[HOAKS atau FAKTA]: Warteg di Matraman Merugi Usai Dikunjungi Anies Warteg (Instagram @ricochristoper)

MerahPutih.com - Beredar sebuah berita di salah satu media online, jika Warteg di kawasan Matraman, Jakarta Timur mengalami kerugian setelah dikunjungi Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.

NARASI

Viral, Pemilik Warteg di Pasar Pramuka Tekor Usai Dikunjungi Gubernur Anies Baswedan.

Baca Juga:

Alasan DKI Tambah Waktu Makan di Warteg: Ada Orang Tua Tak Bisa Makan Cepat

FAKTA

Berdasarkan hasil penelusuran, Koordinator Warteg Nusantara (Kowantara) telah menepis isu pemberitaan warteg di Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur milik Takuri mengalami kerugian usai dikunjungi Anies.

"Pemilik warteg tidak pernah berkomunikasi dengan wartawan yang mempublish berita tersebut," ungkap Ketua Kowantara Mukroni setelah dikonflrmasi, Jumat (15/10).

Tangkapan layar hoaks warteg merugi akibat didatangi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

Mukroni mengatakan, sumber berita tersebut bukan dari pemilik warteg tersebut. Oleh karena itu, segala isu yang belum jelas validasinya perlu segera diklarit’ukasi. Kegiatan Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) pada Pangan yang dihadiri Gubernur Anies tersebut juga berjalan dengan Iancar.

Hal ini, menepis anggapan bahwa rombongan Pemprov DKI Jakarta yang hadir di warteg tersebut menyebabkan kerugian.

"Semua yang berlangsung acara di warteg sudah diselesaikan dengan baik. Untuk pemesanan nasi boks yang jumlahnya 200 boks, jumlahnya Rp. 3 juta maupun hidangan warteg yang habis di etalase disiapkan gratis juga sudah dibayar," tegas Mukroni.

Baca Juga:

Ketangguhan Pemilik Warteg Bertahan Saat Pandemi

KESIMPUlAN

Berdasarkan keterangan di atas, informasi warteg di Pasar Pramuka merugi usai dikunjungi Gubernur Anies merupakan salah. Pasalnya pemilik warteg tidak pernah diwawancarai oleh wartawan tersebut. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Capaian Vaksinasi COVID-19 di DKI Tembus 19 Juta Orang
Indonesia
Capaian Vaksinasi COVID-19 di DKI Tembus 19 Juta Orang

Total, 19.694.736 orang yang sudah menerima vaksin lengkap.

Vaksinasi COVID-19 Gotong Royong Dianggap Hambat Vaksinasi Gratis
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 Gotong Royong Dianggap Hambat Vaksinasi Gratis

Pemko tidak bisa memaksa faskes untuk hanya membantu vaksinasi program pemerintah. Terlebih, selama ini 14 faskes swasta di Solo tidak mengambil keuntungan.

BEM UHAMKA: Jokowi The King Of Lip Service Itu Realita!
Indonesia
BEM UHAMKA: Jokowi The King Of Lip Service Itu Realita!

"Apa yang disajikan oleh kawan-kawan BEM UI itu bukan hoaks tapi realita yang terjadi," kata Zulfikar

73 Sekolah di Kota Bogor Akan Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka
Indonesia
73 Sekolah di Kota Bogor Akan Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Sebanyak 73 sekolah yang terdiri atas 36 sekolah dasar dan 37 sekolah menengah pertama di Kota Bogor disiapkan untuk melaksanakan uji coba penyelenggaraan pembelajaran secara tatap muka.

KPK Terima Audiensi Menparekraf Sandiaga, Ini yang Dibahas
Indonesia
KPK Terima Audiensi Menparekraf Sandiaga, Ini yang Dibahas

KPK menerima audiensi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno beserta jajaran terkait rencana kerja sama pengelolaan anggaran.

Tolak Gugatan KPK Watch, MK Putuskan TWK Konstitusional
Indonesia
Tolak Gugatan KPK Watch, MK Putuskan TWK Konstitusional

Mahkamah Konstitusi menolak permohonan uji materi atau judicial review Undang-Undang Nomor 19 tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi terkait tes wawasan kebangsaan.

7 Mal di Serpong Izinkan Masuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun, Berikut Daftarnya
Indonesia
7 Mal di Serpong Izinkan Masuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun, Berikut Daftarnya

Mal di Tangerang Selatan sudah mengizinkan untuk anak dibawah usia 12 tahun dapat memasuki area mall.

Tim Kuasa Hukum Rizieq Shihab Ribut dengan Polisi di PN Jakarta Timur
Indonesia
Tim Kuasa Hukum Rizieq Shihab Ribut dengan Polisi di PN Jakarta Timur

im kuasa hukum terdakwa, Rizieq Shihab bersitegang dengan aparat kepolisian yang berjaga di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur karena tak diizinkan masuk ke ruang persidangan.

Ayah Pramugara Sriwijaya Air Berharap Anaknya Mati Syahid
Indonesia
Ayah Pramugara Sriwijaya Air Berharap Anaknya Mati Syahid

Sementara, Kedatangannya untuk mengkonfirmasi kepada tim DVI Polri

[HOAKS atau FAKTA] Bom di Gereja Katedral Makassar Dikendalikan Lewat Remot
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Bom di Gereja Katedral Makassar Dikendalikan Lewat Remot

Akun Facebook Abdul Ghoni mengunggah sebuah gambar tangkapan layar percakapan ke grup Islam World News yang menyatakan jika pengeboman di Gereja Katedral Makassar dikendalikan melalui remot jarak jauh.