[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Bisa Merusak Sel Otak dan Darah Vaksinasi COVID-19 di Yogyakarta. (Foto: MP/Teresa Ika))

MerahPutih.com - Beredar sebuah unggahan dalam sebuah akun Facebook yang menyatakan bahwa vaksin COVID-19 menyebabkan kerusakan pada sel otak dan sel darah.

Narasi

"Allahuakhbar.Darah berubah lepas kena…………..BUKTI peksin MERUSAK SEL DARAH DAN SEL OTAK MANUSIA YG MENDAPAT peksinIni adalah hasil penelitian di laboratorium perbedaan antara sel darah orang yg belum di peksin dan sel darah orang lain yg sudah di peksinDan hasil nya mengejutkan.. sel darah orang yg sudah di peksin mengalami kerusakan dan perubahan"

Baca Juga

[HOAKS atau FAKTA]: PP Muhammadiyah Tolak Vaksinasi Penduduk KTP Non-Islam

Cek fakta

Berdasarkan hasil penelusuran Mafindo, unggahan serupa juga beredar pada tanggal 1 April 2021, satu hari sebelum unggahan pada akun Mohamad Nasrun diunggah.

Melansir dari Liputan6 yang mewawancarai dr. Muhammad Fajri Adda’i, yang merupakan edukator dan relawan tim penanganan COVID-19 menjelaskan bahwa aluminium yang disebutkan dalam unggahan tersebut berfungsi untuk membuat kemampuan vaksin menjadi lebih efektif.

Foto: Mafindo

Hal ini mengindikasikan bahwa aluminium yang terkandung dalam vaksin COVID-19 tidak merusak sel otak dan sel darah, justru membantu meningkatkan kemampuan kerja vaksin.

Hingga detik ini tidak ada penelitian yang menyatakan bahwa vaksin COVID-19 dapat menyebabkan kerusakan sel otak dan sel darah.

Meskipun unggahan tersebut mencantumkan sumber referensi dari jurnal, isi dari jurnal tersebut tidaklah berhubungan dengan Covid-19. Isi jurnal tersebut menjelaskan hubungan antara aluminium dengan Alzheimer serta peningkatan CRP secara umum, dan tidak sama sekali menyinggung tentang COVID-19.

Kesimpulan

Dengan demikian, maka dapat dikatakan bahwa isi unggahan yang diunggah oleh akun Facebook Mohamad Nasrun tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan. (Knu)

Baca Juga

[Hoaks atau Fakta]: Presiden Jokowi Setuju Melepas Papua Barat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Cegah Penularan COVID-19, Tes CPNS Bisa di Daerah Asal
Indonesia
Cegah Penularan COVID-19, Tes CPNS Bisa di Daerah Asal

Pada seleksi CPNS, PPPK Guru, dan PPPK Non-Guru tahun 2021, BKN akan tetap menyediakan layanan masa sanggah pada dua kali kesempatan.

DKI Siap Terapkan PPKM Darurat, Unit Usaha Langgar Aturan Kena Sanksi Berat
Indonesia
DKI Siap Terapkan PPKM Darurat, Unit Usaha Langgar Aturan Kena Sanksi Berat

Pemprov DKI Jakarta bakal mengikuti aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang dibuat pemerintah pusat.

BP BUMD DKI Gandeng KNKT untuk Audit Menyeluruh TransJakarta
Indonesia
BP BUMD DKI Gandeng KNKT untuk Audit Menyeluruh TransJakarta

"Akan dilakukan audit menyeluruh soal keselamatan operasi. Dalam proses audit ini rencananya TransJakarta bekerja sama dengan KNKT," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Pembina BUMD DKI Riyadi di Jakarta, Jumat (3/12)

Jelang Superbike, Renovasi 398 Rumah Tak Layak Huni Jadi Hunian Pariwisata Rampung
Indonesia
Jelang Superbike, Renovasi 398 Rumah Tak Layak Huni Jadi Hunian Pariwisata Rampung

Anggaran per rumah sangat bervariasi mulai hanya Rp90 juta dan ada juga yang dimaksimalkan Rp 115 juta dan pemilik rumah juga harus berkontribusi untuk menambahkan kelengkapan lainnya.

Jawa Barat Telah Terima Ribuan Tabung Oksigen
Indonesia
Jawa Barat Telah Terima Ribuan Tabung Oksigen

Posko Oksigen juga menerima bantuan liquid oksigen dari PT. Pusri sebanyak 10 ton dan PT Tanoto sebanyak 44 ton yang dikirimkan secara bertahap dan akan terus berlanjut.

Mahfud MD Ungkap Alasannya Tak Setuju Masa Jabatan Jokowi Diperpanjang
Indonesia
Mahfud MD Ungkap Alasannya Tak Setuju Masa Jabatan Jokowi Diperpanjang

Isu perpanjangan massa jabatan Presiden Joko Widodo menjadi tiga periode kembali mencuat.

Pasien Membeludak, RS Darurat Wisma Atlet Terancam Kekurangan Dokter
Indonesia
Pasien Membeludak, RS Darurat Wisma Atlet Terancam Kekurangan Dokter

Kasus COVID-19 di DKI Jakarta dan sekitarnya melonjak signifikan selama sepekan terakhir.

[Hoaks atau Fakta]: Batuk Setelah Tahan Napas 10 Detik Terindikasi Kena COVID-19
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Batuk Setelah Tahan Napas 10 Detik Terindikasi Kena COVID-19

Cara terbaik untuk mengonfirmasi virus COVID-19 adalah melalui tes laboratorium, atau saat ini dikenal sebagai tes PCR.

Protes UMP Naik 1,2 Persen, Buruh Jatim Kumpulkan Uang Receh untuk Gubernur
Indonesia
Protes UMP Naik 1,2 Persen, Buruh Jatim Kumpulkan Uang Receh untuk Gubernur

Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur melakukan aksi mengumpulkan uang koin atau recehan di depan Gedung Negara Grahadi

Pengamat Khawatirkan Empat Pasal Ini dalam RUU KUHP
Indonesia
Pengamat Khawatirkan Empat Pasal Ini dalam RUU KUHP

Betapa luasnya makna lembaga negara itu