[HOAKS atau FAKTA] Sebabkan Kemandulan, WHO Larang Wanita Konsumsi Alkohol Ilustrasi hoaks. Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Sebuah headline dari media luar negeri mengunggah sebuah artikel dengan judul yang menyatakan bahwa WHO mengeluarkan larangan terhadap wanita hamil atau yang berada di usia subur (18-50 tahun) untuk mengonsumsi minuman beralkohol.

Dalam artikelnya disebutkan bahwa Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan kampanye ini untuk mencegah terjadinya risiko kehamilan atau kemandulan bagi wanita.

Baca Juga

[HOAKS atau FAKTA]: Peserta Tes Wawancara Pertamina Harus Bayar Biaya Akomodasi

Artikel ini bahkan menambahkan bahwa dengan dikeluarkannya larangan dari WHO ini, jutaan wanita di seluruh dunia harus menghindari minuman alkohol di sepanjang kehidupannya.

Narasi:

“Rancangan Rencana Aksi Alkohol Global yang diterbitkan di situs web organisasi itu mengatakan kampanye anti-minum harus menargetkan wanita secara khusus, terlepas dari apakah mereka berniat untuk hamil atau tidak. Itu karena risiko merusak bayi di dalam rahim tetapi para kritikus menyebut saran itu ‘paternalistik’ dan ‘seksis’. Langkah ini dapat berarti bahwa jutaan wanita di seluruh dunia diperintahkan untuk tidak minum alkohol selama beberapa dekade dalam hidup mereka….”

Cek fakta:

Tim Mafindo setelah mengecek kebenaran narasi ini ditemukan fakta bahwa judul serta isi artikel yang diterbitkan oleh salah satu media online luar negeri ini ternyata mengandung kekeliruan.

Klaim keliru ini diketahui muncul setelah keluarnya draf dari rencana aksi global atau WHO’s Global Alcohol Action Plan 2022-2030.

Melansir dari artikel periksa fakta fullfact.org, WHO menyatakan bahwa berita yang beredar tersebut adalah hoaks.

Dalam drafnya, WHO tidak menyatakan bahwa wanita hamil atau wanita yang berada di usia subur dilarang untuk mengonsumsi alkohol.

Foto: Mafindo

Dalam draf ini kampanye dari WHO hanya berupa upaya untuk melakukan pencegahan risiko terhadap kehamilan bagi wanita di dunia jika mengonsumsi alkohol.

Dalam penggalannya dinyatakan bahwa “Perhatian yang tepat harus diberikan untuk pencegahan inisiasi minum di kalangan anak-anak dan remaja, pencegahan minum di antara wanita hamil dan wanita usia subur, dan perlindungan orang dari tekanan untuk minum, terutama di masyarakat dengan tingkat alkohol yang tinggi dan konsumsi dimana peminum berat didorong untuk minum lebih banyak lagi.”

Dalam klarifikasinya kepada media Snopes.com, WHO juga menyatakan bahwa draf rencana aksi global WHO saat ini tidak merekomendasikan pantangan terhadap semua wanita yang berada di usia bisa hamil.

Namun kampanye ini berusaha untuk meningkatkan kesadaran akan konsekuensi serius yang dapat ditimbulkan dari minum alkohol saat hamil, bahkan ketika kehamilannya belum diketahui.

WHO menambahkan bahwa laporan itu adalah “draf pertama” dan masih ada beberapa putaran konsultasi yang akan dilakukan sebelum difinalisasi dan dirilis.

Kesimpulan:

Jadi dapat disimpulkan, klaim yang menyatakan bahwa WHO melarang wanita hamil atau wanita usia subur untuk mengonsumsi alkohol adalah kekeliruan yang termasuk dalam hoaks kategori false content atau konten yang salah. (Knu)

Baca Juga

[Hoaks atau Fakta]: Indonesia Dilanda Gelombang Panas dengan Suhu Sampai 40 Celsius

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hentikan Kerusuhan, Prancis Kirim Pasukan Khusus ke Guadeloupe
Dunia
Hentikan Kerusuhan, Prancis Kirim Pasukan Khusus ke Guadeloupe

Kerusuhan di Guadeloupe menolak pembatasan mobilitas, berlangsung dengan orang-orang bersenjata menembaki polisi dan petugas pemadam kebakaran.

TNI-Polri Dikerahkan Salurkan Bantuan Tunai untuk PKL dan Pemilik Warung
Indonesia
TNI-Polri Dikerahkan Salurkan Bantuan Tunai untuk PKL dan Pemilik Warung

"Presiden memutuskan TNI Polri diberi kewenangan untuk menyalurkan langsung kepada PKL dan warung," terang Sri kepada wartawan, Kamis (9/9).

Polda Jabar Cek Laporan Demokrat Terhadap Wamendes
Indonesia
Polda Jabar Cek Laporan Demokrat Terhadap Wamendes

Polda Jawa Barat masih melakukan pengecekan terkait laporan DPD Partai Demokrat Jabar terhadap Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi.

KPK Periksa 17 Tersangka Kasus Jual Beli Jabatan di Probolinggo
Indonesia
KPK Periksa 17 Tersangka Kasus Jual Beli Jabatan di Probolinggo

KPK memanggil 17 aparatur sipil negara (ASN) Probolinggo hari ini. Mereka merupakan tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di Probolinggo.

Cerita Bripka Agung Ringkus Perampok Toko Gadai di Jagakarsa
Indonesia
Cerita Bripka Agung Ringkus Perampok Toko Gadai di Jagakarsa

Peristiwa ini bermula saat pelaku berpura-pura ingin menggadaikan dua barang elektroniknya

Petugas Larang Wartawan Meliput Kantor BPOM yang Terbakar
Indonesia
Petugas Larang Wartawan Meliput Kantor BPOM yang Terbakar

Ketika hendak memasuki kantor BPOM, petugas keamanan langsung melarang. Kepada wartawan, para petugas meminta adanya surat tugas peliputan.

Sempat Terpapar Tahun Lalu, Menparekraf Sandiaga Uno Divaksin COVID-19
Indonesia
Sempat Terpapar Tahun Lalu, Menparekraf Sandiaga Uno Divaksin COVID-19

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menerima vaksin COVID-19, di Sentra Vaksinasi COVID-19 di Jakarta, Selasa (8/6).

Gubernur Kalimantan Barat Buka-bukaan Soal Kerusakan Alam Penyebab Banjir
Indonesia
Gubernur Kalimantan Barat Buka-bukaan Soal Kerusakan Alam Penyebab Banjir

Sebagian besar perusahaan memanfaatkan kayu, tapi setelah ditebang habis lalu dibiarkan begitu saja.

Jokowi: Setop Perang, Menyengsarakan Umat Manusia dan Membahayakan Dunia!
Indonesia
Jokowi: Setop Perang, Menyengsarakan Umat Manusia dan Membahayakan Dunia!

"Setop perang. Perang itu menyengsarakan umat manusia, dan membahayakan dunia," tulis Jokowi.

Elektabilitas Jauh di Bawah Ganjar, Puan Digoyang Sentimen Patriarki?
Indonesia
Elektabilitas Jauh di Bawah Ganjar, Puan Digoyang Sentimen Patriarki?

Elektabilitas Puan jauh di bawah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.