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (29/1) tepatnya di Desa Margoagung dan Desa Margokaton Kecamatan Seyegan dan Kecamatan Mlati.

Prakirawan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY, Indah Retno Wulan menjelaskan hujan es disebabkan adanya konvergensi atau pertemuan masa udara yang kuat pada wilayah tersebut.

"Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya terbentuknya awan-awan cumolonimbus (CB) konvektif yang tumbuh vertikal. Awan CB membentuk gumpalan seperti huruf T," jelas Indah di Yogyakarta, Selasa (29/1).

Dipuncak gumpalan awan, suhu udara mencapai minus derajat Celcius sehingga terbentuklah kristal es. Disisi lain terjadi turbulensi atau gerakan udara yang berputar tidak beraturan akibat perbedaan tekanan atau temperatur. Kristal es ini jatuh karena dorongan turbulensi.

"Sehingga terjadilah hujan es/hails. Memang disitu sudah beberapa kali hujan es," kata Indah.

BMKG mengimbau masyarakat waspada dan segera mencari tempat berlindung yang kokoh jika melihat gumpalan awan berwarna abu-abu pekat disertai rintik hujan.

hujan es
Hujan es yang terjadi di Sleman, DIY (MP/Teresa Ika)

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Makwan menjelaskan hujan es terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Sebelum butiran es turun, kedua wilayah tersebut dilanda hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir.

Kondisi ini membuat 8 pohon tumbang, 1 baliho roboh, 2 rumah rusak ringan, 1 rumah rusak sedang, dan 1 jaringan listrik jatuh. "Sampai saat ini tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu," kata Makwan.

Warga Sayegan, Fitri Atmoko mengaku kaget saat melihat butiran es jatuh di halaman rumahnya. Butiran es ini sebesar biji kelereng. "Warga kaget dan pada berhamburan keluar karena mendengar bunyi seperti batu jatuh di atas genteng rumah,"kata Fitri.

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Teresa Ika, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Gunung Merapi Kembali Muntahkan Lava Sebanyak 10 Kali

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Satu Keluarga Positif Usai Ikut Salat Tarawih, Ratusan Warga Jalani Rapid Test
Indonesia
Satu Keluarga Positif Usai Ikut Salat Tarawih, Ratusan Warga Jalani Rapid Test

Rapid test massal dilakukan setelah adanya kasus tujuh orang terpapar COVID-19 usai ikut salat tarawih di masjid setempat.

 Yasonna Dorong Seluruh Daerah Investarisasi Kekayaan Geografis Ke Kemkumham
Indonesia
Yasonna Dorong Seluruh Daerah Investarisasi Kekayaan Geografis Ke Kemkumham

"Saya mendorong seluruh daerah menginventarisasi kekayaan kekayaan geografisnya untuk didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM," kata Yasonna

Sambut Idul Adha, Daop 6 Operasikan Kembali 3 KA Jarak Jauh
Indonesia
Sambut Idul Adha, Daop 6 Operasikan Kembali 3 KA Jarak Jauh

ketiga KA jarak jauh ini sempat berhenti beroperasi akibat mewabahnya virus Corona.

Eks Pimpinan KPK Nilai Kejagung Layak Tangani Kasus Jaksa Pinangki
Indonesia
Eks Pimpinan KPK Nilai Kejagung Layak Tangani Kasus Jaksa Pinangki

Kejagung kini telah menetapkan Djoko Tjandra sebagai tersangka

Hujan Ekstrem Masih Terjadi, BNPB Minta Warga di Daerah Rawan Banjir untuk Evakuasi
Indonesia
Hujan Ekstrem Masih Terjadi, BNPB Minta Warga di Daerah Rawan Banjir untuk Evakuasi

BNPB meminta masyarakat yang tinggal di daerah berpotensi tinggi terkena banjir untuk mengutamakan keselamatan jiwa.

Buruh Akui Lebih Takut Sama RUU Cipta Kerja Dibanding Corona
Indonesia
Buruh Akui Lebih Takut Sama RUU Cipta Kerja Dibanding Corona

Sebab, lanjut dia, hal itu bakal menuai protes dan menyebabkan aksi unjuk rasa secara besar-besaran.

Thailand Temukan Sekeluarga Terjangkit Virus Corona, Total 16 Kasus
Dunia
Thailand Temukan Sekeluarga Terjangkit Virus Corona, Total 16 Kasus

Lima kasus berasal dari Provinsi Hubei dan merupakan satu keluarga.

Nadiem Pastikan Perkuliahan Tetap Dilakukan Online
Indonesia
Nadiem Pastikan Perkuliahan Tetap Dilakukan Online

Metode pembelajaran pada mata kuliah teori, kata Nadiem, wajib dilaksanakan secara daring.

Indramayu Temukan Perawat dan Keluarga Positif COVID-19, Satu 'Kabur' ke Jakarta
Indonesia
Rahayu Saraswati Sebut Terjadi Ketimpangan Pembangunan di Tangsel
Indonesia
Rahayu Saraswati Sebut Terjadi Ketimpangan Pembangunan di Tangsel

Menurutnya, hal tersebut harusnya menjadi tugas Pemkot untuk memperbaiki semua jalan di Tangerang Selatan agar tidak ada ketimpangan.