Hotman Paris Sebut Ada Keanehan Soal Raibnya Uang Atlet E-Sport Winda MayBank Indonesia. (Foto: Maybank).

MerahPutih.com - Pengacara Maybank Indonesia menduga ada praktik aneh dalam kasus hilangnya uang nasabah yang merupakan atlet e-sport Winda Lunardi dan ibundanya, Floleta.

"Kami belum menuduh. Tapi kami menggarisbawahi ada beberapa keanehan yang belum jelas. Kami masih menunggu penyidik," kata Kuasa Hukum PT Bank Maybank Indonesia Tbk. Hotman Paris dalam konfrensi pers Maybank di kawasan Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara, Senin (9/11).

Dia menjelaskan, dugaan tersebut didasarkan pada beberapa alasan. Antara lain, Hotman mengatakan rekening tersebut dibuka sejak lima bulan lalu dan yang bersangkutan juga diberikan kartu ATM dan buku tabungan.

Baca Juga:

Tilep Duit Nasabah Atlet E-Sport Puluhan Miliar, Kepala Bank Jadi Tersangka

Hanya saja, kartu ATM dan buku tabungan tersebut tidak dipegang sendiri melainkan dipegang oleh tersangka yang merupakan pimpinan cabang di Bank Maybank.

Dia berpendapat, ada sedikit kejanggalan di mana nasabah merelakan kartu ATM dan buku tabungannya dipegang oleh orang lain.

Lalu, bunga tabungan yang dibayarkan oleh Maybank dibayarkan bukan dari pihak perseroan, melainkan oleh rekening pribadi milik tersangka pimpinan cabang di Bank Maybank tersebut.

"Bahkan, bunga tabungan tersebut justru sempat dibayar oleh salah satu bank swasta lain," sebutnya.

Seperti diketahui, nasabah Maybank, Winda Lunardi dan ibunya, Floletta Lizzy Wiguna mengaku kehilangan uang Rp22 miliar. Kasus itu sampai membuat Kepala Cabang Maybank Cipulir berinisial A masuk jeruji.

Winda merasa uangnya hilang pada Februari 2020. Saat itu, ibunya tak bisa menarik uang dari rekening tersebut. Kondisi serupa terjadi pada rekening Winda karena saldonya susut. Mereka melaporkan kejadian itu ke Bareskrim Polri pada Mei 2020 setelah laporannya ke Maybank pada Februari dan Maret dianggap sudah selesai.

Winda dan ibunya, Floletta membuka rekening terpisah di Maybank masing-masing Rp15,8 miliar dan Rp5 miliar. Ibunya kaget saat mengetahui uangnya tak bisa diambil di Harco Mangga Dua karena alasan tak cukup.

Saat dicek, uang di rekening ibunya kurang dari Rp17 juta. Lalu, Floletta meminta anaknya mengecek rekeningnya dan ternyata nominal tabungan Winda tinggal Rp600.000.

Winda dan ibunya selama ini tak sadar kalau tabungannya tak ada. Rekening koran yang dikirim ke rumahnya tiap bulan menunjukkan bahwa saldonya masih ada.

Ilustrasi uang
Ilustrasi uang. (Foto: Antara).

Tidak ada uang itu disadari saat ibunya tak bisa menarik uang dalam jumlah besar. Winda menuntut tanggung jawab Maybank namun persoalan dinilai telah selesai padahal duitnya tak ada.

Winda dan ibunya membuka rekening Maybank pada 2015. Bank menawarkan program tabungan berjangka bunga 10 persen per tahun yang diambil oleh Winda.

Uang yang cukup besar itu bukan dari pekerjaan Winda di dunia e-sports. Uang tersebut merupakan pemberian dari ayahnya, Herman Lunardi yang ditransfer bertahap dengan nominal total hingga Rp15 miliar.

