[HOAKS atau FAKTA]: Tak Perlu Vaksin, Tingkat Kesembuhan COVID-19 Capai 99 Persen Tangkapan layar Facebook tentang tingkat kesembuhan pasien COVID-19. (Foto: MP/turnbackhoax.id)

MerahPutih.com - Akun Facebook Liberty Bella membagikan story dengan narasi, “It’s a tough call. Do I risk getting Covid with its 99,9% recovery rate, Or do I get the vaccine with its 80% Adverse Reaction rate, and has killed 5 people so far in the trials? What a predicament”.

Jika diterjemahkan: “Ini panggilan yang sulit. Apakah saya berisiko mendapatkan tingkat kesembuhan Covid 99, 9% Atau apakah saya mendapatkan vaksin dengan tingkat efek merugikan 80%, dan telah menewaskan 5 orang sejauh ini dalam persidangan? Apa yang menjadi kesulitan."

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Pedagang Mayestik Meninggal akibat Corona

FAKTA:

Klaim bahwa tingkat kesembuhan COVID-19 mencapai 99,9 persen tidak benar. Dikutip dari PRFM News tingkat kesembuhan di Indonesia pada Maret tercatat mencapai 8,33 persen dengan rata-rata 3,84 persen, lalu April mencatat persentase kesembuhan maksimum pada 15,04 persen dengan rata-rata 9,79 persen, Mei persentase sebesar 27,61 persen dengan rata-rata 21,97 persen, Juni mencapai 43,99 persen dengan rata-rata di angka 37,19 persen dan terakhir pada Juli persentase mencapai 55,70 persen dengan rata-rata 47,08 persen.

Dilansir dari Liputan6, Profesor Guy Marks dari University of NSW menyatakan, “Dengan asumsi orang yang tidak meninggal dunia pulih, maka tingkat kesembuhan takkan lebih dari 96 atau 97 persen. Bahkan ada beberapa orang yang pernah terinfeksi COVID-19 masih punya gejala yang sama yang terus bertahan hingga tak tahu kapan.”

Tangkapan layar Facebook tentang tingkat kesembuhan pasien COVID-19. (Foto: MP/turnbackhoax.id)
Tangkapan layar Facebook tentang tingkat kesembuhan pasien COVID-19. (Foto: MP/turnbackhoax.id)

USA Today juga menulis artikel bahwa kematian akibat Covid-19 tergantung pada usia, penyebaran penyakit.

Terkait vaksin yang disebut dalam story Liberty Bella, menurut Profesor Kedokteran pernapasan di University of NSW Guy Marks dalam Artikel “Misinformation and fake predicament in claims about COVID-19 and a vaccine that isn’t available”, klaim tentang vaksin tingkat reaksi merugikan 80 persen adalah palsu. Tidak ada vaksin dengan 80 persen efek samping yang buruk selama dia menggunakan.

Sedangkan klaim 5 orang meninggal akibat uji coba tidak punya dasar yang jelas. Hanya ada satu media di Ukraina memberitakan, sementara itu media berbahasa Inggris Ukraina, Kyiv Post pernah melaporkan di bulan Juni kalau negaranya bukan bagian dari tempat uji coba vaksin apa pun. Apalagi menguji coba vaksin pada manusia.

Berdasarkan penelusuran fakta yang ada, klaim tentang COVID-19 terkait tingkat kesembuhan mencapai 99,9 persen, efek buruk vaksin mencapai 80 persen dan kematian 5 orang saat uji coba adalah menyesatkan. Tidak ada statistik dan data yang kuat untuk mendukung klaim tersebut.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Rizieq Shihab Ditangkap Warga

KESIMPULAN:

Klaim tentang COVID-19 terkait tingkat kesembuhan mencapai 99,9 persen adalah informasi menyesatkan, vaksin dengan 80 persen efek samping yang buruk adalah palsu dan kematian 5 orang saat uji coba adalah menyesatkan. Tidak ada data statistik yang kuat untuk mendukung klaim tersebut. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Kentutnya Mematikan, Pria Uganda ini "Diburu" Perusahaan Pestisida


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH