[HOAKS atau FAKTA]: Pj DKI 1 Setujui Dana Infak Jumat Disetor ke Ormas Tangkapan layar soal hoaks Pj DKI 1 setujui dana infak Jumat disetor ke ormas. (Foto: Jalahoaks)

MerahPutih.com - Beredar informasi melalui media sosial kabar yang menyebutkan bahwa Penjabat (Pj) Gubernur Heru Budi Hartono menyetujui penyetoran 50 persen infak Jumat masjid se-Jakarta kepada organisasi masyarakat (ormas).

NARASI:

Semua Masjid di Jakarta Diminta setor 50 persen infaq Jumatnya ke rekening Ormas, sudah disetujui Pj Heru.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Piala Dunia U20 Terancam Batal karena Acara Relawan Jokowi

FAKTA:

Kebijakan setor setengah dari infak di hari Jumat bagi seluruh masjid diinisiasi oleh beberapa organisasi keagamaan di DKI Jakarta untuk aksi kemanusiaan.

Terkait hubungannya dengan Pemprov DKI Jakarta, PJ Gubernur Heru sudah memberikan lampu hijau akan inisiatif tersebut dan akan dilaksanakan melalui berbagai ormas keagamaan di DKI Jakarta karena hal tersebut bukanlah kewenangan dari Pemprov DKI Jakarta.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Jepang Tolak Ajakan Australia Perangi Indonesia

KESIMPULAN:

Kabar bahwa PJ Gubernur Heru setujui penyetoran dana infak masjid untuk ormas keagamaan di seluruh wilayah DKI Jakarta adalah tidaklah benar. Informasi ini masuk dalam kategori konteks yang salah. (Asp)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Timor Leste Menyesal Pisah dari Indonesia

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Didesak Mundur dari Ketum PPP, Suharso Sebut Tidak Sesuai Mekanisme
Indonesia
Didesak Mundur dari Ketum PPP, Suharso Sebut Tidak Sesuai Mekanisme

“Gak perlu saya respons saya gak terima suratnya,” kata Suharso kepada wartawan, Senin, (29/8).

Megawati Sebut Tanpa PDIP, Jokowi tidak Bisa jadi Presiden
Indonesia
Megawati Sebut Tanpa PDIP, Jokowi tidak Bisa jadi Presiden

"Pak Jokowi kalau enggak ada PDI Perjuangan ya kasian dah. Lho, legal formal lho. Mereka jadi presiden enggak ada gini, legal formal, ikutan aturan mainnya," kata Megawati.

Kondisi Schumacher Pasca Kecelakaan di Kecepatan 240 Km/Jam
Dunia
Kondisi Schumacher Pasca Kecelakaan di Kecepatan 240 Km/Jam

Mick Schumacher menegaskan bahwa dirinya dalam keadaan baik, namun dia tidak akan ambil bagian dalam Grand Prix Arab Saudi pada Minggu setelah mobil Haas-nya dalam kecepatan 240 km per jam mengalami kecelakaan dalam latihan di sirkuit jalanan berkecepatan tinggi Jeddah.

Beli 640 Tiket Formula E, Sahroni Rogoh Kocek Rp 1,2 Miliar
Indonesia
Beli 640 Tiket Formula E, Sahroni Rogoh Kocek Rp 1,2 Miliar

Tak tanggung-tanggung dirinya mengeluarkan uang sebesar Rp 1,2 miliar untuk beli tiket dengan berbagai kategori.

Obat Bagi Pasien COVID-19 Isoman Bisa Diambil Langsung di Apotek
Indonesia
Obat Bagi Pasien COVID-19 Isoman Bisa Diambil Langsung di Apotek

Pasien menggunakan layanan ojek online dan atau wali pasien dengan keadaan sehat untuk mengambil paket dengan biaya yang ditanggung sendiri oleh pasien.

Diduetkan dengan Cak Imin, Gerindra: Yang Penting Capresnya Prabowo
Indonesia
Diduetkan dengan Cak Imin, Gerindra: Yang Penting Capresnya Prabowo

encana menduetkan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin dalam gelaran Pilpres 2024 mulai digaungkan.

MotoGP Mandalika, Kemenkominfo Hadirkan 2 Pengalaman 5G bagi Pengunjung
Indonesia
MotoGP Mandalika, Kemenkominfo Hadirkan 2 Pengalaman 5G bagi Pengunjung

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menyampaikan, pihaknya menyiapkan dua jenis pengalaman jaringan 5G bagi pengunjung yakni 5G Experience dan 5G Showcase.

Inflasi Tinggi Bukti Pelemahan Ekonomi Sudah Terjadi
Indonesia
Inflasi Tinggi Bukti Pelemahan Ekonomi Sudah Terjadi

Tekanan terhadap inflasi dan melemahnya nilai tukar rupiah akan menyebabkan harga bahan baku naik

24 Parpol Dinyatakan Lolos Verifikasi Administrasi
Indonesia
24 Parpol Dinyatakan Lolos Verifikasi Administrasi

Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan proses verifikasi administrasi 24 partai politik yang lolos berkas pendaftaran pemilu sudah selesai.

Pengacara dan Sopir Lukas Enembe Mangkir dari Panggilan KPK
Indonesia
Pengacara dan Sopir Lukas Enembe Mangkir dari Panggilan KPK

Pengacara Gubernur Papua Lukas Enembe, Aloysius Renwarin mangkir atau tidak menghadiri panggilan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (17/11).