[HOAKS atau FAKTA]: Tak Pakai Masker, Warga di Jalan Fatmawati Dihukum Masuk ke Peti Mati Tangkapan layar terkait hukuman masuk peti bagi pelanggar penggunaan masker. (Foto: MP/turnbackhoax.id)

MerahPutih.com - Beredar pesan berantai di WhatsApp berupa foto sekumpulan orang lengkap menggunakan APD dengan narasi yang menyebutkan sanksi tidak mengenakan masker akan dihukum selama lima menit di dalam peti mati.

Peristiwa tersebut diceritaka ada di Jalan Fatmawati.

“Yg lewat Fatmawati tdk menggunakan masker akan di hukum peti mati selama 5 mnt……. Bagaimana gaesss msh gk mau pake masker?????”

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Naik jadi Rp10 Ribu, Nilai Tukar Rupiah Tak Mungkin Turun

FAKTA:

Dari hasil penelusuran Tim Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), diketahui foto tersebut merupakan salah satu dokumentasi kegiatan sosialisasi COVID-19 di perempatan Jalan Raya Fatmawati, Cilandak, Jakarta pada Rabu (26/8/2020) pagi. Camat Cilandak, Jakarta Selatan, Mundari membantah kabar tersebut.

Dirinya menegaskan sanksi berupa berdiam diri di dalam peti mati adalah hoaks.

“Yang kabar itu ya, enggak benar itu,” katanya.

Tangkapan layar WhatsUpp terkait hukuman masuk peti bagi pelanggar penggunaan masker. (Foto: MP/turnbackhoax.id)
Tangkapan layar WhatsUpp terkait hukuman masuk peti bagi pelanggar penggunaan masker. (Foto: MP/turnbackhoax.id)

Mundari menuturkan, sanksi sangat tidak manusiawi. Sebab, seseorang dipastikannya akan kesulitan untuk bernafas apabila berdiam diri dalam peti mati.

Aksi sosialisasi dengan menggunakan peti mati tersebut bertujuan untuk mengingatkan bahaya penularan COVID-19 di tengah masyarakat. Mundari menyebutkan, peti mati nantinya akan digunakan sebagai alat sosialisasi bahaya COVID-19.

Selain peti mati, sosialisasi tersebut turut serta menggunakan beberapa properti lain seperti APD, keranda, dan pocong. Namun, tidak ditemukan pembahasan mengenai sanksi berdiam diri di peti mati selama 5 menit bagi yang tidak menggunakan masker.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Depresi Ditinggal Nikah, Seorang Pria Buang Rp300 Juta di Jalan

KESIMPULAN:

Dari penelusuran di atas, pesan berantai hukuman masuk peti mati selama 5 menit adalah Konten yang Salah.(Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Tabung Gas Elpiji Ada Masa Kedarluwarsa

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pengamat Intelijen Minta Pemerintah Waspadai Dua Reaksi Buntut Pembubaran FPI
Indonesia
Pengamat Intelijen Minta Pemerintah Waspadai Dua Reaksi Buntut Pembubaran FPI

Dialog harus dikedepankan sebelum adanya tindakan hukum atau aksi lainnya

Polisi Ciduk Pelaku Penganiayaan di Salemba
Indonesia
Polisi Ciduk Pelaku Penganiayaan di Salemba

Kapolsek Senen, Kompol Ewo Samono mengatakan, aksi penganiyaan itu dilakukan karena adanya dendam lama

Pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet Terus Bertambah
Indonesia
Pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet Terus Bertambah

Total ada sebanyak 4.556 pasien positif virus corona tengah menjalani perawatan di Tower 4-7 Wisma Atlet Kemayoran.

Update COVID-19 Senin (28/9): 278.722 Positif, 206.870 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Senin (28/9): 278.722 Positif, 206.870 Sembuh

Jumlah kumulatif kasus positif COVID-19 di Indonesia pada Senin (28/9) mencapai 278.722 orang.

Pasien Sembuh COVID-19 di RS Wisma Atlet Nyaris 2.000 Orang
Indonesia
Pasien Sembuh COVID-19 di RS Wisma Atlet Nyaris 2.000 Orang

909 pasien positif COVID-19 juga masih dirawat di RS Wisma Atlet

Yang Berbeda dari Upacara HUT RI Tahun Ini
Indonesia
Yang Berbeda dari Upacara HUT RI Tahun Ini

Setiap tahun, masyarakat dilibatkan dalam proses detik-detik penaikan dan penurunan bendera

Baleg DPR Akui Draft UU Cipta Kerja yang Beredar di Masyarakat Belum Final
Indonesia
Baleg DPR Akui Draft UU Cipta Kerja yang Beredar di Masyarakat Belum Final

"Bukan (draf final), apalagi versinya beda-beda," ujarnya

[HOAKS atau FAKTA]: Mahasiswa Bisa Minta Bantuan ke Kodam jika Ingin Demo
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Mahasiswa Bisa Minta Bantuan ke Kodam jika Ingin Demo

Kewenangan tidak lagi ada di tangan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Tulisan tersebut mengatasnamakan Kapuspen Mabes TNI Mayjen Sisriadi.

[HOAKS atau FAKTA]: Syekh Ali Jaber Kritis
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Syekh Ali Jaber Kritis

Masyarakat juga diminta turut memanjatkan doa untuk kesembuhan Syekh Ali Jabar dari virus COVID-19