[HOAKS atau FAKTA]: Khalifah Otoman Temukan Vaksin Pertama Dunia Tahun 1717 Ilustrasi. (Pixabay)

Merahputih.com - Akun Facebook Ibnu Rajab (fb.com/ismailr.rajab.9) mengunggah beberapa foto yang diberi narasi bahwa vaksin pertama kali ditemukan saat kekhalifahan Ottoman tahun 1717 lalu.

Ia menambahkannya dengan narasi sebagai berikut:

VAKSIN…Vaksin pertama kali dibuat di bawah kekhalifahan Ottoman. Tahun 1717, Lady Mary Montagu istri dubes British di Istanbul, menulis surat kepada beberapa temannya bahwa di Istanbul ada sesuatu “yang disebut vaksinasi” dalam mengobati orang cacar di Istanbul.

Lady Mary menceritakan bahwa perempuan dan anak-anak dikumpulkan lalu di lengan mereka dibuat semacam goresan. Setelah itu diberi sesuatu dan mereka akan mengalami demam ringan, selanjunya akan menjadi imun. Surat ini adalah dokumentasi tertua menyangkut produksi dan pemakaian vaksin. Surat-surat tersebut tertanggal 1 April 1717.Edward Jenner yang disebut penemu vaksin cacar (smallpox) melakukan penelitian tahun 1798. Edward menemukan teori dan tehniknya, namun belum memproduksi vaksin.

Sedang Louis Pasteur (1822-1895), pembuat vaksin rabies dan antrax, ketika hendak membuat studi produksi vaksinnya, dia kehabisan uang. Dia lalu menulis surat kepada Sultan Abdul Hamid II. Sultan lalu menyetujui dengan syarat laboratoriumnya dipindah ke Istanbul.

Pasteur menolak syarat tsb. Sultan lalu meminta agar 3 dokter Ottoman dijadikan asisten dalam penelitian yang kemudian diterima oleh Pasteur. Sultan kemudian mengirim bantuan 10.000 lira Ottoman dan memberi Pasteur penghargaan medali Order of Medjidie (1st Class).

Tahun 1885, vaksin rabies dibuat lalu dibawa ke Istanbul awal Januari 1887. Vaksin rabies pertama kali diproduksi di Istanbul.——-Yang malas mencari, silakan download makalah Prof. Osman Sadi Yenen dari Fakultas Kedokteran Univ. Istanbul. Makalah ini menceritakan sejarah wabah dan timeline produksi vaksin di Ottoman.

Narasi vaksin pertama kali dibuat di bawah kekhalifahan Ottoman tahun 1717 (turnbackhoax)

FAKTA :

Berdasarkan hasil penelusuran Tim Periksa Fakta AFP, klaim bahwa vaksin pertama kali dibuat di bawah kekhalifahan Ottoman tahun 1717 adalah klaim yang keliru.Menurut berbagai rekaman sejarah, vaksin pertama diperkenalkan pada tahun 1796 oleh seorang dokter Inggris bernama Edward Jenner. Prosedur medis sebelum itu dikenal dengan “variolasi” atau “inokulasi”.

Surat Lady Montagu yang bercerita tentang imunisasi di Turki itu bertanggal 1 April 1717. Dia mengirim surat tersebut kepada sahabatnya Sarah Chiswell di London untuk menjelaskan prosedur medis di Turki untuk menangkal penyakit cacar.

AFP telah menandai bagian yang menyebut prosedur medis yang dimaksud di surat Lady Montagu. Diterjemahkan ke bahasa Indonesia, bagian yang ditandai itu artinya:

“Selanjutnya dia membuka bagian yang tubuh yang diinginkan dengan jarum besar (sakitnya tidak lebih dari luka goresan) dan memasukkan racun ke dalam pembuluh darah sebanyak yang bisa ditampung pada ujung jarum, selanjutnya luka itu dirapatkan dengan cangkak, dan dengan cara ini membuka empat atau lima pembuluh darah.”

Prosedur yang digambarkan Lady Montagu di suratnya tersebut dikenal dengan “variolasi”, menurut linimasa pada historyofvaccines.org, website yang dikelola oleh Sekolah Kedokteran Philadelphia.

Menurut linimasa tersebut, variolasi, juga dikenal dengan “inokulasi”, telah dipraktikkan di Tiongkok, Afrika dan Turki sebelum dikenal di Eropa. Lady Montagu dianggap sebagai orang yang membawa praktik medis tersebut ke Inggris, di mana dia memerintahkan seorang dokter melakukan variolasi pada anak perempuannya di tahun 1721.

Variolasi menggunakan bentuk virus yang lebih ringan yang diambil dari bintil pasien cacar untuk untuk menciptakan imunitas melawan penyakit cacar, menurut Encyclopaedia Britannica.

