[Hoaks atau Fakta]: Uang Haji Habis, Indonesia Gagal Dapat Kuota Haji dan Malaysia Bertambah Makkah. (Haramain TV)

MerahPutih.com - Sebuah akun twitter bernama @/habangbangsel mengomentari terkait postingan bahwa Indonesia gagal memberangkatkan jemaah haji tahun 2021, dan mengklaim bahwa Malaysia Justru mendapatkan tambahan 10 ribu kuota haji di tengah kondisi lockdown. Termasuk menyebut Indonesia gagal berangkat haji karena uang haji sudah habis.

https://archive.fo/agDEc======

“Ngak mungkin!!! Sedangkan Malaysia mendapatkan tambahan 10.000 padahal lagi lock down di negara nya. Ini bukan masalah izin tapi masalah uang haji yg sudah tidak ada”.

Baca Juga:

[Hoaks atau Fakta]: Pembatalan Haji Karena Indonesia Belum Bayar Tagihan

FAKTA

Dalam artikel berjudul “Arab Saudi tambah 10.000 kuota haji Malaysia” yang dimuat pada 10 Maret 2021. Dijelaskan bahwa pemberian tambahan kuota haji kepada Malaysia berlaku hanya saat pandemi COVID-19 usai.

“Kami sudah dapat keputusan baik persetujuan apabila keadaan (COVID-19) pulih sepenuhnya, kuota haji ditambah 10.000 dari jumlah yang ada,” kata Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin pada 10 Maret 2021 lalu.

Menteri pada Kantor Perdana Menteri Malaysia Urusan Agama, Zulkifli Mohamad al-Bakri, dalam berita ANTARA, juga menyatakan negaranya hingga kini belum menerima keputusan pemberangkatan jemaah haji Malaysia ke Tanah Suci dari pemerintah Arab Saudi.

Kemudian terkait isu bahwa Indonesia gagal berangkatkan jemaah haji karena uang haji sudah habis dan memiliki hutang adalah keliru.

Menteri Agama Indonesia Yaqut Cholil Qoumas memastikan pemerintah tidak memberangkatkan jemaah haji Indonesia 1442 H/2021 M karena pandemi Covid-19. Menurutnya, di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia, kesehatan, dan keselamatan jiwa jemaah lebih utama dan harus dikedepankan.

Dia juga menjawab isu yang menyebut batalnya keberangkatan haji 2021 karena persoalan utang yang dimiliki Indonesia. Yaqut pastikan Indonesia tidak memiliki utang atau tagihan yang belum dibayar. Yaqut pun menegaskan kabar terkait tagihan belum dibayar adalah berita bohong.

Hoaks info haji. (Foto: Mafindo)
Hoaks info haji. (Foto: Mafindo)

Sampai saat ini, Pemerintah Saudi menyatakan, calon jemaah yang bisa mengikuti ibadah haji tahun ini hanyalah warga lokal serta WNA yang sudah menetap di Saudi.

"Melihat perkembangan pandemi COVID-19 yang terus merebak dan munculnya mutasi baru, pendaftaran haji 1442 H akan dibatasi hanya untuk mukimin (ekspatriat) dan warga Arab Saudi dari dalam negeri,’ tulis Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dalam pengumumannya di Twitter, Sabtu (12/6).”

KESIMPULAN

Bukan saat lockdown. Perdana Menteri Malaysia, Tan Sri Muhyiddin Yassin menyebutkan bahwa tambahan 10 ribu kuota haji kepada Malaysia hanya berlaku ketika pandemi COVID-19 usai. Informasi ini termasuk kategori meyesatkan.

Baca Juga:

[Hoaks atau Fakta]: Tarik Dana Haji, Warga Tidak Bisa Berangkat Seumur Hidup

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Rumah Sakit Bakal Difokuskan Rawat Pasien COVID-19 Komorbid
Indonesia
Rumah Sakit Bakal Difokuskan Rawat Pasien COVID-19 Komorbid

Pemerintah memprioritaskan pasien COVID-19 yang memiliki gejala dan komorbid untuk dirawat dan diisolasi di rumah sakit.

Hari Pahlawan, MUI Soroti Polarisasi Masyarakat yang Semakin Runcing
Indonesia
Hari Pahlawan, MUI Soroti Polarisasi Masyarakat yang Semakin Runcing

"Harus menjadikan pancasila dan UUD 1945 sebagai acuan bersama. Supaya polarisasi dan perbedaan pandangan yang ada saat ini tidak semakin meruncing bahkan memanas," jelas Abbas

6 Orang Tertipu ASN Makelar CPNS Kalteng, 1 Korban Disuruh Bayar Rp 68 Juta
Indonesia
6 Orang Tertipu ASN Makelar CPNS Kalteng, 1 Korban Disuruh Bayar Rp 68 Juta

Tersangka YA, perempuan 45 tahun, tercatat sebagai ASN aktif di Pemprov Kalteng.

Jurkam Nasional Gibran-Teguh Hadir Secara Tatap Muka dan Virtual
Indonesia
Jurkam Nasional Gibran-Teguh Hadir Secara Tatap Muka dan Virtual

Kehadiran mereka menyapa masyarakat Solo dilakukan secara online dan tatap muka terbatas.

Puncak Kasus COVID-19 Akibat Mudik Bakal Terasa di Pertengahan Juni
Indonesia
Puncak Kasus COVID-19 Akibat Mudik Bakal Terasa di Pertengahan Juni

Kementerian Kesehatan memperkirakan laporan puncak kasus COVID-19 usai Lebaran tidak akan setinggi pada agenda liburan sebelumnya.

Tsunami COVID-19 di Kudus Diduga Akibat Kegiatan Religi Pasca Lebaran
Indonesia
Tsunami COVID-19 di Kudus Diduga Akibat Kegiatan Religi Pasca Lebaran

Dari kunjungan tersebut didapatkan keadaan ini terjadi sebagai dampak dari adanya kegiatan wisata religi berupa ziarah serta tradisi kupatan yang dilakukan oleh warga Kudus pada tujuh hari pasca Lebaran.

Atasi Kejenuhan, Guru dan Siswa Dilatih Produktif Berwirausaha di Tengah Pademi COVID-19
Indonesia
Atasi Kejenuhan, Guru dan Siswa Dilatih Produktif Berwirausaha di Tengah Pademi COVID-19

Selain mendorong pembelajaran daring yang maksimal, para dosen juga melatih guru dan siswa agar produktif berwirausaha dari rumah selama masa pandemi COVID-19.

Ridwan Kamil Umumkan Varian Delta Sudah Ada di Karawang dan Depok
Indonesia
Ridwan Kamil Umumkan Varian Delta Sudah Ada di Karawang dan Depok

Gubernur Jawa Barat mengumumkan virus corona varian baru Delta telah ditemukan di Karawang dan Depok.

Pemerintah Tambah 8 Aturan Turunan UU Cipta Kerja
Indonesia
Pemerintah Tambah 8 Aturan Turunan UU Cipta Kerja

Hingga saat ini sebanyak 19 Rancangan PP dan empat Perpres telah selesai diharmonisasi dan siap diundangkan, sedangkan 21 peraturan pelaksana sisanya masih dalam proses dan hampir selesai.

Kapolda Metro Jaya Tegaskan Masyarakat Jakarta Menantikan Pemimpin Tegas
Indonesia
Kapolda Metro Jaya Tegaskan Masyarakat Jakarta Menantikan Pemimpin Tegas

Kegiatan ini merupakan konsolidasi pertama yang dilakukan Irjen Fadil Imran usai dilantik jadi Kapolra Metro Jaya