Holywings Bisa Dibuka Kembali Setelah Punya Izin Pembukaan Bar Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin diwawancarai awak media di Balai Kota Jakarta, Rabu (16/2/2022). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

MerahPutih.com - Selasa (28/6) pagi tadi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta telah melakukan penutupan atau penyegelan terhadap 12 outlet Holywings di seluruh ibu kota.

Adapun dari 12 outlet Holywings, 5 outlet berada di Jakarta Selatan, 4 ada di Jakarta Utara, 2 di Jakarta Barat, dan 1 berlokasi di Jakarta Pusat.

Meski sudah disegel, Kasatpol PP DKI Arifin mengatakan, 12 outlet Holywings tersebut bisa beroperasi kembali, asalkan manajemen mau mengurus izin membuka bar yang selama ini tidak mereka punya.

Baca Juga:

Polisi Duga Masih Ada Tersangka Lain dalam Kasus Holywings

Arifin mengungkapkan, pihaknya tidak tahu sampaikan penutupan itu akan berlangsung. Satpol PP hanya bertugas melakukan penyegelan 12 outlet Holywings tersebut.

"Ya silakan saja (mengurus izin bar). Intinya hari ini saya melakukan penutupan," ujar Arifin di Jakarta, pada Selasa (28/6).

Anak buah Gubernur Anies ini menuturkan, penutupan ini hanya berkaitan dengan perizinan yang belum lengkap. Ada juga pelanggaran berupa penyalahgunaan izin yang dimiliki. Holywings hanya memiliki izin untuk menjual minuman beralkohol untuk di bawa pulang, tapi di lapangan menyediakan tempat untuk minum.

"Prinsipnya kami melakukan penutupan terhadap persyaratan yang tadi saya katakan. Bahwa ada kelengkapan dokumen persyaratan izin yang belum memenuhi ketentuan dan persyaratan," jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah DKI Jakarta resmi mencabut izin usaha seluruh outlet Holywings yang ada di Jakarta.

Pencabutan izin oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta tersebut berdasarkan rekomendasi dan temuan pelanggaran dari dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) DKI Jakarta.

Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DKI Benny Agus Chandra, ada 12 outlet Holywings Group yang dicabut izin usahanya.

"Sesuai arahan Gubernur untuk bertindak tegas, sesuai ketentuan dan menjerakan, serta mendasarkan pada rekomendasi dan temuan dua OPD Pemprov DKI Jakarta, maka kami selaku Dinas PM-PTSP mencabut izin usaha 12 outlet Holywings di Jakarta sesuai ketentuan yang berlaku," tegas Benny pada Senin (27/6).

Baca Juga:

Satpol PP DKI Jakarta Lakukan Penyegelan 12 Outlet Holywings

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Andhika Permata menjelaskan, pihaknya telah melakukan peninjauan lapangan gabungan bersama unsur DPPKUKM, DPMPTSP dan Satpol PP. Dari peninjauan tersebut, ditemukan beberapa pelanggaran yang menjadi dasar rekomendasi pencabutan izin.

"Hasil penelitian dan pemeriksaan dokumen perizinan Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA) serta pemantauan lapangan, beberapa outlet Holywings Group yang berada di wilayah Provinsi DKI Jakarta terbukti ditemukan beberapa outlet Holywings belum memiliki sertifikat standar KBLI 56301 jenis usaha Bar yang telah terverifikasi," papar Andhika.

Sertifikat standar KBLI 56301 merupakan Klasifikasi Baku Lingkungan Indonesia yang harus dimiliki oleh operasional usaha bar yakni sebuah usaha yang kegiatannya menghidangkan minuman beralkohol dan non-alkohol serta makanan kecil untuk umum di tempat usahanya.

Penelusuran lebih lanjut, Holywings Group juga ternyata melanggar beberapa ketentuan dari DPPKUKM, terkait penjualan minuman beralkohol di 12 outlet Holywings Group di DKI.

Di mana, pelaku usaha hanya memiliki Surat Keterangan Pengecer (SKP) Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 47221 untuk pengecer minuman beralkohol, yang mana penjualan minuman beralkohol hanya diperbolehkan untuk dibawa pulang dan tidak untuk diminum di tempat.

