[HOAKS atau FAKTA]: PM Tiongkok Peringatkan Pemerintah Indonesia Tangkapan Layar Hoaks PM Tiongkok. (Foto: Mafindo).

MerahPutih.com - Beredar pesan di grup WhatsApp yang berisi video pidato Perdana Menteri Tiongkok, Li Keqiang.

Video tersebut disertai dengan narasi yang menyatakan bahwa dalam pidatonya, Li Keqiang, atas perintah Presiden Xi Jinping, melayangkan ultimatum kepada Indonesia untuk melindungi warga Indonesia keturunan Tionghoa dari kemungkinan terulangnya peristiwa yang terjadi pada tahun 1998 yang lalu.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Awas, Kecepatan Berkendara di Tol Kini Tercantum di Karcis

Lebih lanjut, pesan tersebut juga menyertakan sebuah tautan berita yang ditulis.

"Perdana Mentri Tiongkok Lie Khek Jiang atas perintah Xi Jing Ping meng-ultimatum Indonesia utk melindungi bangsa China keturunan yg berada diseluruh daratan Indonesia… peristiwa demi peristiwa dari tahun 1998 sampai 2015 dan 2020 sering akan meletus lagi gerakan akan membuat tragedi menyerupai peristiwa 1998….pemerintah China meng-ultimatum jangan sampai terulang kembali tragedi 1998… karena Pemerintah China tdk segan2 akan mendatangkan pasukan militernya utk melindungi rakyat China keturunan di Indonesia yg terancam dirampok hartanya dan memperkosa perempuan China keturunan. Pemerintah China sangat prihatin dan khawatir akan terulang kembalinya kejadian2 peristiwa yg lampau dimasa yg akan datang akan terulang kembali. Dan pemerintah China akan mengirimkan kapal perang terbesar dan pasukan tentaranya sebanyak2nya utk membasmi kaum kadrun di Indonesia. Xi Jing Ping telah mengumumkan bahwa Tiongkok saat ini beranggapan bahwa ibarat Hwa Chiao adalah anak… negara China adalah ibu sdh saatnya ibu melindubgi anaknya… saat ini Tiongkok sdh sangat powerfull sangat kuat utk melindungi anak2nya yg berada diseluruh dunia dan terutama di Indonesia baik dlm segi militer dan keuangan tersedia melindungi China keturunan China diseluruh pelosok dunia terutama yg di Indonesia yg telah berulang kali membunuh massal merampok dan memperkosa perempuan China keturunan yg tdk bisa dibiarkan terulang kembali. Kali ini China sdh sangat geram ! https://www.6parknews.com/newspark/view.php?app=news&act=view&nid=398089”

FAKTA

Berdasarkan hasil penelusuran Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) dokumentasi yang digunakan dalam video yang disebarkan melalui pesan grup WhatsApp tersebut merupakan dokumentasi ketika Xi Jinping dan Li Keqiang, menghadiri Kongres Rakyat Nasional pada 18 Maret 2018 yang lalu. Dimana Li Keqiang kembali terpilih sebagai perdana menteri untuk periode kedua.

Selain itu, tautan berita yang dibagikan tidak memberitakan ultimatum terhadap Indonesia, melainkan memberitakan penunjukkan Li Keqiang sebagai ketua tim pencegahan persebaran Covid-19 oleh Xi Jinping pada bulan Januari 2020 lalu.

KESIMPULAN

Informasi yang salah. Faktanya, dokumentasi yang digunakan dalam video yang dibagikan merupakan dokumentasi ketika Xi Jinping dan Li Keqiang menghadiri Kongres Rakyat Nasional pada 18 Maret 2018 yang lalu. Dalam video tersebut, tidak ada ultimatum yang disampaikan Li Keqiang kepada Indonesia. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Video Ini Gambarkan Detik-detik Kecurangan Pemilu AS

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dicokok Polisi karena Minta Jokowi Mundur, Pecatan TNI Gugat Praperadilan
Indonesia
Dicokok Polisi karena Minta Jokowi Mundur, Pecatan TNI Gugat Praperadilan

Gugatan praperadilan telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Peran Tiga Tersangka Baru Kasus Kebakaran Kejagung
Indonesia
Peran Tiga Tersangka Baru Kasus Kebakaran Kejagung

Polisi membeberkan peran tiga tersangka baru dalam kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung.

Khabib Nurmagomedov dalam Kondisi Patah Tulang saat Duel Lawan Gaethje
Indonesia
Khabib Nurmagomedov dalam Kondisi Patah Tulang saat Duel Lawan Gaethje

Presiden UFC Dana White mengungkapkan bahwa Khabib Nurmagomedov sempat masuk ke rumah sakit sebelum melakoni duel melawan Justin Gaethje

Isu Pemakzulan Jokowi Hanya Kuras Energi dan Menuai Kritik
Indonesia
Isu Pemakzulan Jokowi Hanya Kuras Energi dan Menuai Kritik

Hak setiap warga negara menyampaikan pendapat

ICW Minta Budi Gunawan Dicopot, Pengamat: Salah Alamat
Indonesia
ICW Minta Budi Gunawan Dicopot, Pengamat: Salah Alamat

BIN bukan Lembaga penegak hukum sehingga tidak tepat ICW menuntut pertanggungjawaban BIN dalam kasus buronan korupsi tersebut.

Yusril: Muladi Seorang Ilmuwan Hukum Berwibawa
Indonesia
Yusril: Muladi Seorang Ilmuwan Hukum Berwibawa

ndonesia kembali berduka. Tokoh hukum Indonesia Muladi meninggal dunia pada Kamis (31/12) pagi.

KPK Periksa Eks Kepala Sekretariat DPP PDIP Terkait Kasus Harun Masiku
Indonesia
KPK Periksa Eks Kepala Sekretariat DPP PDIP Terkait Kasus Harun Masiku

Selain Irwansyah, penyidik juga memanggil mahasiswa bernama Donfri Jatmika

PSI Nilai Anies Lebih Pentingkan Formula E Ketimbang Penanganan Masalah di Jakarta
Indonesia
PSI Nilai Anies Lebih Pentingkan Formula E Ketimbang Penanganan Masalah di Jakarta

Menurut dia, dari seluruh masalah utama DKI itu nampaknya tidak ada satupun yang menjadi prioritas Gubernur Anies dalam bekerja menjadi pemimpin Jakarta.

Gerindra DKI Desak Anies Segera Cairkan Insentif Tenaga Medis
Indonesia
Gerindra DKI Desak Anies Segera Cairkan Insentif Tenaga Medis

Pemprov DKI tidak boleh menahan insentif untuk tenaga medis dan dokter

 Kepergok Tak Pakai Masker, Pengunjung dan Pembeli Pasar Tradisional Dipaksa Pulang
Indonesia
Kepergok Tak Pakai Masker, Pengunjung dan Pembeli Pasar Tradisional Dipaksa Pulang

"Ada sebanyak 40 orang yang terjaring razia masker. Data tersebut hasil razia sejak pagi. Jumlah yang terjaring razia kemungkinan bertambah karena razia kami lakulan sampai Minggu sore," tegasnya.