[Hoaks atau Fakta]: Raja Arab dan Mahkamah Internasional Turun Tangan Bebaskan Rizieq Sidang Rizieq Shihab. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Kanal Youtube Gajah Mada TV mengunggah video dengan judul “ALLAHUAKBAR! MA, DPR, RAJA ARAB HINGGA MAHKAMAH INTERNASIONAL TURUN TANGAN BEBASKAN HABIB RIZIEQ!” Pada bagian thumbnail terdapat narasi sebagai berikut: “RAJA ARAB TURUN TANGAN JEMPUT HABIB RIZIEQ! MAKHAMAH INTERNASIONAL NYATAKAN HABIB RIZIEQ HARUS BEBAS! ALLAHUAKBAR! MAHKAMAH AGUNG, DPR, RAJA ARAB HINGGA MAHKAMAH INTERNASIONAL TURUN TANGAN BEBASKAN HABIB RIZIEQ!”

https://archive.ph/rX1Or

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Berjoget di Kerumunan Tanpa Masker saat PON Papua

FAKTA

Berdasarkan hasil penelusuran Mafindo, diketahui bahwa isi video dengan klaim judul dan narasi thumbnail tidak sesuai. Video yang diunggah Gajah Mada TV merupakan video suntingan dan pembacaan artikel berita.

Adapun, video yang dicuplik dalam video tersebut berasal dari video peristiwa Pimpinan DPRD Tasikmalaya meminta Rizieq Shihab dibebaskan. Hal itu diketahui dari video berjudul “TEGAS!!! DPRD Kota Tasikmalaya Meminta Agar HRS dibebaskan Tanpa Syarat” yang tayang pada tanggal 10 Juni 2021 di kanal Youtube Media Al Mumtaz.

Isi video tersebut memang permohonan Pimpinan DPRD Tasikmalaya untuk pembebasan Habib Rizieq Shihab. Namun, dalam video tersebut tidak ditemukan pernyataan anggota DPR dalam video tersebut seperti yang ada dalam klaim judul dan narasi thumbnail video di kanal Gajah Mada TV.

Sedangkan, video kedua yang dicuplik dalam video kanal Gajah Mada TV diambil dari video berjudul “Dialog Dengan Duta Besar Arab Saudi Mengenai Pencekalan Habib Rizieq” yang tayang pada 26 September 2018 di kanal tvOneNews.

Video tersebut merupakan wawancara TV One kepada Duta Besar Arab Saudi Untuk Indonesia pada tahun 2018 Osama al Shuaibi terkait isu pencekalan Habib Rizieq Shihab oleh Pemerintah Arab Saudi pada tahun 2018.

Dalam video tersebut, Duta Besar Osama menyatakan bahwa Rizieq Shihab datang ke Arab Saudi secara legal dan diperkenankan bila ingin ke Indonesia. Tidak ditemukan pernyataan terkait pembebasan Rizieq Shihab. Lalu, artikel yang dibacakan dalam video tersebut berasal dari dua artikel dari dua media.

Tangkapan layar hoaks. (Foto: Antara)
Tangkapan layar hoaks. (Foto: Antara)

Artikel pertama yang dibacakan dalam video ialah artikel berjudul “Tegas! Kasus Pelanggaran Prokes Habib Rizieq Shihab di Megamendung Sudah Berkekuatan Hukum” yang tayang di poskota.co.id pada 7 Oktober 2021.

Isi artikel tersebut membahas mengenai tanggapan Kuasa hukum Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar atas perkara pelanggaran protokol kesehatan Rizieq Shihab di Megamendung, Bogor dan Petamburan, Jakarta Pusat, sudah berkekuatan hukum tetap alias incraht.Dan, artikel kedua yang dibacakan dalam video berasal dari artikel berjudul “5 Rekan Habib Rizieq Resmi Bebas, Musni Umar: Tokoh FPI, Satu-satunya yang Dipenjara Langgar Prokes” di media depok.pikiran-rakyat.com pada 7 Oktober 2021.

