[HOAKS atau FAKTA]: Takut Dibunuh Setelah Sebut COVID-19 Rekayasa, Ahli Virus Tiongkok Kabur ke Amerika Tangkapan layar terkait unggaha Facebook terkait dokter Tiongkok yang kabur ke AS terkait virus corona. (Foto: MP/turbackhoax.id)

MerahPutih.com - Beredar artikel di media sosial berjudul “Takut Dibunuh, Ahli Virus China Kabur ke AS: Saya Bersaksi COVID-19 Hasil Persekongkolan Jahat”. Salah satunya dimuat di situs beritaviral-lagi[dot]blogspot.com pada 17 Juli 2020.

Berikut kutipan artikel tersebut;

“Li-Meng Yan, dokter China yang berspesialisasi dalam virologi dan imunologi di Hong Kong School of Public Health, melarikan diri ke Amerika Serikat (AS) sejak 28 April lalu. Ahli virus ini menuduh pemerintah negaranya menutup-nutupi virus corona baru penyebab Covid-19. Beberapa jam sebelum dia naik pesawat Cathay Pacific 28 April ke Amerika Serikat, dokter terkemuka ini telah merencanakan pelariannya, mengemas tasnya dan menyelinap melewati sensor dan kamera video di kampusnya di Hong Kong.

Dia saat itu sudah membawa paspor dan dompetnya dan akan meninggalkan semua orang yang dicintainya. Jika dia tertangkap, dia tahu dia bisa dijebloskan ke penjara, atau, lebih buruk lagi, menjadikan dirinya salah satu dari “orang yang hilang”.

Yan mengatakan kepada Fox News dalam sebuah wawancara eksklusif bahwa dia percaya pemerintah China tahu tentang virus corona jauh sebelum mengklaim itu. Dia mengatakan atasannya, yang terkenal sebagai beberapa ahli top di lapangan, juga mengabaikan penelitian yang dia lakukan pada awal pandemi yang dia percaya bisa menyelamatkan nyawa manusia.

Hingga saat ini virus corona masih menjadi misteri, pasalnya kabar apakah virus itu dibentuk dari alam atau buatan manusia hingga kini belum terjawab. Namun banyak sebagian ahli berpendapat bahwa virus ini buatan manusia.“

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Kaesang Sebut Jokowi Tukang Tipu

FAKTA:

Berdasar hasil penelusuran Tim Cek Fakta Tempo dan Liputan6, klaim bahwa ahli virus Tiongkok Li Meng Yan menyebut bahwa COVID-19 merupakan hasil persekongkolan jahat adalah klaim yang keliru.

Li Meng Yan hanya menyebut bahwa Tiongkok menutup-nutupi keberadaan COVID-19 sebelum akhirnya diumumkan secara resmi oleh pemerintah. Universitas Hong Kong (HKU) membantah klaim tersebut. HKU menyatakan isi wawancara Li dengan Fox News tidak sesuai dengan fakta-fakta kunci yang ada.

Tangkapan layar terkait unggaha Facebook terkait dokter Tiongkok yang kabur ke AS terkait virus corona. (Foto: MP/turbackhoax.id)
Tangkapan layar terkait unggaha Facebook terkait dokter Tiongkok yang kabur ke AS terkait virus corona. (Foto: MP/turbackhoax.id)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA] Indomie Rasa Saksang Babi

KESIMPULAN:

Atas penelusuran Tim Cek Fakta, diketahui bahwa informasi yang disebarlkuasakn lewat Facebook berjudul “Takut Dibunuh, Ahli Virus China Kabur ke AS: Saya Bersaksi COVID-19 Hasil Persekongkolan Jahat” tidak benar dan termasuk sebagai konten yang menyesatkan. (Kbnu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA] Kumpul Bareng Pria Bersorban, Anies Disebut Makan Bareng Kumpulan Orang Jawa

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hadapi Pilkada 2020, Ini Beberapa Isu Penting Menurut Hasto PDIP
Indonesia
Hadapi Pilkada 2020, Ini Beberapa Isu Penting Menurut Hasto PDIP

Prosesnya dimulai dari penyaringan dan penjaringan calon dari bawah

FUI Minta Jawara Hingga Laskar Islam Ikut Buru Politisi PDIP
Indonesia
FUI Minta Jawara Hingga Laskar Islam Ikut Buru Politisi PDIP

KPK pada Kamis (9/1) telah mengumumkan empat tersangka dalam kasus tersebut

Anies Minta Alas Kaki Dibawa Masuk ke Masjid Atau Musala
Indonesia
Anies Minta Alas Kaki Dibawa Masuk ke Masjid Atau Musala

Anies juga meminta kepada umat muslim di DKI yang ingin beribadah di rumah ibadah untuk membawa alat salat sendiri

KPK Ajukan Banding atas Vonis 7 Tahun Imam Nahrawi
Indonesia
KPK Ajukan Banding atas Vonis 7 Tahun Imam Nahrawi

Politikus PKB itu hanya divonis 7 tahun penjara dan denda Rp400 juta subsider tiga bulan kurungan.

  Dirjen IKP Kemkominfo Luncurkan Ruang Pamer Monumen Pers Nasional di Solo
Indonesia
Dirjen IKP Kemkominfo Luncurkan Ruang Pamer Monumen Pers Nasional di Solo

"Masih banyak orang memberikan penilaian kalau Monumen Pers tidak hanya sekadar untuk menyimpan dokumen bersejarah. Sekarang bisa menjadi tempat edukasi atau pendidikan buat masyarakat umum," ujar Widodo

Ratusan Pekerja Indonesia Dipulangkan dari Malaysia Lewat Jalur Laut
Indonesia
Ratusan Pekerja Indonesia Dipulangkan dari Malaysia Lewat Jalur Laut

Pemulangan 409 pekerja asal Indonesia pada Selasa (30/6) merupakan pemulangan pekerja asing tanpa identitas yang ke-19 kali sepanjang tahun 2020.

Kasus COVID-19 DKI Kamis (21/5): 6.220 Positif, 1.536 Orang Sembuh
Indonesia
FPI Bukan PKI
Indonesia
FPI Bukan PKI

Hamdan merujuk pada Putusan MK No. 82/PUU-XI/2013

Operasi SAR Sriwijaya Air Dihentikan, DVI Terima 714 DNA
Indonesia
Operasi SAR Sriwijaya Air Dihentikan, DVI Terima 714 DNA

Kepala Basarnas (Kabasarnas) Marsma TNI Bagus Puruhito menenangkan keluarga para korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang ikut kegiatan tabur bunga di perairan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

Pemkot Jakpus Harap Kampung Tangguh Atasi Banjir di Tanah Abang
Indonesia