Kepala Cabang Maybank Cipulir berinisial A diduga 'menilep' uang tersebut. Polisi telah menetapkan pelaku sebagai tersangka dan ditahan di Kejaksaan Negeri Tangerang untuk disidik lebih lanjut.

A mengirimkan dana tersebut ke sejumlah pihak untuk diinvestasikan. Belum jelas apakah hal ini merupakan program dari Maybank atau pelaku bertindak di luar SOP. Polisi tengah menelusuri aliran dana tersebut, termasuk menyita aset-aset milik pelaku. (Knu)

Baca Juga:

Polisi Sita Aset Tersangka Kacab Maybank Cipulir yang Tilep Duit Atlet eSports

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Puan Yakin Sekolah Tatap Muka Pulihkan Psikologis Anak
Indonesia
Mabes Polri Beberkan Temuan Sementara di Balik Melonjaknya Harga Kedelai
Indonesia
Mabes Polri Beberkan Temuan Sementara di Balik Melonjaknya Harga Kedelai

Ia mengatakan, kendala yang ditemukan penyidik terkait dengan kenaikan harga tersebut tidak seperti yang dipikirkan oleh masyarakat.

Pemerintah Larang Mudik, Bus AKAP Tetap Boleh Masuk Terminal Tirtonadi Solo
Indonesia
Pemerintah Larang Mudik, Bus AKAP Tetap Boleh Masuk Terminal Tirtonadi Solo

"Bus AKAP masih boleh masuk terminal. Yang dilarang itu pemudik," ujar Joko, Selasa (20/4).

Sekat Plastik di Lapak Pedagang, Pasar Gede Solo Jadi Percontohan Prokes
Indonesia
Sekat Plastik di Lapak Pedagang, Pasar Gede Solo Jadi Percontohan Prokes

Lapak Yatmi tempat berjualan buah pisang tersebut terlihat tidak seperti biasanya. Ada sekat bening dari plastik yang menempel pada rangka pipa paralon.

Kukuh Tak Mau Bubar, Warga di Sekitar Plaza Kenari Disemprot Pakai Rantis
Indonesia
Kukuh Tak Mau Bubar, Warga di Sekitar Plaza Kenari Disemprot Pakai Rantis

Kepolisian mencegah kerumunan agar masyarakat yang membandel tak berpotensi memicu klaster penyebaran COVID-19

Bandara Aminggaru Ilaga Kembali Beroperasi Normal
Indonesia
Bandara Aminggaru Ilaga Kembali Beroperasi Normal

Operasional Bandara Aminggaru, Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua kembali normal, Rabu (28/4). Bandara

Cara Luhut Loloskan Rencana Bali Kembali Dibuka untuk Turis Asing
Indonesia
Cara Luhut Loloskan Rencana Bali Kembali Dibuka untuk Turis Asing

Regulasi baru yang diterapkan di Bali yakni diberlakukannya Penalty for Health Protocol

Update COVID-19 DKI: Total Pasien Sembuh Capai 321.038 Orang
Indonesia
Update COVID-19 DKI: Total Pasien Sembuh Capai 321.038 Orang

Dengan positivity rate 16,1 persen, penambahan kasus positif hari ini mencapai 1.661 jiwa.

Politisi Pendukung Jokowi Minta Penarikan RUU Yang Bakal Kenakan PPN Sembako
Indonesia
Politisi Pendukung Jokowi Minta Penarikan RUU Yang Bakal Kenakan PPN Sembako

RUU KUP yang memuat rencana pengenaan PPN terhadap sektor pendidikan dan pangan justru membuktikan Kemenkeu gagal membuat kebijakan yang merujuk pada amanat konstitusi.

Zita Tantang Ketua DPRD DKI Tunjukkan Video Anies Bicara Penjegalan di Pilkada 2024
Indonesia
Zita Tantang Ketua DPRD DKI Tunjukkan Video Anies Bicara Penjegalan di Pilkada 2024

PAN menegaskan idak ada pembahasan soal agenda Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024 mendatang, pada forum Workshop nasional PAN 2021.