[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin Sinovac Bikin Alat Vital Memanjang Sampai 3 Inchi Kedatangan Vaksin COVID-19 produksi Sinovac di Bio Farma, 6 Desember 2020. (Foto: Setpres).

Merahputih.com - Akun Agus Papaa Jenggott (fb.com/agus.p.mansyur) pada 7 Januari 2021 mengunggah sebuah gambar potongan koran yang berisi narasi tentang vaksin COVID-19. Narasinya sebagai berikut:

“Dalam sebuah jurnal terbitan Inggris misalnya, vaksin Sinovac disebutkan memberi efek samping pembesaran alat kelamin. Lelaki yang sudah disuntik vaksin buatan China tersebut disebutkan alat vitalnya memanjang sampai 3 inchi.”

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Sultan Brunei Bakal Beli Singapura

FAKTA

Berdasarkan hasil penelusuran Mafindo, klaim adanya jurnal terbitan Inggris yang menyebutkan bahwa vaksin Sinovac memberi efek samping pembesaran alat kelamin adalah klaim yang keliru.

Faktanya, klaim tersebut adalah informasi palsu. Jurnal yang disebutkan di klaim adalah studi yang telah diedit sedemikian rupa.

Sejauh ini ada dua vaksin COVID-19 yang sudah mengumumkan efektivitasnya, yakni Pfizer-BioNTech dan Moderna.

Baik data uji klinis Pfizer-BioNTech maupun analisis efikasi Moderna dari studi Fase 3 vaksinnya tidak menunjukkan pembesaran penis sebagai salah satu risiko atau efek samping.

Sementara itu, informasi mengenai vaksin Sinovac dapat membuat penis membesar hingga 3 inci adalah salah. Mereka menemukan sebuah studi yang telah diedit sedemikian rupa.

Studi asli yang diterbitkan pada ‘The New England Journal of Medicine berjudul ‘Phase 1-2 Trial of a SARS-CoV-2 Recombinant Spike Protein Nanoparticle Vaccine’ telah diedit menjadi ‘SARS-CoV-2 Recombinant COVID-19 Vaccine has shown to increase penis lenght by 3 inches in some individuals’.

Salah satu bukti bahwa studi itu telah diedit terlihat dari adanya kesamaan metode yang digunakan dalam jurnal palsu tersebut.

Hasil penelusuran di situs NEJM juga tidak ditemukan jurnal berjudul ‘SARS-CoV-2 Recombinant COVID-19 Vaccine has shown to increase penis lenght by 3 inches in some individuals’.

“Studi itu tipuan. Kesalahan ejaan dan tata bahasa dan jelas bahasa non-akademis yang terkandung dalam artikel dengan mudah menunjukkan bahwa itu dimaksudkan untuk menjadi humor, tetapi bukti pasti dapat ditemukan dalam fakta bahwa artikel tersebut menyalin dan menempel seluruh bagian dari studi nyata, yang sebenarnya diterbitkan di New England Journal of Medicine pada 10 Desember 2020,” kutip Snopes.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Minum Rebusan Daun Teh dan Batang Lada Sembuhkan Corona

?KESIMPULAN

Informasi palsu. Jurnal yang disebutkan di klaim adalah studi yang telah diedit sedemikian rupa. Jubir vaksinasi COVID-19 dari BPOM, Lucia Rizka Andalusia, menegaskan informasi tersebut hoaks. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Unhan Bantu Asupan Gizi Balita di Masa COVID-19
Indonesia
Unhan Bantu Asupan Gizi Balita di Masa COVID-19

Ia berharap melalui bantuan makanan balita ini dapat membantu masyarakat dalam tumbuh kembang Balita terutama pada masa pendemi COVID-19.

Unggah Konten SARA, Relawan Jokowi Minta Diselesaikan Secara Pribadi
Indonesia
Unggah Konten SARA, Relawan Jokowi Minta Diselesaikan Secara Pribadi

akun Facebook atas nama Ambroncius Nababan mengunggah konten diduga bernuansa rasis terhadap mantan Anggota Komnas HAM Natalius Pigai dengan salah satu hewan.

 Gugus Tugas Rekomendasikan Ratusan Daerah Zona Hijau Boleh Beraktivitas
Indonesia
Gugus Tugas Rekomendasikan Ratusan Daerah Zona Hijau Boleh Beraktivitas

"Keberhasilan masyarakat produktif dan aman dari Covid-19 sangat bergantung pada kedisiplinan masyarakat, kesadaran kolektif dalam mematuhi protokol kesehatan," imbuhnya.

Temui TGB Zainul Majdi, Ketua BNPT Sebut Santri Rawan Terkena Paham Radikal
Indonesia
Temui TGB Zainul Majdi, Ketua BNPT Sebut Santri Rawan Terkena Paham Radikal

Boy Rafli mengungkapkan bahwa paham radikal intoleran yang dapat mendorong terjadinya aksi terorisme dapat menyasar siapa saja.

Prakiraan Cuaca: Jakarta Diguyur Hujan Hari Ini
Indonesia
Prakiraan Cuaca: Jakarta Diguyur Hujan Hari Ini

BMKG memprediksi sebanyak empat wilayah di Jakarta akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga hujan petir, Selasa (17/11).

Pimpinan DPR Apresiasi Terobosan Mantan Menkes Kembangkan Vaksin Nusantara
Indonesia
Pimpinan DPR Apresiasi Terobosan Mantan Menkes Kembangkan Vaksin Nusantara

BPOM mengevaluasi Vaksin Nusantara AntiCOVID-19 yang dikembangkan tim mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto

Jadi Inspektur Upacara HUT RI, Jokowi Pakai Baju Adat Kabupaten Timor Tengah Selatan
Indonesia
Turki Hukum Seumur Hidup Para Pemimpin Kudeta 2016
Dunia
Turki Hukum Seumur Hidup Para Pemimpin Kudeta 2016

Kudeta tersebut dilakukan para pimpinan militer dari sebuah pangkalan udara dekat ibu kota Ankara.

Solo KLB COVID-19, Proses Belajar Mengajar di Rumah Diperpanjang Sampai Awal Ramadan
Indonesia
Solo KLB COVID-19, Proses Belajar Mengajar di Rumah Diperpanjang Sampai Awal Ramadan

Hal itu terjadi setelah Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo belum mencabut status Solo kejadian luar biasa (KLB) virus corona.

Jokowi Sidak Kesiapan Banyuwangi Jadi Prototipe Wisata New Normal di Indonesia
Indonesia
Jokowi Sidak Kesiapan Banyuwangi Jadi Prototipe Wisata New Normal di Indonesia

Banyuwangi bersama Bali telah ditunjuk Pemerintah sebagai role model untuk re-opening pariwisata di Tanah Air New Normal COVID-19.