[HOAKS atau FAKTA]: Said Aqil Siradj Sebut Jokowi Cucu Kandung Nabi Musa Tangkapan layar Facebook terkait Aqil Siradj sebut Jokowi cucu Nabi Musa. (Foto: MP/turnbackhoax.id)

MerahPutih.com - Akun Facebook Buzzer Rupiah mengunggah sebuah gambar yang menampilkan sosok Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj pada 17 Oktober 2020 lalu.

Dalam gambar tersebut, terdapat narasi Aqil Siradj yang menyebut bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan cucu Nabi Musa.

NARASI:

“COBA Tanya baik”. CUCU FIR’aun kah dia Kira” NGAKUI GK dia.”

Narasi dalam gambar:

“AQIL SIJOJ : Pak Jokowi itu Cucu Kandung Nabi Musa, Coba Tanya Baik-Baik Pasti Beliau Mengakuinya”

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Terlalu Sering Pakai Masker Picu Keracunan Karbondioksida

FAKTA:

Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan artikel berita dengan judul tersebut maupun pernyataan dari Said Aqil Siradj yang menyatakan bahwa Jokowi cucu kandung Nabi Musa.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, gambar tersebut identik dengan cuplikan tayangan program Newsmaker Medcom.id yang diunggah akun resmi media sosial Medcom.id, di antaranya di akun Facebook dan akun Youtube Medcom.id pada 7 Maret 2019.

Tangkapan layar Facebook terkait Aqil Siradj sebut Jokowi cucu Nabi Musa. (Foto: MP/turnbackhoax.id)
Tangkapan layar Facebook terkait Aqil Siradj sebut Jokowi cucu Nabi Musa. (Foto: MP/turnbackhoax.id)

Di antara pembahasan dalam episode tersebut adalah larangan memanggil kafir bagi non-muslim. Selain itu, Said Aqil Siradj juga membahas bahtsul masail (diskusi para ahli dalam mencari solusi) permasalahan yang ada di tengah masyarakat yang pernah diputuskan NU.

Dari tayangan itu, Said Aqil Siradj memang sempat menyinggung kata cucu. Namun, ia sama sekali tidak menyebut bahwa Jokowi merupakan cucu Nabi Musa.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Pentolan KAMI Ditangkap, Gatot Nurmantyo Berada di Luar Negeri

KESIMPULAN:

Dengan begitu unggahan dari akun Facebook Buzzer Rupiah dengan klaim Jokowi merupakan cucu kandung Nabi Musa adalah tidak benar dan termasuk dalam konten yang menyesatkan. (Asp)

Baca Juga:

Istana Akui Perbicangan Negatif UU Cipta Kerja Lebih Dominan

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Vaksinasi dan Patuh Pada Prokes Syarat Utama Ekonomi Pulih
Indonesia
Vaksinasi dan Patuh Pada Prokes Syarat Utama Ekonomi Pulih

“Kami menyambut baik pemerintah yang telah memesan dan akan memulai vaksinasi dalam waktu dekat," kata Ferry.

Pemerintah Bakal Adil Alokasikan Vaksin COVID-19
Indonesia
Pemprov DKI Baru Izinkan Dua Hotel Gelar Resepsi Pernikahan di Tengah PSBB
Indonesia
Pemprov DKI Baru Izinkan Dua Hotel Gelar Resepsi Pernikahan di Tengah PSBB

Parekraf DKI Jakarta baru menyetujui dua dari 22 tempat yang mengajukan perizinan kegiatan resepsi pernikahan saat masa PSBB transisi.

Ribuan Lampion Imlek di Pasar Gede Solo Tidak Dipasang
Indonesia
Ribuan Lampion Imlek di Pasar Gede Solo Tidak Dipasang

panitia perayaan Imlek tahun ini juga tidak memasang 5.000 lampion yang biasanya dipasang di kawasan Klenteng Tien Kok Sie, Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah, untuk menghindari adanya kerumunan.

Isu Taliban di KPK di Tengah Kasus Bansos, Novel: Lagu Lama
Indonesia
Isu Taliban di KPK di Tengah Kasus Bansos, Novel: Lagu Lama

"Isu radikal-taliban, lagu lama," kata Novel

Ingat! Peniadaan Ganjil-Genap Ikut Diperpanjang Sepekan Kedepan
Indonesia
Ingat! Peniadaan Ganjil-Genap Ikut Diperpanjang Sepekan Kedepan

Polisi menyesuaikan kebijakan Pemprov DKI

Fakta Integritas Batasi Kerumunan Saat Pilkada Harus Cantumkan Sanksi
Indonesia
Fakta Integritas Batasi Kerumunan Saat Pilkada Harus Cantumkan Sanksi

Menurut Tito, bisa saja diatur dalam pakta integritas itu bahwa peserta Pilkada 2020 siap didiskualifikasi jika terbukti melanggar protokol kesehatan.

Pelibatan TNI-Polri Dibutuhkan Agar Penerapan 'New Normal' Optimal
Indonesia
Pelibatan TNI-Polri Dibutuhkan Agar Penerapan 'New Normal' Optimal

menurut dia, kedisiplinan dan ketertiban masyarakat adalah kunci keberhasilan penanganan COVID-19.

Komunikasi Pemerintah Buruk, New Normal Diprediksi tak Maksimal
Indonesia
Komunikasi Pemerintah Buruk, New Normal Diprediksi tak Maksimal

"Makanya, komunikasi pemerintah, mulai daerah hingga pusat harus profesional. Pendekatan-pendekatan komunitas cukup efektif, perlu di-'manage' baik," kata Emrus.

Ini Jejak Hitam Russ Medlin, Buronan Kelas Kakap FBI yang Ditangkap di Jakarta
Indonesia
Ini Jejak Hitam Russ Medlin, Buronan Kelas Kakap FBI yang Ditangkap di Jakarta

Russ ternyata pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur selama tinggal di Indonesia.