Hotel Tempat Karantina Warga India Dijaga Ketat TNI-Polri TNI dan Polri melakukan pengamanan di tempat warga negara India yang berada di salah satu hotel di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Anggota TNI dan Polri melakukan pengamanan di tempat warga negara India yang berada di salah satu hotel di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat AKP Sam Suharto membenarkan proses pengamanan ini.

"Iya betul. Ada pengamanan TNI dan Polri di lokasi," kata Sam kepada Merahputih.com, Jumat, (23/4).

Baca Juga:

Kabur ke Indonesia, Belasan WN India Positif COVID-19

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi dan Dandim 0501/JP BS Kolonel (Inf) Luqman Arief pun melakukan pengecekan ke lokasi.

Mereka memastikan WN India selama proses pengamanan berjalan baik dan aman.

Dari informasi yang dihimpun, ada 62 warga negara India yang berada di sana untuk isolasi. Mereka dibawa oleh Satgas COVID- 19.

Informasinya, mereka nantinya bakal dibawa ke salah satu hotel di Jakarta Barat untuk isolasi lanjutan.

Kasubdit Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Benget Saragih menyebut, Indonesia kedatangan ratusan warga negara asing (WNA) dari India melalui Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (21/4) malam.

Benget mengaku cukup khawatir akan kedatangan 135 WNA India itu, sebab diketahui India tengah dilanda "tsunami COVID-19" dalam dua bulan terakhir.

TNI dan Polri melakukan pengamanan di tempat warga negara India yang berada di salah satu hotel di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. (Foto: MP/Kanugrahan)
TNI dan Polri melakukan pengamanan di tempat warga negara India yang berada di salah satu hotel di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. (Foto: MP/Kanugrahan)

Selain itu, India diketahui tengah berjibaku melawan mutasi virus SARS-CoV-2 varian B1617 yang bermuatan ganda.

Benget mengatakan, ratusan WNA itu tak dilarang memasuki kawasan Indonesia sebab menjadi salah satu kriteria WNA yang diperbolehkan karena memiliki izin tinggal sesuai urat Edaran (SE) Nomor 8 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi COVID-19.

Namun demikian, Benget memastikan Kemenkes akan terus mengawasi perkembangan kondisi mereka yang saat ini menjalani karantina lima hari di ibu kota.

Ia menyebut, 135 WNA India itu baru menjalani PCR ulang pertama pada hari ini.

"Sebenarnya boleh masuk Indonesia, hanya India sekarang kasus varian baru sangat tinggi," kata dia kepada wartawan.

Baca Juga:

Pemerintah Tutup Penerbangan dari India, Kecuali Kiriman Logistik

Pada saat kedatangan, dilakukan tes ulang PCR bagi pelaku perjalanan internasional dan diwajibkan menjalani karantina terpusat selama 5 x 24 jam.

Setelah itu, kembali dilakukan PCR tes swab untuk kedua kalinya.

"Mereka membawa hasil PCR valid dari India, sekarang mereka dikarantina 5 x 24 jam di beberapa hotel di Jakarta dan dilakukan swab PCR dua kali," jelasnya. (Knu)

Baca Juga:

Warga India Positif COVID-19 'Kabur' ke Indonesia, Wagub DKI: Sudah Dikarantina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Brimob Seluruh Indonesia ke Jakarta untuk Perangi Warga
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Brimob Seluruh Indonesia ke Jakarta untuk Perangi Warga

Melalui media sosial Facebook, akun Ry Chandra mengunggah sebuah foto yang memvisualisasikan anggota Polri yang memenuhi jalan di Jakarta.

Kini, DPR Bagikan Draf RUU Lewat Email Saat Paripurna
Indonesia
Kini, DPR Bagikan Draf RUU Lewat Email Saat Paripurna

Mekanisme e-parlemen itu telah diluncurkan DPR RI beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada tanggal 8 Oktober 2020.

Sarat KKN, KPK Diminta Turun Tangan Usut Pernyataan Adian Soal Orang Titipan di BUMN
Indonesia
Sarat KKN, KPK Diminta Turun Tangan Usut Pernyataan Adian Soal Orang Titipan di BUMN

Untuk itu, lembaga antirasuah wajib menelusuri dugaan ketidaktransparanan termasuk dugaan korupsi, kolusi dan nepotisme

Datangi Ketua Pengadilan Tinggi, Kapolda Metro Pastikan Penegakan Hukum makin Tegas
Indonesia
Datangi Ketua Pengadilan Tinggi, Kapolda Metro Pastikan Penegakan Hukum makin Tegas

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menemui Ketua Pengadilan Tinggi DKI. untuk memperkuat sinergi penegakan hukum di Jakarta.

Kebiri Hak Asasi Manusia Indonesia di UU Cipta Kerja
Indonesia
Kebiri Hak Asasi Manusia Indonesia di UU Cipta Kerja

Aturan ini berpotensi menyebabkan perlakuan tidak adil bagi para pekerja atau buruh karena mereka akan terus-menerus menjadi pegawai tidak tetap.

Pengelola Bus Maut yang Tewaskan Puluhan Penumpang di Sumedang Bakal Diperiksa Polisi
Indonesia
Pengelola Bus Maut yang Tewaskan Puluhan Penumpang di Sumedang Bakal Diperiksa Polisi

Sekarang fokus olah TKP, prosesnya bisa dua sampai tga hari

Pusat Vaksinasi Shopee di Bandung Target 10 Ribu Sasaran
Indonesia
Pusat Vaksinasi Shopee di Bandung Target 10 Ribu Sasaran

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin didampingi Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meninjau Pusat Vaksinasi Shopee di Kiara Artha Park.

Kampung Tangguh Jaya Diyakini Mampu Perlambat Laju Penambahan Pasien COVID-19
Indonesia
Kampung Tangguh Jaya Diyakini Mampu Perlambat Laju Penambahan Pasien COVID-19

"Sementara satu kecamatan lainnya angka positif virus Corona berhasil ditekan seminimal mungkin kasusnya,” kata Fadil

Kontestan Pilkada Diharap Tak Gunakan Pandemi COVID-19 'Goda' Wong Cilik
Indonesia
Kontestan Pilkada Diharap Tak Gunakan Pandemi COVID-19 'Goda' Wong Cilik

Kondisi pandemi COVID-19 sangat berpotensi menghadirkan praktik politik dengan dalih ekonomi yang kian sulit