Isi artikel merupakan tanggapan Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar atas kebebasan para eks petinggi Front Pembela Islam atau FPI. Dua artikel yang dibacakan dalam video itu tidak sesuai dengan klaim pada judul dan narasi di thumbnail.

KESIMPULAN

Dengan demikian, konten di kanal Gajah Mada TV tersebut masuk ke dalam kategori Konten yang dimanipulasi. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Layak Copot Tri Rismaharini Gegara Amarahnya Suka Meledak

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
12 Juta Lebih Keluarga Sudah Terima BLT BBM
Indonesia
12 Juta Lebih Keluarga Sudah Terima BLT BBM

Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) subsidi BBM tengah bergulir.

Golkar Putuskan Usung Airlangga Hartarto sebagai Capres 2024
Indonesia
Golkar Putuskan Usung Airlangga Hartarto sebagai Capres 2024

"Kami memutuskan punya capres sendiri, terpilihnya Pak Airlangga sebagai ketua umum," ujar Waketum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia

Pelapor Dua Anak Jokowi ke KPK Seret Nama Grup SM
Indonesia
Pelapor Dua Anak Jokowi ke KPK Seret Nama Grup SM

Peristiwa itu terjadi pada Februari 2019 setelah Gibran dan Kaesang membuat perusahaan gabungan dengan anak dari petinggi Grup Sinar Mas.

TNI Tegaskan Kematian Prada Enos Aninam Bukan Ditembak Separatis Papua
Indonesia
TNI Tegaskan Kematian Prada Enos Aninam Bukan Ditembak Separatis Papua

Gerombolan KST ini, kata Aqsha, memang sering sekali menyebarkan berita-berita bohong yang provokatif.

Resmikan Tol Serang-Panimbang Seksi 1, Jokowi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Banten
Indonesia
Resmikan Tol Serang-Panimbang Seksi 1, Jokowi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Banten

Kepala Negara menjelaskan, pembangunan infrastruktur ini adalah faktor penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sahroni dan Gibran Bicara Maju Bersama di Pilgub DKI Jakarta 2024
Indonesia
Sahroni dan Gibran Bicara Maju Bersama di Pilgub DKI Jakarta 2024

endahara Umum NasDem Ahmad Sahroni dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka melakukan pertemuan tertutup selama satu setengah jam di Rumah Dinas (Rumdin) Loji Gandrung.

Meski Rawan Bencana, Jokowi Klaim Indonesia Mampu Memitigasinya
Indonesia
Meski Rawan Bencana, Jokowi Klaim Indonesia Mampu Memitigasinya

Negara Indonesia termasuk dalam negara yang paling rawan bencana. Hal tersebut dilontarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di hadapan petinggi negara dalam forum Global Platform for Disaster Risk Reduction di Bali.

Wagub Dorong Organisasi Pariwisata Tingkatkan Kolaborasi Wujudkan Jakarta Mengglobal
Indonesia
Wagub Dorong Organisasi Pariwisata Tingkatkan Kolaborasi Wujudkan Jakarta Mengglobal

Pembangunan dunia pariwisata memerlukan kolaborasi antar-pelaku usaha sektor tersebut.

JakPro Buka-bukaan soal Utang Commitment Fee Formula E Rp 90,7 Miliar
Indonesia
JakPro Buka-bukaan soal Utang Commitment Fee Formula E Rp 90,7 Miliar

APBD DKI baru membayar Rp 500 miliar, masih tersisa utang Rp 90,7 miliar.

Arteria Dahlan Minta Dilaporkan ke MKD
Indonesia
Arteria Dahlan Minta Dilaporkan ke MKD

"Komitmen kami, di DPR dan Komisi III, bersama dengan teman-teman di kejaksaan ingin meyakinkan tidak ada Sunda Empire di kejaksaan," ujarnya.