[Hoaks atau Fakta]: Semua Hewan Yang Dijadikan Uji Coba Vaksin COVID-19 Mati Vaksinasi COVID-19. (Foto: Sekretariat Presiden)

MerahPutih.com - Sebuah unggahan Facebook memperlihatkan tangkapan layar dari artikel penelitian yang menyatakan bahwa hewan yang diberi percobaan vaksin COVID-19, seluruhnya terbukti mati karena gangguan kekebalan, sepsis, dan/atau gagal jantung.

Tangkapan layar artikel pun menyertakan bukti berupa tautan hasil penelitian yang membuktikan kebenaran hal tersebut.

“Apa yang terjadi dengan hewan dalam penelitian? Teknologi ini telah dicoba pada hewan, dan pada hewan penelitian yang dilakukan, semua hewan mati , tidak langsung dari suntikan, tetapi berbulan-bulan kemudian, karena gangguan kekebalan lainnya, sepsis dan / atau gagal jantung. Tidak pernah ada penelitian hewan yang berhasil dalam jangka panjang menggunakan teknologi ini. Tidak ada vaksin virus korona eksperimental yang berhasil dalam penelitian hewan. Dalam penelitian ini, vaksin virus corona menyebabkan radang hati pada hewan uji.”

Baca Juga:

[Hoaks atau Fakta]: Pelajar Dapat Kuota Internet Gratis 95 GB

FAKTA

Diketahui bahwa artikel yang menyebutkan tentang kematian hewan akibat vaksin COVID-19 ternyata memiliki salah tafsir. Tautan yang mendukung klaim mereka pun tidak tepat dengan konteks yang sedang dibicarakan.

Diketahui bahwa tautan yang tercantum dalam tangkapan layar itu merupakan penelitian yang membahas tentang imunisasi sindrom pernafasan akut parah (SARS Coronavirus Vaccines) yang diterbitkan pada tahun 2012.

Faktanya, penelitian ini tidak fokus pada vaksin COVID-19, atau bahkan menggunakan teknologi yang sama yang mendukung vaksin COVID-19 saat ini.

Penulis utama studi tahun 2012 sebelumnya telah mengonfirmasi kepada media Reuters bahwa hewan yang digunakan dalam penelitiannya, seperti misalnya tikus, tidak mati akibat vaksin yang diberikan kepada mereka.

Dia juga menyatakan bahwa vaksin yang mereka uji dalam studi 2012 lalu, tidak menggunakan teknologi mRNA yang digunakan oleh beberapa vaksin COVID-19, seperti vaksin Pfizer/BioNTech. Hal ini menguatkan fakta bahwa kedua vaksin ini memiliki platform yang berbeda.

Tangkapan layar hoaks. (Foto: Mafindo)
Tangkapan layar hoaks. (Foto: Mafindo)

Melansir dari media Fullfact.org, Chris Magee, kepala kebijakan dan media di Understanding Animal Research (UAR) mengatakan bahwa dalam kasus vaksin COVID-19, data sudah ada untuk menunjukkan bahwa vaksin itu aman, yang memungkinkan para peneliti untuk menjalankan uji coba pada hewan.

“Seandainya hewan mati selama proses ini, uji coba manusia akan segera dihentikan. Fakta bahwa mereka tidak mati menunjukkan bahwa hewan-hewan itu tidak mati mendadak,” jelasnya.

Dirinya menambahkan bahwa untuk kebutuhan lebih lanjut, beberapa hewan akan melalui prosedur eutanasia (suntik mati) agar dapat diambil organ dalamnya. Ini merupakan cara yang memang diakui aman dan manusiawi untuk hewan.

Hal ini lagi-lagi membantah klaim yang menyatakan bahwa hewan mati karena disuntik vaksin. Tampak bahwa sebenarnya hewan-hewan tersebut memang disuntik mati dengan prosedur eutanasia.

KESIMPULAN

Jadi dapat disimpulkan, klaim artikel yang menyebutkan bahwa seluruh hewan mati pada percobaan vaksin COVID-19 merupakan hoaks kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.

Baca Juga:

[Hoaks atau Fakta]: Bandara Kertajati Jadi Bengkel Sepeda Motor

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Panglima TNI Terjunkan Pasukan Khusus ke Poso
Indonesia
Panglima TNI Terjunkan Pasukan Khusus ke Poso

Pasukan khusus TNI bakal diterjunkan ke Poso untuk mendukung operasi Polri pada Selasa (1/12) pagi.

2.989 Calhaj DIY Batal Berangkat ke Tanah Suci
Indonesia
2.989 Calhaj DIY Batal Berangkat ke Tanah Suci

Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mempersilakan seluruh calhaj yang sudah lunas membayar untuk menarik kembali uang haji.

Sekda Dirawat akibat Corona, Anies Ajak Jajaran Pemprov Bersama-sama Mendoakan
Indonesia
Sekda Dirawat akibat Corona, Anies Ajak Jajaran Pemprov Bersama-sama Mendoakan

Anies Baswedan mengajak seluruh jajaran pemprov untuk mendoakan Sekda DKI Saefullah yang saat ini tengah dirawat intensif.

Listyo Sigit Diminta Konsisten Hapus Penilangan di Jalan
Indonesia
Listyo Sigit Diminta Konsisten Hapus Penilangan di Jalan

Lalu lintas adalah potret budaya dan peradaban serta modrenitas sebuah bangsa

Penutupan Jalur Tol Berpotensi Ganggu Mobilitas Karyawan di Cikarang
Indonesia
Penutupan Jalur Tol Berpotensi Ganggu Mobilitas Karyawan di Cikarang

Sistem buka tutup ini juga berlaku pada sore hari

Pandangan Pengamat Soal Debat Kusir Penghapusan Normalisasi Sungai Jakarta
Indonesia
Pandangan Pengamat Soal Debat Kusir Penghapusan Normalisasi Sungai Jakarta

Polemik penghapusan program normalisasi sungai dalam usulan perubahan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) DKI harus disudahi.

Pemerintah Dinilai Perlu Evaluasi Alutsista TNI
Indonesia
Pemerintah Dinilai Perlu Evaluasi Alutsista TNI

Evaluasi lembaga pendidikan TNI juga harus dilakukan

KPK Selidiki Rekanan Kemensos Yang Hanya Pinjam Bendera
Indonesia
KPK Selidiki Rekanan Kemensos Yang Hanya Pinjam Bendera

Salah satu yang akan ditelusuri KPK, yakni mengenai asal usul dan rekam jejak vendor dalam pengadaan dan distribusi bansos.

 Jelang Idul Fitri, Kolang Kaling dan Timun Suri Aman Formalin
Indonesia
Jelang Idul Fitri, Kolang Kaling dan Timun Suri Aman Formalin

"Kami melakukan uji formalin dan residu pestisida untuk Kolang Kaling dan Timun Suri di Pasar Induk Kramatjati, Alhamdulillah semua sampel yang diambil negative formalin dan residu pestisida," kata Darjamuni

Di Tengah Perseteruan AHY dan Moeldoko, KPU Ungkap Ketua Umum Demokrat Sah
Indonesia
Di Tengah Perseteruan AHY dan Moeldoko, KPU Ungkap Ketua Umum Demokrat Sah

KPU tetap bekerja sesuai aturan hukum yang berlaku dalam menyikapi konflik dalam Partai Demokrat.