[Hoaks atau Fakta]: WHO Ubah Aturan Pakai Masker Hanya Buat Orang Sakit Tangkapan layar hoaks ,masker. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Akun Facebook Murti Nugrahani (fb.com/murti.nugrahani.9) pada 30 Januari 2021 mengunggah sebuah gambar tangkapan layar sebuah artikel berjudul ” WHO: You Do NOT Need To Wear A Mask” yang tayang pada situs principia-scientific[dot]com pada 25 Januari 2021 dengan narasi sebagai berikut:

“Pada ngeyel pakai masker itu kalau sakit aja. Panduan WHO sudah berubah d sini masiiiih aja 3M sampai setahun.”

Sumber : https://archive.is/YdcIG (Arsip)Artikel : https://archive.vn/wwoSM (Arsip)

Baca Juga:

Polisi Soroti Pemakaian Masker Pedagang Pasar yang Kerap Salahi Aturan

FAKTA

Faktanya, sejak awal April 2020, WHO telah mendukung penggunaan masker bagi semua orang. Kebijakan tersebut belum dicabut atau tidak berubah hingga saat ini.

Dilansir dari Tempo, Tim CekFakta Tempo menelusuri informasi terkait di situs resmi WHO dengan memasukkan kata kunci “You Do Not Need To Wear A Mask” ke kolom pencarian. Namun, tidak ditemukan informasi bahwa WHO pernah menyatakan hal tersebut.

Dalam publikasinya tentang masker yang diperbarui pada 1 Desember 2020, WHO masih menekankan pentingnya pemakaian masker bersama tindakan lainnya untuk mencegah penularan Covid-19, seperti mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari keramaian.

“Jadikan pemakaian masker sebagai hal yang biasa saat berada di sekitar orang lain. Penggunaan, penyimpanan, dan pembersihan atau pembuangan masker yang tepat sangat penting untuk membuatnya efektif,” demikian pernyataan WHO dalam publikasinya, “All about masks in the context of Covid-19”.

Pada Maret 2020 silam, atau di fase awal pandemi Covid-19, WHO merekomendasikan penggunaan masker hanya untuk orang sakit dan orang yang merawat pasien.

WHO menyatakan masker bedah harus disediakan untuk petugas medis, sementara masyarakat bisa menggunakan masker berbahan kain untuk menutup wajah.

Namun, pada 4 April 2020, WHO mengubah kebijakannya dan mendukung penggunaan masker bagi semua orang. Dikutip dari CNN Indonesia, WHO menyatakan masker dapat membantu dalam merespons pandemi Covid-19.

“Kami melihat keadaan di mana penggunaan masker, baik buatan sendiri maupun masker kain, di tingkat masyarakat dapat membantu untuk merespons penyakit ini,” ujar Ryan.

WHO pun menyatakan dukungannya terhadap pemerintah yang berinisiatif mendorong masyarakatnya untuk mengenakan masker di tengah pandemi Covid-19.

Pernyataan tersebut muncul setelah penelitian ilmiah menunjukkan dampak positif dari pemakaian masker dalam mencegah penyebaran virus Corona Covid-19.

Polres Metro Jakarta Pusat menggelar acara Jakarta Bermasker di kawasan Pasar Senen. Dalam kegiatan itu, sejumlah superhero seperti Batman, Ultraman dan Spiderman dilibatkan. Foto: MP/Kanu
Caption

Sampai hari ini, kebijakan WHO agar setiap orang menggunakan masker belum dicabut, sebagaimana ditunjukkan dalam publikasi WHO di atas.

Selain itu, Media Bias Fact Check, organisasi independen yang berfokus pada bias media, pun mengkategorikan Principia Scientific International sebagai situs yang tidak kredibel.

Situs asal Inggris itu dinilai sebagai situs konspirasi dan menyajikan pseudosain yang mempromosikan propaganda anti-vaksin dan misinformasi terkait perubahan iklim.

KESIMPULAN

Sejak awal April 2020, WHO telah mendukung penggunaan masker bagi semua orang. Kebijakan tersebut belum dicabut atau tidak berubah hingga saat ini.

Berdasarkan hasil penelusuran Tim CekFakta Tempo, klaim bahwa panduan WHO menyatakan yang memakai masker itu kalau sakit saja adalah klaim yang menyesatkan.

Baca Juga:

Cara Unik Polisi Bagi-bagi Masker dan Vitamin C di Jakarta Pusat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Libur Panjang Imlek, ASN dan TNI/Polri Dilarang Bepergian
Indonesia
Libur Panjang Imlek, ASN dan TNI/Polri Dilarang Bepergian

Pemerintah melarang aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, dan pegawai BUMN/BUMD melakukan perjalanan keluar kota selama libur panjang Imlek 2021

Garuda Manfaatkan Momen Saat 70 Persen Pesawatnya 'Grounded'
Indonesia
Garuda Manfaatkan Momen Saat 70 Persen Pesawatnya 'Grounded'

Para teknisi dari GMF AeroAsia bekerja siang dan malam merawat pesawat di darat

Registrasi Vaksinasi Bisa Lewat Chat WA
Indonesia
Registrasi Vaksinasi Bisa Lewat Chat WA

Kolaborasi WhatsApp dengan Pemerintah Indonesia terkait Vaksinasi COVID-19 menjadi yang pertama kalinya di dunia.

KPK Cukup Jadi Supervisi Kasus Djoko Tjandra
Indonesia
KPK Cukup Jadi Supervisi Kasus Djoko Tjandra

"KPK cukup melakukan korsup (koordinasi dan supervisi) saja terhadap penanganan kasus Djoko Tjandra," kata Indriyanto

Vaksin Sinovac Tahap 2 Tiba di Indonesia Sebanyak 1,8 Juta Dosis
Indonesia
Vaksin Sinovac Tahap 2 Tiba di Indonesia Sebanyak 1,8 Juta Dosis

Pemerintah kembali mendatangkan vaksin COVID-19 Sinovac tahap 2 ini tiba di Bandara Soekarno-Hatta.

Selama Pandemi Corona, Perampokan Minimarket di Jakarta Meningkat
Indonesia
Selama Pandemi Corona, Perampokan Minimarket di Jakarta Meningkat

Banyak perampokan terjadi karena sepinya aktivitas warga dan belum meratanya patroli kepolisian.

COVID-19 di Jakarta Terus Meroket, 5 Ribu Aparat Gabungan Diturunkan Disiplinkan Warga
Indonesia
COVID-19 di Jakarta Terus Meroket, 5 Ribu Aparat Gabungan Diturunkan Disiplinkan Warga

Kementerian Keuangan RI mencatat jumlah terbanyak pegawai yang terpapar COVID-19, yakni 25 kasus

Ini Perbedaan KRL Yogya-Solo dengan KRL Jabodetabek
Indonesia
Ini Perbedaan KRL Yogya-Solo dengan KRL Jabodetabek

Kereta rel listrik (KRL) relasi Yogyakarta-Solo mulai beroperasi untuk penumpang umum pada Rabu (10/2).

FPI Bukan PKI
Indonesia
FPI Bukan PKI

Hamdan merujuk pada Putusan MK No. 82/PUU-XI/2013

Pandangan Sekjen PDIP soal Pilkada Serentak di Masa Pandemi COVID-19
Indonesia
Pandangan Sekjen PDIP soal Pilkada Serentak di Masa Pandemi COVID-19

Untuk strategi, PDIP selalu mengedepankan gotong royong sebagai yang utama.