Hubungan Uga Wangsit Siliwangi Terhadap Bangsa Indonesia Fachruddin Soleh selaku Ketua Sandi Nusantara (Foto: MerahPutih/Noer Ardiansjah)

MerahPutih Budaya - Dalam khazanah masyarakat tatar Sunda, khususnya, tentu tidak akan asing dengan yang namanya "Uga Wangsit Siliwangi." Adapun Uga Wangsit Siliwangi jika dijabarkan secara harfiah adalah petunjuk atau wasiat terakhir Prabu Siliwangi sebelum akhirnya "ngahiang" atau tiada.

Wasiat itu merupakan tulisan berbahasa Sunda Buhun (kuno) yang bagi masyarakat Sunda merupakan petuah dan menyiratkan makna yang sangat luhur serta memiliki relevansi antara masa lalu dengan masa kini.

Ihwal demikian, kembali diperjelas oleh Fachruddin Soleh selaku keturunan dari Prabu Siliwangi. Menurutnya, apa yang sudah diwasiatkan oleh Prabu Siliwangi, realitasnya sangat berhubungan dengan apa yang terjadi terhadap bangsa ini.

"Dalam Uga Wangsit Siliwangi disebutkan, 'Arinyana engke jaga bakal ka seundeuhan batur. Loba batur ti nu anggang. Tapi, batur anu nyusahkeun. Sing waspada,' yang artinya adalah suatu hari nanti akan kedatangan tamu. Banyak tamu yang datang dari jauh. Namun, tamu yang menyusahkan. Jadi, waspadalah," kata Fachruddin Soleh di rumahnya Jalan Ramin Raya Kp. Sugutamu, Depok, Rabu (9/3).

Adapun tamu yang dimaksud, Soleh katakan adalah para penjajah yang dalam catatan sejarah telah menindas serta merusak keutuhan bangsa. Hal tersebut, masih kata Soleh, sudah pula dijelaskan dalam beberapa bait Uga Wangsit Siliwangi selanjutnya.

"Tah di dinya, sanagara bakal jadi sampalan. Sampalan kebo barule nu diangon ku jalma jangkung nu tutunjuk di alun-alun. Ti harita, raja-raja dibelenggu. Kebo bule nyekel bubuntut, turunan urang narik waluku. Ngan narikna henteu karasa sabab murah jaman seubeuh hakan," tuturnya.

"Nah di situlah, sebuah negara akan pecah. Pecah oleh kerbau bule yang digembalakan oleh orang yang tinggi dan memerintah di pusat kota. Semenjak itu, raja-raja dibelenggu. Kerbau bule memegang kendali, dan keturunan kita hanya menjadi orang suruhan. Namun, kendali itu tidak terasa sebab semuanya serba dipenuhi dan murah serta banyak pilihan," kata Fachruddin Soleh yang mengartikan bahasa tersebut.

Meski demikian, ia juga sangat yakin bahwa suatu hari nanti akan datang kebenaran yang akan mengungkap semuanya seperti yang masih dijelaskan dalam Uga Wangsit Siliwangi.

"Balik lagi semuanya. Negara bersatu kembali. Nusa Jaya lagi sebab berdiri Ratu Adil. Ratu Adil yang sejati," ucapnya yang berdasarkan petuah dari Prabu Siliwangi. (Ard)

BACA JUGA:

  1. Seperti Prabu Siliwangi, Si Pitung Suka Konsumsi Kelapa Hijau
  2. Panglima Pasukan Hizbullah Depok Keturunan Prabu Siliwangi
  3. Dejan Sebut Stadion Siliwangi Layak untuk Jamu Bali United
  4. Cerita Juru Kunci Situs Batu Tulis Bogor Tentang Penampakan Prabu Siliwangi


Selvi Purwanti

LAINNYA DARI MERAH PUTIH