[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Dapat Sebabkan AIDS sampai Cacar Monyet Tangkapan layar soal hoaks vaksin dapat sebabkan AIDS sampai cacar monyet. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

MerahPutih.com - Beredar sebuah narasi di media sosial Facebook yang menyebutkan bahwa vaksin COVID-19 dapat menyebabkan imunodefisiensi di dalam tubuh manusia.

Dalam narasi ini disebutkan bahwa sistem imun yang melemah adalah efek VAIDS yang menjadi penyebab munculnya penyakit seperti AIDS bahkan sampai cacar monyet.

Kelemahan imun ini akan terjadi sejak suntikan vaksin pertama dan dampaknya akan terlihat pada 3-5 tahun atau 5-10 tahun mendatang.

Baca Juga:

Wagub DKI Pastikan 8 Warganya Terjangkit Virus dari Tikus Hoaks

SUMBER: FACEBOOK

archive.fo/YC8EHhttps://www.facebook.com/100001035323671/posts/pfbid02coh4mEerDdrAVjTnm2uDKN2BAUg4LTRgrBQr2DVfWrvqjZuHfHGM5tPhWDkKyumel/

NARASI:

“Did you know that the Covid19 VAXX can cause lowered immune system which allows viruses in your system to flourish, like Shingles, Smallpox, and even MONKEYPOX???

Yup, that’s right, the VAXX is the reason for VAIDS or otherwise known as Vaccine Induced AIDS will be popping up in all those who took the JAB. About 3-5 years after the first shot, of course everyone’s immune systems are different. It could be 5-10 years.

Regardless, it is time to get to know Jesus by reading the New Testament in the Bible, and then living it each day as if it were your last."

FAKTA:

Setelah melakukan penelusuran Mafindo terkait informasi ini, diketahui bahwa narasi yang beredar ini adalah hoaks.

Pernyataan yang menyebutkan bahwa vaksin COVID-19 mengandung bahaya yang dapat menimbulkan penyakit seperti AIDS sampai cacar monyet adalah pernyataan yang keliru.

Istilah VAIDS (Vaccine Acquired Immunodeficiency Syndrom) sering digunakan oleh kelompok antivaksin untuk menarasikan bahaya vaksin COVID-19.

Melansir dari artikel Kompas.com, Profesor Penyakit Menular di Perelman School of Medicine University of Pennsylvania dan Direktur Medis Penn Global Medicine, Stephen Gluckman MD mengatakan, tidak ada bukti yang menunjukkan adanya imunodefisiensi terkait dengan vaksin COVID-19.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Salju Turun di Medan

Terkait dengan AIDS, epidemilog Indonesia untuk Griffith University Australia Dicky Budiman menyatakan, bahwa AIDS tidak ada kaitannya dengan vaksin COVID-19. AIDS merupakan kondisi penyakit kronis yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Sama halnya dengan cacar monyet. Dicky menyatakan bahwa virus ini telah ada pada hewan sejak lama.

Adapun yang membuat seseorang terinfeksi cacar monyet adalah karena sebaran virusnya.

Sebaran virus ini dimungkinkan apabila manusia mengonsumsi daging hewan yang terinfeksi, serta belum memasaknya dengan sempurna.

KESIMPULAN:

Jadi dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyebutkan vaksin COVID-19 menyebabkan AIDS sampai cacar monyet merupakan hoaks kategori misleading content atau konten yang menyesatkan. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Agen CIA Doktrin Mahasiswa Berdemo dan Melawan Pemerintah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA] Tjahjo Kumolo Meninggal karena Vaksin COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Tjahjo Kumolo Meninggal karena Vaksin COVID-19

Setelah ditelusuri, beberapa media mengabarkan bahwa Alm Tjahjo Kumolo meninggal dikarenakan komplikasi organ dalam dan ada infeksi yang menjalar ke paru-paru.

16,2 Juta Orang Telah Terima BLT BBM
Indonesia
16,2 Juta Orang Telah Terima BLT BBM

Pemerintah menambah anggaran bantuan sosial yang akan disalurkan kepada anak yatim piatu, lansia tunggal dan penyandang disabilitas pada bulan Desember 2022.

Lalu Lintas Arah Istana Negara Ditutup Imbas Demo
Indonesia
Lalu Lintas Arah Istana Negara Ditutup Imbas Demo

Sejumlah elemen mahasiswa dan buruh akan menggelar demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat (Jakpus). Jalan Medan Merdeka Barat arah Istana Negara ditutup.

Jokowi Tak Ingin Citra Polri Babak Belur di Kasus Penembakan Brigadir J
Indonesia
Jokowi Tak Ingin Citra Polri Babak Belur di Kasus Penembakan Brigadir J

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaruh perhatian besar terhadap kasus penembakan anggota polisi Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat.

Eks CEO Bukalapak Jadi Anak Buah Luhut
Indonesia
Eks CEO Bukalapak Jadi Anak Buah Luhut

Rachmat diyakini akan memberikan manfaat

Perusahaan Bir Sponsori Formula E Jakarta, Sahroni Beri Penjelasan
Indonesia
Perusahaan Bir Sponsori Formula E Jakarta, Sahroni Beri Penjelasan

Menanggapi hal itu, Ketua Komite Pelaksana atau Organizing Committee (OC) Formula E Ahmad Sahroni buka suara. Ia menjelaskan bahwa sponsor yang tengah beredar di masyarakat merupakan sponsor dari luar negeri. Sehingga, tidak ada urusannya bagi Indonesia.

PSI Sarankan Pj DKI 1 Terbitkan Surat Edaran WFH saat Musim Hujan
Indonesia
PSI Sarankan Pj DKI 1 Terbitkan Surat Edaran WFH saat Musim Hujan

Penjabat (Pj) Gubernur Heru Budi Hartono agar perkantoran di Jakarta memberlakukan kerja dari rumah saat musim hujan.

FX Rudy Ungkap Alasan Ganjar Tidak Diundang di Acara Halal Bihalal DPD PDIP Jateng
Indonesia
FX Rudy Ungkap Alasan Ganjar Tidak Diundang di Acara Halal Bihalal DPD PDIP Jateng

Ia memastikan ketidakhadiran ganjar di acara halal bi halal DPD PDIP Jateng itu karena memang tidak diundang.

Bank DKI Sediakan Layanan e-Channel Pembayaran Tagihan Rumah Sakit
Indonesia
Bank DKI Sediakan Layanan e-Channel Pembayaran Tagihan Rumah Sakit

Bank DKI menyediakan layanan pembayaran tagihan rumah sakit secara nontunai lewat platform e-Channel. Pembayaran nontunai ini tersedia di Rumah Sakit Umum (RSU) Adhyaksa.

KPK Bakal Tahan Tersangka Korupsi LNG Pertamina Akhir Tahun Ini
Indonesia
KPK Bakal Tahan Tersangka Korupsi LNG Pertamina Akhir Tahun Ini

KPK memastikan akan segera melakukan upaya paksa penahanan terhadap tersangka kasus korupsi pengadaan gas alam cair PT Pertamina.