"Sedangkan, hasil pengawasan di lapangan, usaha tersebut (Holywings Group) melakukan penjualan minuman beralkohol untuk minum di tempat yang secara legalitas seharusnya memiliki Surat Keterangan Penjual Langsung (SKPL) golongan B dan C dengan PB- UMKU KBLI 56301," terang Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM DKI Elisabeth Ratu Rante Allo.

Dari 7 outlet memiliki Surat Keterangan Pengecer (SKP) KBLI 47221 dan ada 5 outlet lainnya tidak memiliki surat tersebut.

Rekomendasi dari dua OPD tersebut akan menjadi dasar bagi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu untuk selanjutnya diajukan ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Dengan demikian, seluruh izin usaha dari 12 outlet dari Holywings Group dapat dicabut segera.

Berikut 12 outlet Holywings di Jakarta yang dicabut izin operasionalnya:

1. Holywings yang berada di Kelurahan Tanjung Duren Utara,

2. Holywings Kalideres,

3. Holywings di Kelapa Gading Barat,

4. Tiger

5. Dragon

6. Holywings PIK

7. Holywings Reserve Senayan

8. Holywings Epicentrum

9. Holywings Mega Kuningan

10. Garison

11. Holywings Gunawarman, dan

12. Vandetta Gatsu. (Asp)

Baca Juga:

Pemprov DKI Resmi Cabut Izin Usaha 12 Outlet Holywings di Jakarta

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hakim Setuju Sidang Polisi Penembak Laskar FPI Selanjutnya Langsung Vonis
Indonesia
PM Jepang Sambut Baik Pencabutan Pembatasan Impor Makanan oleh Indonesia
Indonesia
PM Jepang Sambut Baik Pencabutan Pembatasan Impor Makanan oleh Indonesia

Presiden Jokowi telah mencabut semua pembatasan impor untuk produk makanan dari Jepang yang dilakukan akibat krisis nuklir pada tahun 2011.

Jabar Sumbang Kasus Aktif COVID-19 Harian Terbanyak
Indonesia
Jabar Sumbang Kasus Aktif COVID-19 Harian Terbanyak

Kasus harian positif COVID-19 di Indonesia bertambah 4.189 kasus, sehingga total kasus menjadi 5.995.876 per pada Sabtu (26/3).

Satpol PP DKI Kumpulkan Denda Rp 6 Miliar Lebih dari Pelanggar Prokes
Indonesia
Satpol PP DKI Kumpulkan Denda Rp 6 Miliar Lebih dari Pelanggar Prokes

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP DKI Jakarta berhasil mengantongi lebih dari Rp 6 miliar hasil sanksi pelanggar protokol kesehatan (prokes) baik perorangan maupun tempat makan.

Kemenag Pantau Hilal Awal Ramadan di 101 Lokasi
Indonesia
Kemenag Pantau Hilal Awal Ramadan di 101 Lokasi

Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbat 1 Ramadan 1443 H pada Jumat (1/4). Sebelum sidang, ada rukyatul (pemantauan) hilal yang dilakukan di 101 lokasi.

Nataru PPKM Level 3 Berkaca Lonjakan COVID-19 Eropa, RI 1 Pesan Gas Rem Harus Imbang
Indonesia
Nataru PPKM Level 3 Berkaca Lonjakan COVID-19 Eropa, RI 1 Pesan Gas Rem Harus Imbang

Belum lagi Indonesia akan menjadi Presidensi KTT G-20 di Bali

[Hoaks atau Fakta]: Tarif Lapangan Latih JIS Rp 25 Juta
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Tarif Lapangan Latih JIS Rp 25 Juta

Tarif sewa lapangan latih stadion Jakarta International Stadium (JIS) per September 2021 yang terbagi menjadi tiga waktu pilihan.

Vaksinasi Booster Libatkan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Swasta
Indonesia
Vaksinasi Booster Libatkan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Swasta

Kemenkes bersama akademisi juga sedang melakukan uji analisis statistik serosurvei

Mendag Zulhas Janji Segera Atasi Persoalan Minyak Goreng
Indonesia
Mendag Zulhas Janji Segera Atasi Persoalan Minyak Goreng

Ia berjanji segera menyelesaikan persoalan tersebut

Muktamar NU Dorong Pemerintah dan DPR Buat UU Perubahan Iklim
Indonesia
Muktamar NU Dorong Pemerintah dan DPR Buat UU Perubahan Iklim

Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) mendorong agar DPR RI dan Pemerintah membuat Undang-undang secara khusus yang mengatur perubahan iklim.