[HOAKS atau FAKTA]: Tidak Memakai Masker, Pengendara Motor dan Mobil Didenda Rp5 Juta Personel Polres Mimika membagikan masker kepada pengendara motor di Timika, Kabupaten Mimika, Papua. (ANTARA /HO-Humas Polres Mimika)

MerahPutih.com - Pengendara sepeda motor atau mobil dikabarkan akan dikenakan sanksi tilang sebesar Rp5 juta atau kurungan penjara selama dua minggu apabila tidak menggunakan masker saat berkendara. Informasi tersebut beredar baik melalui pesan berantai WhatsApp dan juga media sosial Facebook.

Begini narasinya:

Bagi yg keluar rumah. Pejalan kaki, pengendara motor/mobil, harap pakai masker, sanksi tilang sdh diberlakukan, denda 5 juta atau penjara 2 minggu ayo kita disiplin demi perangi Covid19 bersama sama agar cepat berakhir saudara-saudari.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Akhirnya Berikan Kuota 10 GB Gratis

Fakta:

Guna meluruskan informasi yang disebar oleh oknum tidak bertanggung jawab, pihak kepolisian pun akhirnya angkat bicara terkait hal tersebut.

Mengutip dari media sosial Humas Polda Kalteng @HumasPoldaKalteng dinyatakan bahwa informasi seputar sanksi berupa denda apabila tidak menggunakan masker saat berkendara adalah tidak benar alias hoaks.

https://img.antaranews.com/cache/730x487/2020/05/05/Tangkapan-layar-hoaks-tilang-lima-juta-bagi-pengendara-tanpa-masker_1.jpg
Tangkapan layar penendara didenda Rp5 juta karena tidak pakai masker. (Foto: antaranews.com/Facebook)

Lebih lanjut dijelaskan bahwa peraturan tersebut tidak tertera dalam UU Nomor 22 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA] Ibu dan 2 Anak Bunuh Diri Karena Kelaparan Akibat Lockdown di Sumedang

Kesimpulan:

Kepolisian Negara Republik Indonesia tidak pernah mengeluarkan kebijakan semacam itu. Berdasarkan fakta di atas, informasi tersebut tidak benar alias hoaks. (Pon)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Hotel Terdampak COVID-19 di Bali Dikuasai Monyet

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gerebek Lumpur, Klaim Pemprov DKI Tangani Banjir
Indonesia
Gerebek Lumpur, Klaim Pemprov DKI Tangani Banjir

Gerebek Lumpur ini membantu mengurangi proses pendangkalan dengan mengerahkan alat berat berskala hingga tiga kali lipat dari kapasitas biasanya.

Rapid Tes Massal, Delapan Warga Kota Cirebon Reaktif COVID-19
Indonesia
Rapid Tes Massal, Delapan Warga Kota Cirebon Reaktif COVID-19

Rapid tes dilakukan karena ada warga di daerah tersebut yang positif terpapar COVID-19

Ingat Umur, Pelaku Penghinaan Ahok Tak Sanggup Jika Harus Dipenjara
Indonesia
Ingat Umur, Pelaku Penghinaan Ahok Tak Sanggup Jika Harus Dipenjara

Mereka menghina Ahok lewat akun instagram mereka

Kemenag Diminta Transparan Soal Biaya Umrah di Masa Pandemi COVID-19
Indonesia
Kemenag Diminta Transparan Soal Biaya Umrah di Masa Pandemi COVID-19

Pembatasan umur calon jamaah yang bisa berangkat dari 18-50 tahun

AJI Kritik Rapid Tes COVID-19 untuk Wartawan, Ini Alasannya
Indonesia
AJI Kritik Rapid Tes COVID-19 untuk Wartawan, Ini Alasannya

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta menilai, kebijakan tes cepat untuk kalangan wartawan merupakan sebuah pengistimewaan

MUI Desak Presiden Jokowi Pecat Kepala BPIP
Indonesia
MUI Desak Presiden Jokowi Pecat Kepala BPIP

Upaya BPIP memberi pemahaman pada masyarakat soal Pancasila akan lebih sulit jika cara pandang pucuk pimpinannya seperti itu.

Pemasok Narkoba ke Pesinetron 'Anak Langit' Diciduk Polisi
Indonesia
Pemasok Narkoba ke Pesinetron 'Anak Langit' Diciduk Polisi

Atas perbuatannya tersebut, ia terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. Ancaman minimal 5 tahun penjara paling lama 20 tahun penjara.

9 WNA India di Yogyakarta Positif COVID-19
Indonesia
9 WNA India di Yogyakarta Positif COVID-19

"Jumlah mereka ada 15 orang. Mereka bergabung dalam aktivitas keagamaan jamaah tabligh yang terpusat di Masjid Al-Ittihad," jelas Biwara

Anak-anak Ikut Demo RUU HIP, FPI Cs Dilaporkan ke KPAI
Indonesia
Anak-anak Ikut Demo RUU HIP, FPI Cs Dilaporkan ke KPAI

Pelaporan itu dilaksanakan Kowani dengan mendatangi langsung kantor KPAI, di Jakarta, Senin (29/6) dipimpin Ketua Bidang Soskeskel Dr. Khalilah

Selain Hasto, KPK Juga Periksa Dua Komisioner KPU Hasyim dan Evi
Indonesia
Selain Hasto, KPK Juga Periksa Dua Komisioner KPU Hasyim dan Evi

Penyidik KPK hari ini juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga orang staf di DPP PDIP