[HOAKS atau FAKTA]: Tak Puas Kepemimpinan Joe Biden, Warga Amerika Ingin Dipimpin Jokowi Tangkapan layar Facebook soal hoaks warga AS ingin dipimpin Jokowi. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

MerahPutih.com - Akun Facebook Dukung Jokowi 3 Periode (fb.com/Jokowi3Period) pada 28 Februari 2021 mengunggah sebuah gambar tangkapan layar artikel berjudul “Kecewa Dengan Biden, Warga Amerika Ingin Dipimpin Oleh Jokowi.”

Narasi sebagai berikut:

“Disaat para kadrun sangat membenci Pak Jokowi ternyata diluar negeri sana banyak orang yang mendambakan Pak Jokowi. Subhanallah, inilah karomah Waliyullah semakin banyak dibenci semakin banyak pula dipuja. Semakin yakin 3 Periode!”

Selain judul artikel, terdapat foto Presiden Joko Widodo (Jokowi), foto Presiden Joe Biden dan tulisan “Reporter : Non Koresponden”, “Editor: Eka Yudha Saputra” serta “Senin, 29 Februari 2021 12:00 WIB”

Sumber: https://bit.ly/3r1U6Qe (Arsip)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Ketua DPRD Kota Malang Tawarkan Pinjaman Kredit Cicilan Ringan

FAKTA:

Berdasarkan hasil penelusuran Mafindo, klaim adanya gambar artikel berjudul “Kecewa Dengan Biden, Warga Amerika Ingin Dipimpin Oleh Jokowi” merupakan klaim yang keliru.

Faktanya, gambar itu merupakan gambar editan dari artikel asli yang berjudul “Joe Biden Dikritik karena Tidak Hukum MBS Terkait Pembunuhan Jamal Khashoggi” yang dimuat di situs Tempo pada Minggu, 28 Februari 2021 pukul 16:00 WIB.

Dilansir dari Medcom, selain tidak ada informasi resmi dan valid mengenai hal itu, jika diteliti lagi, artikel itu diklaim dimuat pada Senin 29 Februari 2021 pukul 12.00 WIB. Seperti yang diketahui, Februari 2021 hanya sampai pada tanggal 28.

Kemudian tangkapan layar itu mirip dengan artikel yang dimuat Tempo.co pada Minggu 28 Februari 2021 pukul 16.00 WIB. Artikel itu berjudul “Joe Biden Dikritik karena Tidak Hukum MBS Terkait Pembunuhan Jamal Khashoggi”.

Tangkapan layar Facebook soal hoaks warga AS ingin dipimpin Jokowi. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)
Tangkapan layar Facebook soal hoaks warga AS ingin dipimpin Jokowi. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

Kemiripan itu dapat dilihat dari keterangan nama reporter, yakni non-koresponden dan editor, yakni Eka Yudha Saputra. Kemudian dari foto Biden yang dimuat pada artikel tersebut.

Selain mengedit judul dan tanggal, sumber klaim juga mengedit foto yang dimuat di artikel itu dengan cara memasukkan foto Presiden Jokowi yang aslinya merupakan foto Presiden Jokowi saat menyampaikan pidato secara virtual dalam Sidang Majelis Umum PBB, Rabu (24/9/2020) pagi waktu Indonesia atau Selasa (23/9/2020) malam waktu New York, Amerika Serikat yang salah satunya dimuat di artikel berjudul

“Lengkap, Isi Pidato Presiden Jokowi Saat Sidang Umum PBB” yang tayang pada 23 September 2020 di situs Kompas.

Baca Juga:

[Hoaks atau Fakta]: Ma'ruf Amin Perbolehkan Jual Miras Demi Kas Negara

KESIMPULAN:

Gambar editan dari artikel asli yang berjudul “Joe Biden Dikritik karena Tidak Hukum MBS Terkait Pembunuhan Jamal Khashoggi” yang dimuat di situs Tempo pada Minggu, 28 Februari 2021 pukul 16:00 WIB. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Bantuan 3,5 Juta dari Pemerintah untuk Seluruh Pemilik E-KTP

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pedagang Tanah Abang Tak Tahu Aturan Anies
Indonesia
Pedagang Tanah Abang Tak Tahu Aturan Anies

Kata pedagang, regulasi yang dikeluarkan Anies hanya berlaku kepada pengunjung yang ingin berbelanja.

Polisi Pakai Gas Air Mata, Sejumlah Pendemo Dilarikan ke Rumah Sakit
Indonesia
Polisi Pakai Gas Air Mata, Sejumlah Pendemo Dilarikan ke Rumah Sakit

Puluhan pendemo di Harmoni, Jakarta Pusat terkapar setelah aparat kepolisian memukul mundur menggunakan gas air mata.

Kebijakan COVID-19 di Daerah, Rawan Dimanipulasi Petahana
Indonesia
Kebijakan COVID-19 di Daerah, Rawan Dimanipulasi Petahana

Alfitra berharap isu kesehatan terutama terkait COVID-19 tidak menjadi komoditas atau bahan kampanye dalam Pilkada Serentak 2020 baik oleh petahana maupun pasangan calon penantang.

 Pemprov DKI: 79.914 Jalani Rapid Test, 3.050 Orang Positif COVID-19
Indonesia
Pemprov DKI: 79.914 Jalani Rapid Test, 3.050 Orang Positif COVID-19

Fify mencatat, per hari ini (3/5) total sebanyak 79.914 orang telah menjalani rapid test, dengan persentase positif COVID-19 sebesar 4 persen.

KPK Benarkan Saksi Penting di Kasus Edhy Prabowo Meninggal Dunia Tahun Lalu
Indonesia
KPK Benarkan Saksi Penting di Kasus Edhy Prabowo Meninggal Dunia Tahun Lalu

PT ACK merupakan satu-satunya perusahaan kargo yang mendapatkan izin untuk mengangkut benur ke luar negeri

PSBB Ketat, Hukuman Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan Bakal Makin Masif dan Tegas
Indonesia
PSBB Ketat, Hukuman Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan Bakal Makin Masif dan Tegas

PSBM merupakan pengawasan Polri terhadap protokol kesehatan

Anak Raja Dangdut Mangkir dari Pemeriksaan KPK
Indonesia
Anak Raja Dangdut Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Anak Raja Dangdut Rhoma Irama ini tidak hadir tanpa menyertai keterangannya pada pemanggilan di Kamis (14/1) kemarin.

Masih Jadi Wali Kota, Mensos Risma Bolak-balik Jakarta-Surabaya
Indonesia
Masih Jadi Wali Kota, Mensos Risma Bolak-balik Jakarta-Surabaya

Menteri Sosial Tri Rismaharini hingga kini masih merangkap jabatan sebagai Wali Kota Surabaya.

Baleg Selesaikan 118 DIM Perizinan Usaha di RUU Cipta Kerja
Indonesia
Baleg Selesaikan 118 DIM Perizinan Usaha di RUU Cipta Kerja

Dalam DIM pasal 23, 24, dan 25 RUU Cipta Kerja perihal ketentuan pemutusan sanksi terhadap pelanggaran, pembahasan agar dilakukan kembali dalam rapat berikutnya bersama Tim Musyawarah (Timus).

KPK Panggil Mahasiswi Sebagai Saksi Penyuap Edhy Prabowo
Indonesia
KPK Panggil Mahasiswi Sebagai Saksi Penyuap Edhy Prabowo

Ketiganya akan diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Suharjito, Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP). Suharjito merupakan tersangka penyuap Edhy Prabowo.