[HOAKS atau FAKTA]: Sering Minum Boba Sebabkan Penyakit Usus Buntu Tangkapan layar soal hoaks sering minum boba sebabkan penyakit usus buntu. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

MerahPutih.com - Sebuah akun Faceebook bernama Dadan Sukarna membagikan unggahan video yang disebutnya sebagai proses operasi usus buntu.

Dalam video berdurasi 30 detik itu, dapat dilihat sebuah kantung yang ketika dibelah, mengeluarkan butiran-butiran hitam yang diklaim sebagai kumpulan boba.

Video ini sudah ditonton sebanyak 1,4 juta kali, dibagikan sebanyak kurang lebih 95 ribu kali, dan mendapat ribuan respons komentar dari pengguna Facebook lainnya.

SUMBER: FACEBOOKarchive.vn/dwFgVhttps://m.facebook.com/groups/AndaBertanyaSainsMenjawab/permalink/4546299905416990/https://www.facebook.com/dadan.sukarna.50/posts/597360324379876

Baca Juga:

[Hoaks atau Fakta]: Vaksin AstraZeneca Dibuat Satu Tahun Sebelum Pandemi

NARASI:

“Kenapa Boba ini tidak hancur oleh cairan asam lambung, sementara cairan asam lambung ini sangat kuat utk menghancurkan makanan, padahal Boba ini hanya sejenis gel atau agar-agar.— Hasil operasi usus buntu dan didapatkan Bubble Tea yg TIDAK bisa hancur “Xi Bo Ba”. Kurangi kunsumsi Bubble Tea sebelum terlambat."

FAKTA:

Namun saat dilakukan penelusuran Mafindo, unggahan seperti ini ternyata merupakan hoaks lama yang kembali beredar. Hoaks ini juga sempat viral di sepanjang tahun 2020.

Melansir dari artikel Detik.com, ahli pencernaan Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), menyatakan bahwa gambar yang ditampilkan dalam video tersebut adalah kantung empedu dan tidak ada kaitannya dengan boba.

Menurutnya butiran-butiran hitam di dalam video tersebut bukan diakibatkan oleh boba yang diketahui terbuat dari karbohidrat.

Dokter Ari menyatakan bahwa batu-batu kecil di dalam kantung empedu disebabkan oleh tingkat kolesterol yang tinggi.

“Jadi orang-orang yang makan cokelat, keju yang tinggi lemak itu akan menyebabkan kolesterol tinggi. Kalau itu banyak kita temukan kasus-kasus (batu empedu) seperti itu. Jadi tidak mungkin boba yang kandungannya itu karbohidrat, tidak berubah bentuknya di dalam kantung empedu,” ucap Dokter Ari.

Tangkapan layar soal hoaks sering minum boba sebabkan penyakit usus buntu. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)
Tangkapan layar soal hoaks sering minum boba sebabkan penyakit usus buntu. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

Dokter Ari pun menjelaskan, boba dipastikan akan hancur setelah melewati proses pencernaan, sekali pun tidak dikunyah.

Namun tidak menjadi alasan untuk manusia dapat mengonsumsinya secara berlebihan dan terus menerus, sebab hal ini dapat meningkatkan potensi seseorang untuk terkena penyakit kencing manis.

Kencing manis atau diabetes dapat menyebabkan penyakit komplikasi, seperti kerusakan saraf, tekanan darah tinggi, dan mengerasnya dinding pembuluh darah.

Tak hanya itu, walaupun tetap akan hancur meski tidak dikunyah, Dokter Ari juga mengatakan bahwa boba yang tidak dikunyah dengan benar akan sulit untuk dicerna.

Ini akan meningkatkan beban kerja dari lambung untuk menghancurkan makanan sehingga dapat menimbulkan masalah pada pencernaan.

