[HOAKS atau FAKTA]:  Residivis yang Baru Keluar Merampok GTO Slipi Celurit ditemukan di GTO Slipi (ist)

Merahputih.com - Program asimilasi yang dikeluarkan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dijadikan kesempatan bagi para narapidana melancarkan aksinya. Di sejumlah daerah, napi yang mendapat asimilasi kembali berulah. Mereka bahkan meresahkan warga. Mulai dari begal hingga rampok.

Bahkan, baru-baru ini di grup Whatsapp beredar kabar tentang begal yang hendak merapok GTO Slipi. Berikut pesan viral tersebut:

Tadi pagi ada 3 orang Begal menghampiri Gerbang Tol Slipi 1 dan berniat untuk merampok Penjaga Gardu Tol, namun sampai disana mereka kebingungan, karena tidak ada lagi uang tunai... Ketika ketahuan Petugas Jalan Tol mereka diteriaki, lari sampai Celurit nya ketinggalan... Rupanya Penjahat nya sudah terlalu lama di Penjara, sampai tidak tahu bahwa sekarang pembayaran sudah pakai E-Toll Card...

CEK FAKTA:

Polisi membenarkan adanya kejadian tersebut. Sebilah celurit ditemukan petugas tol di Gerbang Tol Slipi 1, Jakarta Barat, tepatnya di lajur GSO.02 (Gardu Semi Otomatis). Polisi menduga celurit dibuang oleh dua pemuda yang lari saat dikejar polisi.

"Menurut kesaksian petugas tol bahwa ada dua orang berlari dari arah arteri melompat ke dalam wilayah Gerbang Tol Slipi 1," ucap Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar saat dikonfirmasi, Selasa (21/4).

Berdasarkan keterangan saksi, kedua pemuda tersebut berlari ke arah yang berbeda ketika dipergoki. Satu orang berlari ke arah Flyover Slipi, sedangkan satu lainnya berlari ke arah belakang gerbang tol.

"Setelah diteriaki petugas tol, pemuda tersebut langsung melompat pagar BRC dan menyeberang ke arah pemukiman penduduk," katanya.

Polisi belum bisa memastikan apakah celurit itu akan dipergunakan sebagai alat untuk merampok GSO, tawuran atau lainnya. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Teuku Arsya Khadafi menambahkan, hingga kini pihaknya masih melakukan pemburuan atas kedua pemuda tersebut.

"Pelakunya kabur. Masih dilidik," ujar Arsya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Komjak Diminta Periksa Kajari Jaksel Terkait Jamuan 2 Jenderal Tersangka Kasus Djoko Tjandra
Indonesia
Komjak Diminta Periksa Kajari Jaksel Terkait Jamuan 2 Jenderal Tersangka Kasus Djoko Tjandra

Komisi Kejaksaan (Komjak) dan Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung (Kejagung) diminta untuk segera memanggil Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kajari Jaksel).

Penumpang Kereta Api Wajib Pakai Masker 3 Lapis Saat Libur Natal-Tahun Baru
Indonesia
Penumpang Kereta Api Wajib Pakai Masker 3 Lapis Saat Libur Natal-Tahun Baru

"Wajib menggunakan masker kain 3 lapis atau masker medis menutupi hidung dan mulut serta menggunakan face shield dari stasiun keberangkatan, dalam perjalanan sampai stasiun tujuan," paparnya.

Usai Lebaran, Pasien Terpapar COVID-19 di Solo Bertambah Menjadi 33 Orang
Indonesia
Usai Lebaran, Pasien Terpapar COVID-19 di Solo Bertambah Menjadi 33 Orang

Hasil rapid test massal ada enam orang reaktif

KPU Depok Gencarkan Ajakan Memilih Pada Milenial
Indonesia
KPU Depok Gencarkan Ajakan Memilih Pada Milenial

Lebih dari 50 persen pemilih milenial yang tercantum dalam daftar pemilih pada pilkada tahun ini.

Ini Jumlah Harta Kekayaan Wamenhan Letjen Herindra
Indonesia
Ini Jumlah Harta Kekayaan Wamenhan Letjen Herindra

Presiden Joko Widodo resmi melantik Letnan Jenderal Muhammad Herindra sebagai Wakil Menteri Pertahanan.

Mainkan Isu PKI, Gatot Nurmantyo Dinilai Tengah 'Jualan' Politik dan 'Playing Victims'
Indonesia
Mainkan Isu PKI, Gatot Nurmantyo Dinilai Tengah 'Jualan' Politik dan 'Playing Victims'

Gatot dinilai tengah membangun opini publik seolah menjadi pihak yang teraniaya

Buat Video Hoaks Perkelahian, Dosen dan Mahasiswa Universitas Swasta di Jakarta Ditangkap
Indonesia
Buat Video Hoaks Perkelahian, Dosen dan Mahasiswa Universitas Swasta di Jakarta Ditangkap

Guntur melanjutkan, FG yang juga dosen perpajakan tersebut meminta sopir bajaj berinisial D, BI, S dan AW menjadi aktor yang memukuli dirinya.

  Presiden Jokowi: Indonesia 'Hyper' Regulasi Hingga Sulit untuk Maju
Indonesia
Presiden Jokowi: Indonesia 'Hyper' Regulasi Hingga Sulit untuk Maju

"Kita mengalami 'hyper' regulasi, obesitas regulasi, membuat kita terjerat dalam aturan yang kita buat sendiri, terjebak dalam kompleksitas," kata Jokowi

Ruko di Cideng Ambruk, Arus Lalu Lintas Dialihkan
Indonesia
Ruko di Cideng Ambruk, Arus Lalu Lintas Dialihkan

"Ambruknya begitu cepat," kata Betty

[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Larang Warga Negara Lain Masuk Kecuali TKA Tiongkok
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Larang Warga Negara Lain Masuk Kecuali TKA Tiongkok

Foto puluhan TKA Tiongkok yang tidak mengenakan masker itu ada sejak 2019 atau sebelum pandemi COVID-19.