[HOAKS atau FAKTA]: PKS Akhirnya Dibubarkan Tangkapan layar soal hoaks PKS dibubarkan. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

MerahPutih.com - Beberapa waktu lalu, beredar postingan di YouTube oleh akun bernama “BENTENG ISTANA” dengan video berdurasi 8 menit 21.

Video tersebut disertai dengan thumbnail yang menyatakan bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dibubarkan dan termasuk keputusan bulat Presiden Jokowi.

SUMBER: YouTube

https://archive.ph/RaPbi

AKHIRNYA PARTAI PKS DIBUBARKAN

KEPUTUSAN BULAT JOKOWI MENGEJUTKAN SEMUA PIHAK

BERITA TERBARU ~ AKHIRNYA PARTAI PKS DIBUBARKAN, KEPUTUSAN BULAT JOKOWI KEJUTKAN SEMUA PIHAK ~ VIRAL.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: PBB Nyatakan Rusia Pemenang Perang

FAKTA:

Setelah dilakukan penelusuran fakta terkait, video yang telah ditonton sebanyak 22 ribu kali itu tidak sama sekali memberitakan bahwa PKS dibubarkan.

Adapun isi video bersumber dari website bernama SEWORD, dengan judul artikel berita “Bubarkan PKS Seperti Halnya Soekarno Bubarkan Masyumi, Jika Tak Ingin NKRI Bubar”, dengan isi pembahasan yang sama persis.

Artikel tersebut menjelaskan mengenai PKS yang termasuk golongan Islam garis keras dan berambisi menjadikan NKRI sebagai negara berideologi Khilafah Islamiyyah.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA] Vaksin COVID-19 Diberikan Setiap 6 Bulan Sekali

SEWORD juga mengatakan bahwa selama ini PKS melakukan hal-hal yang menunjukkan pelecehan terhadap simbol kedaulatan negara, seperti menginjak-injak bendera merah putih. Partai ini pun disamakan dengan Partai Masyumi pada masa Presiden Soekarno.

Adapun pemberitaan mengenai PKS yang dibubarkan, tidak ditemukan berita resminya.

Melansir dari website resmi PKS, saat ini masih aktif dalam kegiatan politiknya.

Bahkan, mereka mendaftar sebagai peserta Pemilu 2024 dan lolos tahap administrasi.

KESIMPULAN:

Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa klaim akun “BENTENG ISTANA” adalah tidak benar dan termasuk kategori Konten yang Menyesatkan. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Pengaruhi Siklus Menstruasi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Cegah Kematian Ibu dan Bayi, Seluruh Puskesmas Bakal Dapat Alat USG
Indonesia
Cegah Kematian Ibu dan Bayi, Seluruh Puskesmas Bakal Dapat Alat USG

Di Indonesia terdapat 155 rumah sakit umum daerah (RSUD) yang tersebar di seluruh kabupaten/kota masih belum memiliki tujuh dokter spesialis.

Resmikan Penguatan Struktur Korbrimob, Kapolri: Siap Berikan Pelayanan terbaik
Indonesia
Resmikan Penguatan Struktur Korbrimob, Kapolri: Siap Berikan Pelayanan terbaik

Korps Brimob merupakan satuan pamungkas yang harus selalu diterjunkan dalam situasi penting, misalnya seperti menghadapi segala macam bentuk ancaman hingga kondisi bereskalasi tinggi.

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Lumajang
Indonesia
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Lumajang

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan operasi penangkapan terduga teroris di sebuah rumah yang berada di Lumajang.

Polisi Perkuat Rekayasa Lalu Lintas di Bekasi saat Arus Mudik Berlangsung
Indonesia
Polisi Perkuat Rekayasa Lalu Lintas di Bekasi saat Arus Mudik Berlangsung

Pemerintah kini tak lagi melarang masyarakat untuk melakukan kegiatan mudik. Sehingga 2022 ini diperkirakan pemudik akan membludak, sehingga berpotensi terjadinya kemacetan.

Politikus PDIP Sebut Big Data Luhut tidak Bisa Dipertanggungjawabkan
Indonesia
Politikus PDIP Sebut Big Data Luhut tidak Bisa Dipertanggungjawabkan

"Ngga relevan bicara big data yang tidak jelas dan (tidak) bisa dipertanggungjawabkan. Tidak ada dasar hukumnya untuk menjadi patokan pengambilan keputusan. Tutuplah wacana ini,” kata Andreas kepada wartawan, Kamis (17/3).

KPK Tolak Pengacara Lukas Enembe Minta Diperiksa di Papua
Indonesia
KPK Tolak Pengacara Lukas Enembe Minta Diperiksa di Papua

KPK menegaskan pemeriksaan bakal dilakukan di Jakarta.

Kronologi Kapolda Metro Jaya Sita KTA  Anggota Paspampres
Indonesia
Kronologi Kapolda Metro Jaya Sita KTA Anggota Paspampres

Metro Jaya Irjen Fadil Imran dikabarkan meminta kartu tanda anggota (KTA) anggota TNI yang merupakan anggota Paspampres bernama Serka N di MT Haryono.

Status Tersangka Pelapor Korupsi Nurhayati Resmi Dicabut
Indonesia
Status Tersangka Pelapor Korupsi Nurhayati Resmi Dicabut

Polres Cirebon Kota menyerahkan tahap II untuk kasus Nurhayati, sehingga Kejari Kabupaten Cirebon, bisa melakukan penghentian kasus tersebut.

Pimpinan DPR Minta Ada Kajian Sebelum Polri Berada di Bawah Kementerian
Indonesia
Penyakit Mulut dan Kuku Mewabah di 6 Provinsi, Polri Turun Tangan
Indonesia
Penyakit Mulut dan Kuku Mewabah di 6 Provinsi, Polri Turun Tangan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan jajarannya melakukan pengawasan dan pendampingan bersama dinas peternakan mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku hewan ternak.