Baca Juga:

[Hoaks atau Fakta]: Warteg Rugi Setelah Dikunjungi Anies

KESIMPULAN:

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan, video yang mengklaim operasi usus buntu yang berisi kumpulan boba merupakan unggahan hoaks kategori false content atau konten yang salah. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA] Anies Teken Kontrak dengan Al Khathath

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Presiden El-Sisi Undang Jokowi Hadiri COP27 di Mesir
Indonesia
Presiden El-Sisi Undang Jokowi Hadiri COP27 di Mesir

Menlu Mesir Sameh Shoukry menyampaikan undangan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi kepada Presiden Joko Widodo untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim atau COP27 di negara tersebut.

Pasien COVID-19 Varian Omicron Bertambah Dua Orang
Indonesia
Pasien COVID-19 Varian Omicron Bertambah Dua Orang

Dua pasien tersebut terinfeksi Varian Omicron usai menjalani karantina sepulangnya dari luar negeri

Kasus COVID-19 Hari Ini Lampaui Pertambahan Jumlah Pasien Sembuh
Indonesia
Kasus COVID-19 Hari Ini Lampaui Pertambahan Jumlah Pasien Sembuh

Kasus positif COVID-19 di tanah air kembali bertambah. Tercatat pada Selasa (21/12), bertambah 216 kasus.

Sekjen PDIP Bandingkan Anies dengan Jokowi-Ahok dalam Memimpin Jakarta
Indonesia
Sekjen PDIP Bandingkan Anies dengan Jokowi-Ahok dalam Memimpin Jakarta

Pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan segera berakhir pada Oktober 2022.

BNPT Minta Hindari Politisasi Agama saat Pemilu 2024
Indonesia
BNPT Minta Hindari Politisasi Agama saat Pemilu 2024

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Boy Rafli Amar mengingatkan agar masyarakat tetap mengacu pada politik kebangsaan yang berdasar pada konstitusi negara jelang Pemilu 2024.

35 Partai Politik yang Terdaftar di Sipol KPU
Indonesia
35 Partai Politik yang Terdaftar di Sipol KPU

"Jadi total jumlah parpol yang sudah memiliki akun SIPOL adalah sebanyak 35 parpol," kata anggota KPU RI, Idham Holik

1.155 ASN Terpapar COVID-19, Kemenkumham Terapkan Tiga Langkah
Indonesia
1.155 ASN Terpapar COVID-19, Kemenkumham Terapkan Tiga Langkah

Menyikapi kondisi tersebut, Kemenkumham melakukan 3 langkah: menyapa langsung para ASN nya, mengembangkan telemedisin dan mengeluarkan kembali Surat Edaran pengetatan Protokol.

[HOAKS atau FAKTA]: Kunjungan Jokowi untuk Misi Perdamaian Dikecam Rakyat Ukraina
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kunjungan Jokowi untuk Misi Perdamaian Dikecam Rakyat Ukraina

Beredar informasi tangkapan layar sebuah berita dengan logo kantor berita CNN Indonesia tentang Presiden Zelensky dan rakyat Ukraina yang mengecam dan merasa direndahkan Presiden Jokowi.

[HOAKS atau FAKTA]: Arab Saudi Berikan Dana Hibah Rp 5 Triliun Ke Indonesia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Arab Saudi Berikan Dana Hibah Rp 5 Triliun Ke Indonesia

Akun Facebook Soulton Haji Halewale mengunggah postingan berupa tangkapan layar dari artikel media suara.com berjudul “Arab Saudi Kucurkan Dana Hibah 5 Triliun Ke Indonesia” yang tayang pada Senin, 10 Januari 2022.

KPK Habiskan Dana Rp 65 Miliar Bangun Rupbasan di Cawang
Indonesia
KPK Habiskan Dana Rp 65 Miliar Bangun Rupbasan di Cawang

“Dalam perjalanannya kita menghemat karena total pembangunan Gedung Rupbasan ini hanya menghabiskan biaya Rp 65 miliar. Itulah salah satu cara pemberantasan korupsi dari mulai perencanaan, pengesahan anggaran, tahapan pelaksanaan, dan eksekusi anggaran. Semua ini bisa dilakukan pengawasan,” ujar Firli.