[HOAKS atau FAKTA]: Swab Test COVID-19 Sebabkan Kerusakan Jaringan Otak Tangkapan layar Facebook tentang klaim tes COVID-19 sebabkan jaringan otak rusak. (Foto: MP/turnbackhoax.id)

MerahPutih.com - Beredar unggahan dari akun Facebook Sulis Kahfi dengan beberapa tangkapan layar berisi klaim bahwa swab test COVID-19 dapat membuat lapisan otak pecah. Tes COVID juga bisa menyebabkan pendarahan hingga kematian. Dampak dari tes tersebut pernah terjadi di Kanada.

Postingan tersebut disukai sebanyak 12 kali dan disebarkan kembali sebanyak 1 kali.

NARASI:

“Uji swab itu kayak gini bosku

Ternyata itu alat uji buat hewan yang idungnya panjang

Tebar manfaat baik ya,agar kebaikan balik padamu dan bertemu dengan orang orang baik…”

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Joe Biden Rayakan Ulang Tahun Tak Patuhi Protokol Kesehatan

FAKTA:

Berdasarkan penelusuran Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) terhadap kejadian tersebut mengarah ke sebuah artikel yang berjudul “Alami Kondisi Langka, Tes Swab Covid-19 Membuat Cairan Otak Wanita Ini Bocor” dari kompas.com yang dipublikasi pada 2 Oktober 2020.

Seorang wanita di Amerika Serikat yang mengalami kebocoran cairan otak dan mengeluh adanya cairan bening yang keluar dari hidungnya setelah melakukan swab test sehingga menimbulkan resiko infeksi yang mengancam jiwa.

Tangkapan layar Facebook tentang klaim tes COVID-19 sebabkan jaringan otak rusak. (Foto: MP/turnbackhoax.id)
Tangkapan layar Facebook tentang klaim tes COVID-19 sebabkan jaringan otak rusak. (Foto: MP/turnbackhoax.id)

Wanita itu ternyata pernah dirawat bertahun-tahun karena hipertensi intrakranial yaitu tekanan yang terlalu tinggi dari cairan serebrospinal yang melindungi otak, diketahui riwayat medisnya memiliki kondisi encephalocele yang menyebabkan cacat pada dasar tengkorak yang membuat lapisan otak yang menonjol ke hidung sehingga rentan pecah.

Walsh sebagai University of Iowa Hospital menjelaskan bahwa kejadian ini sangat langka dan perlunya pelatihan pengujian berkualitas tinggi mengingat pentingnya swab test COVID-19 yang akan dilakukan hingga pandemi berakhir.

Dapat disimpulkan kejadian ini terjadi di Amerika Serikat bukan Kanada dan tidak adanya pendarahan yang dapat menyebabkan kematian disebabkan oleh swab test.

Baca Juga:

Lebih dari 80 Tersangka Hoaks COVID-19 Tak Ditahan

KESIMPULAN:

Melihat dari penjelasan tersebut, klaim swab test COVID-19 dapat menyebabkan lapisan otak pecah dan pendarahan hingga kematian serta pernah terjadi di Kanada adalah tidak benar dan termasuk dalam Konten yang Menyesatkan/Misleading Content. (Knu)

Baca Juga:

104 Orang Dijadikan Tersangka karena Sebar Hoaks Corona

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pengusaha Diminta Jaga Arus Kas Sampai 2022
Indonesia
Pengusaha Diminta Jaga Arus Kas Sampai 2022

Ekonomi, kata Budi Gunadi, tidak akan sepenuhnya pulih jika aktivitas kontak fisik di masyarakat masih dibayangi oleh rasa tidak aman dalam hal kesehatan.

Pilkada Serentak 2020, Polda Jateng Prioritaskan Pengamanan Solo dan Semarang
Indonesia
Pilkada Serentak 2020, Polda Jateng Prioritaskan Pengamanan Solo dan Semarang

Polda Jawa Tengah telah memetakan Kota Solo dan Kota Semarang menjadi dua daerah yang menjadi prioritas pengamanan.

Panitia Pengawas Diam-diam Temui Timses Paslon Pilkada
Indonesia
Panitia Pengawas Diam-diam Temui Timses Paslon Pilkada

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melarang Panitia Pengawas (Panwas) bertemu dengan pasangan calon atau tim pemenangan pada Pilkada Serentak 2020 secara diam-diam.

Pemerintah Diminta Siapkan Regulasi Terkait Vaksin Corona
Indonesia
Pemerintah Diminta Siapkan Regulasi Terkait Vaksin Corona

Menurut Trubus, Erick Thohir yang juga Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional harus menyiapkan infrastruktur dan regulasi turunan terkait persoalan vaksinasi.

Jokowi Ultah, Ini Harapan Para Politisi
Indonesia
Jokowi Ultah, Ini Harapan Para Politisi

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang pernah menjadi wakil gubernur Jakarta mendampingi Jokowi juga turut mendoakan.

Gatot: Kalau KAMI Berubah Parpol, Saya Tidak Ikutan
Indonesia
Gatot: Kalau KAMI Berubah Parpol, Saya Tidak Ikutan

"Saya tidak menginginkan Pancasila diubah-ubah menjadi Trisila dan Ekasila. Atas dasar tersebut bergerak hati mendirikan KAMI," kata Gatot.

RUU Cipta Kerja Diprotes, Bahlil: Seolah Negara Ini Mau Bubar Saja
Indonesia
RUU Cipta Kerja Diprotes, Bahlil: Seolah Negara Ini Mau Bubar Saja

Investasi akan membuka lapangan kerja bagi lulusan-lulusan perguruan tinggi. Pasalnya, lulusan baru itu tentu tidak akan terserap seluruhnya menjadi pegawai negeri sipil atau perusahaan BUMN.

Tiga 'Mobile Storage' Pertamina disiapkan di Tol Purbaleunyi dan Tol Cipali
Indonesia
Tiga 'Mobile Storage' Pertamina disiapkan di Tol Purbaleunyi dan Tol Cipali

Mobile Storage adalah mobil tangki berisi BBM yang bersiaga untuk mengisi tangki BBM di SPBU

Abaikan Instruksi Pemerintah, Gibran Izinkan Warga Solo Mudik Lokal
Indonesia
Abaikan Instruksi Pemerintah, Gibran Izinkan Warga Solo Mudik Lokal

"Sejauh ini masih kita bolehkan (mudik lokal). Solo itu kota kecil banget. Jadi masih kita perbolehkan mudik lokal," ujar Gibran di Balai Kota, Jumat (7/5)

6 Ribu Orang Diduga Jadi Pemasok Dana Jaringan Teror JI
Indonesia
6 Ribu Orang Diduga Jadi Pemasok Dana Jaringan Teror JI

Sejauh ini perekrutan generasi muda JI sudah ada sejak 2011. Sebanyak tujuh angkatan terbentuk dengan total 96 orang peserta pelatihan.