Perpustakaan Medik Nasional Amerika Serikat menjelaskan:

“Variolasi tidak bebas resiko. Tidak saja pasien bisa terbunuh karena prosedur itu, tapi bentuk ringan dari penyakit yang diidap pasien bisa menyebar, dan lebih jauh dapat menimbulkan pandemi. Korban variolasi dapat ditemukan di semua strata sosial; Raja George III kehilangan seorang putra karena prosedur itu, begitu juga dengan warga lainnya,”

Vaksin cacar pertama, diciptakan oleh Jenner pada tahun 1796 sebagai alternatif variolasi, adalah vaksin sukses pertama di dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia dan Perpustakaan Medik Nasional Amerika Serikat.

“Vaksin pertama diperkenalkan oleh dokter Inggris, Edward Jenner, yang tahun 1796 menggunakan virus cacar sapi (vaccinia) untuk memberikan perlindungan melawan cacar, virus yang sejenis, pada manusia,” tulis Encyclopaedia Britannica.

KESIMPULAN :

Postingan tersebut tentu saja keliru. Karena ulasan tersebut bukanlah soal vaksin. Menurut berbagai rekaman sejarah, vaksin pertama diperkenalkan pada tahun 1796 oleh seorang dokter Inggris bernama Edward Jenner. Prosedur medis sebelum itu dikenal dengan “variolasi” atau “inokulasi”. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sejak 2018, Polri Tangani 223 Kasus Miras
Indonesia
Sejak 2018, Polri Tangani 223 Kasus Miras

Merujuk catatan kepolisian, sejak 2018 hingga 2020 setidaknya ada 223 kasus yang dilatarbelakangi dengan konsumsi minuman keras

Tim DVI Mulai Lakukan Pemeriksaan Post Mortem Korban Sriwijaya Air
Indonesia
Tim DVI Mulai Lakukan Pemeriksaan Post Mortem Korban Sriwijaya Air

Data ante mortem antara lain berupa data umum seperti nama, umur, berat badan, tinggi badan, dan aksesoris korban yang didaftarkan oleh pihak keluarga korban

Pemprov Jatim Cabut Izin Pelaksanaan Salat Idulfitri di Masjid Al Akbar Surabaya
Indonesia
Pemprov Jatim Cabut Izin Pelaksanaan Salat Idulfitri di Masjid Al Akbar Surabaya

Pemprov hari ini secara resmi mencabut izin pelaksanaan salat Ied di Masjid Al Akbar Surabaya.

Ketua MPR Soroti Kasus Ratusan ASN Positif COVID-19
Indonesia
Ketua MPR Soroti Kasus Ratusan ASN Positif COVID-19

MPR mendorong pemerintah dan Komite Penanganan COVID-19 bekerja sama dengan PPK untuk mengawasi dan mengevaluasi penerapan protokol kesehatan di lingkungan perkantoran.

Bareskrim Bongkar Kejahatan Pembelian Ventilator Jaringan Internasional
Indonesia
Bareskrim Bongkar Kejahatan Pembelian Ventilator Jaringan Internasional

Satu orang lain yaitu warga negara asing (WNA) berinisial DM masih dalam pengejaran.

Anies Izinkan Reklamasi Ancol, DPRD DKI: Bisa Tingkatkan PAD Jakarta
Indonesia
Anies Izinkan Reklamasi Ancol, DPRD DKI: Bisa Tingkatkan PAD Jakarta

Sebab, reklamasi itu akan menguntungan Pemda DKI dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ribuan Jurnalis Lolos Seleksi FJPP, Pendaftaran Masih Dibuka
Indonesia
Ribuan Jurnalis Lolos Seleksi FJPP, Pendaftaran Masih Dibuka

Jumlah pendaftar yang mencapai 4.963 orang sejak registrasi dibuka pada 3 Oktober 2020.

Polisi Bentuk Tim Khusus Kawal Pemakaman Jenazah COVID-19
Indonesia
Polisi Bentuk Tim Khusus Kawal Pemakaman Jenazah COVID-19

Anggota melaksanakan pengamanan pemakaman jenazah covid-19 dengan mengimbau dan menghalau

Wali Kota Jakpus Ancam Sanksi Rizieq Shihab Jika Langgar Protokol Kesehatan
Indonesia
Wali Kota Jakpus Ancam Sanksi Rizieq Shihab Jika Langgar Protokol Kesehatan

Pada surat soal Maulid Nabi, disebut ada sanksi jika melanggar protokol kesehatan.

Aceh Keluar dari Zona Merah COVID-19
Indonesia
Aceh Keluar dari Zona Merah COVID-19

Povinsi Aceh telah keluar dari status zona merah penyebaran virus corona. Warga diminta untuk tetap mempertahankannya.