[HOAKS atau FAKTA]: Video Penggerebekan Pasangan Gancet akibat Terkena Azab Tangkapan layar soal hoaks penggerebekan pasangan gancet akibat terkena azab. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

MerahPutih.com - Sebuah akun Facebook bernama Seblak Gerasi mengunggah video berdurasi 7 menit yang memperlihatkan pasangan mesum yang diduga gancet sedang digerebek warga dengan mengenakan atribut pakaian muslim, kemudian membacakan doa-doa.

Dalam postingan itu juga disertai narasi bahwa pasangan kekasih gancet tersebut karena terkena azab.

Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa video itu memperlihatkan pasangan mengalami gancet akibat mesum adalah salah. Faktanya, video itu merupakan hasil rekayasa untuk kepentingan konten Youtube.

https://www.facebook.com/110094308037086/videos/335152508393372/

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Koin Rp 500 Bisa Ditukar Uang Rp 750 Ribu

NARASI:

“Astagfirullahhalazdim viral pasangan kekasih gancet diduga pelaku kena Azab.

#Kitaharuspintarmenyikapisebuahberita

#Viral

#Gancet

#Seblakgerasi”

Video asli berasal dari kanal Youtube GUS IDRIS OFFICIAL yang diunggah pada 5 september 2021 dengan judul “AZAB BERZINA PASANGAN INI GANCET || K3L4MINY4 GAK BISA LEPAS” yang berdurasi 50 menit 25 detik.

Tangkapan layar video asli terkait hoaks penggerebekan pasangan gancet akibat terkena azab. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)
Tangkapan layar video asli terkait hoaks penggerebekan pasangan gancet akibat terkena azab. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

FAKTA:

Dari penelusuran Mafindo, dalam keterangan caption video di kanal Youtube tersebut terdapat disclaimer bahwa kejadian itu hanyalah ilustrasi dengan tujuan edukasi.

“Disclaimer, materi di dalam video ini dibuat hanya untuk tujuan pendidikan dan hiburan. Cerita ini hanyalah sebuah fiksi yang dinubuatkan dalam bentuk visual. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian atau cerita, itu hanya kebetulan dan tidak ada unsur kesengajaan. Setiap media cetak dan elektronik wajib mencantumkan link dan atau nama channel GUS IDRIS RESMI pada setiap wadah yang akan digunakan untuk hak cipta GUS IDRIS OFFCIAL”, tulis kanal Youtube tersebut.

Baca Juga:

[Hoaks atau Fakta]: Hakim Penolak Banding Rizieq Yang Ngurangin Hukuman Djoko Tjanda

KESIMPULAN:

Bukan video sesungguhnya. Video tersebut merupakan setting-an atau rekayasa yang dalam keterangannya merupakan ilustrasi dari kejadian gancet pada kanal Youtube GUS IDRIS OFFICIAL. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Pertamina Bagikan Subsidi Rp 189 Juta

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
MK Mulai Sidangkan 35 Sengketa Pilkada
Indonesia
MK Mulai Sidangkan 35 Sengketa Pilkada

Sengketa hasil pemilihan kepala daerah yang diregistrasi terdiri atas sengketa pemilihan gubernur sebanyak tujuh perkara, bupati 112 perkara dan wali kota 13 perkara.

KPK Tahan Direktur Adonara Propertindo Terkait Kasus Korupsi Lahan DKI
Indonesia
KPK Tahan Direktur Adonara Propertindo Terkait Kasus Korupsi Lahan DKI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Adrian. Tommy merupakan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

KPK Duga Bupati Bintan dan Anggota DPRD Kepri Kongkalikong Urus Kuota Rokok dan Miras
Indonesia
KPK Duga Bupati Bintan dan Anggota DPRD Kepri Kongkalikong Urus Kuota Rokok dan Miras

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengendus adanya dugaan kongkalikong antara Bupati nonaktif Bintan, Apri Sujadi dengan sejumlah pihak terkait pengurusan kuota rokok dan minuman alkohol (minol).

IDI Jatim Curigai Kasus COVID-19 di Bangkalan Dari Virus Varian Baru
Indonesia
IDI Jatim Curigai Kasus COVID-19 di Bangkalan Dari Virus Varian Baru

Kasus di Madura, bisa juga model varian baru COVID-19. Sebab, dari informasi yang ada adalah memang banyak pendatang dari tempat lain, yang itu dicurigai sebagai pembawa virus.

Polri Dukung Satgas BLBI
Indonesia
Polri Dukung Satgas BLBI

"Polri siap mendukung sepenuhnya Satgas BLBI ini," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (18/4)

Kemenkeu Blokir Dana Pesantren Rp 500 Miliar, DPR: Ada Apa?
Indonesia
Kemenkeu Blokir Dana Pesantren Rp 500 Miliar, DPR: Ada Apa?

"Kami mempertanyakan alasan pemblokiran dana bantuan untuk madrasah dan pesantren Rp500 miliar yang tidak kunjung turun dalam enam bulan terakhir. Ada apa, sehingga bantuan untuk pesantren dan madrasah justru tersendat," tutur Nurhuda

Komnas HAM Minta Penyidikan Kebakaran Lapas Tangerang Mendalam, Objektif dan Transparan
Indonesia
Komnas HAM Minta Penyidikan Kebakaran Lapas Tangerang Mendalam, Objektif dan Transparan

Kalau soal investigasi yang lebih dalam tentu kita sudah kontak juga dengan Kapolda

Selain Bansos Jabodetabek, KPK Dalami Dugaan Korupsi Bansos Difabel dan Lain-Lain
Indonesia
Selain Bansos Jabodetabek, KPK Dalami Dugaan Korupsi Bansos Difabel dan Lain-Lain

Karyoto menegaskan, tak tertutup kemungkinan KPK akan membuka penyelidikan baru untuk mendalami berbagai informasi mengenai program-program bansos lainnya.

Politikus PDIP Cuma Aktif Jabat Wali Kota Surabaya 3 Hari
Indonesia
Politikus PDIP Cuma Aktif Jabat Wali Kota Surabaya 3 Hari

Reni berharap saat itu Whisnu diangkat sebagai wali kota definitif segera setelah DPRD mengusulkannya