[HOAKS atau FAKTA]: Sabah dan Sarawak Pisah dari Malaysia, Gabung ke Indonesia Ilustrasi. (Foto: Pixabay/memyselfaneye)

MerahPutih.com - Sebuah akun Facebook mengunggah video yang menyatakan dua negara bagian Sabah dan Sarawak pisah dari Malaysia dan bergabung ke Indonesia.

Dalam video tersebut, narator menyebutkan Sabah dan Sarawak menuntut referendum untuk resmi bergabung menjadi bagian dari Indonesia.

Baca Juga

[HOAKS atau FAKTA]: Cacar Monyet Masuk Indonesia Dibawa Seorang WNA

Narasi

"Pis4h Dari Mal4ys1a !! Sab4h dan Sar4wak Resm1 Gabvng deng4n Ind0nes1a,"

Cek fakta

Berdasarkan hasil penelusuran, sampai saat ini Sabah dan Sarawak masih menjadi bagian negara Malaysia.

Video tersebut terdiri dari beberapa potongan video, dan terbagi dalam tiga cuplikan video.

1. Video pernyataan anggota parlemen Malaysia terkait wacana perpindahan IKN Nusantara ke Kalimantan pada 14 Oktober 2019.

2. Video aksi Koalisi untuk Pemilu bersih dan Adil 5.0 di Malaysia pada 19 November 2016.

3. Video kunjungan kenegaraan PM Malaysia ke Jakarta pada 9 November 2021.

Tangkapan layar hoaks soal Sabah dan Sarawak tuntut referendum. Foto: Istimewa

Berbagai video tersebut tidak bermuatan informasi perpindahan Sabah dan Sarawak ke Indonesia sehingga bisa dikatakan sebagai manipulasi.

Kesimpulan

Kabar wilayah Sabah dan Sarawak lepas dari Malaysia dan bergabung dengan Indonesia tidaklah benar. Informasi ini masuk dalam kategori konten manipulasi. (Asp)

Baca Juga

[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Menyebabkan Peningkatan Kasus Kanker

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bruder Angelo Divonis 14 Tahun, Anak Panti Beri Tepuk Tangan
Indonesia
Bruder Angelo Divonis 14 Tahun, Anak Panti Beri Tepuk Tangan

Sementara itu, diantara pengunjung sidang tersebut tampak ada yang membawa bunga

Pemkab Bantul Izinkan Obyek Wisata Pantai Selatan Beroperasi
Indonesia
Pemkab Bantul Izinkan Obyek Wisata Pantai Selatan Beroperasi

Lokasi Wisata Pantai Selatan di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai beroperasi kembali.

Reaksi Menteri Agama Soal Kasus Ferdinand Hutahaean
Indonesia
Reaksi Menteri Agama Soal Kasus Ferdinand Hutahaean

Kasus dugaan ujaran kebencian yang menjerat mantan politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean tengah menjadi sorotan publik.

Dinkes DKI Sebut 5 Orang Meninggal Dunia akibat Hepatitis Akut
Indonesia
Dinkes DKI Sebut 5 Orang Meninggal Dunia akibat Hepatitis Akut

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta terus memantau perkembangan kasus hepatitis akut di ibu kota.

DK PBB Jegal Resolusi Rusia tentang Ukraina, Hanya 2 Negara yang Setuju
Dunia
DK PBB Jegal Resolusi Rusia tentang Ukraina, Hanya 2 Negara yang Setuju

Resolusi rancangan Rusia itu tidak menyebut-nyebut soal peranan Moskwa dalam krisis Ukraina.

Moeldoko Ingatkan Masyarakat Tak Buru-buru Tinggalkan Pemakaian Masker
Indonesia
Moeldoko Ingatkan Masyarakat Tak Buru-buru Tinggalkan Pemakaian Masker

Masyarakat jangan tergesa-gesa untuk melepas masker karena saat ini kasus COVID-19 kembali meningkat.

Melonjaknya Suku Bunga BI Sinyal BBM Subsidi akan Naik
Indonesia
Melonjaknya Suku Bunga BI Sinyal BBM Subsidi akan Naik

Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dipastikan akan naik dalam waktu dekat ini, seiring melonjaknya suku bunga yang diberlakukan Bank Indonesia (BI).

Pulang dari Arab Saudi, Kesehatan Jemaah Haji Bakal Dipantau Selama 21 Hari
Indonesia
Pulang dari Arab Saudi, Kesehatan Jemaah Haji Bakal Dipantau Selama 21 Hari

Setiap jemaah akan dibagikan Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jamaah haji/K3JH, dan dilakukan pengawasan oleh dinkes setempat.

Bareskrim Ungkap Sepuluh Perusahaan 'Cangkang' Yayasan ACT
Indonesia
Bareskrim Ungkap Sepuluh Perusahaan 'Cangkang' Yayasan ACT

Bareskrim Polri mengungkap perusahaan cangkang milik yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang diduga menggelapkan dana.

[HOAKS atau FAKTA]: Megawati Marah Jokowi Lepas Baju PDIP
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Megawati Marah Jokowi Lepas Baju PDIP

Foto tersebut juga ditambahkan sedikit narasi yang menyatakan bahwa Megawati murka Jokowi lakukan ini. Video ini pun telah ditonton sebanyak 12 ribu kali dan berhasil mendapatkan banyak reaksi dari masyarakat.