[HOAKS atau FAKTA} Pesepeda di Jakarta Meninggal Dunia Kehabisan Nafas karena Pakai Masker Ilustrasi pesepeda. Foto: Photographer@TORWAI

MerahPutih.com - Beredar pesan berantai berupa narasi beserta video yang mengklaim bahwa seorang pesepeda meninggal di kawasan Monas, Jakarta karena kehabisan oksigen karena menggunakan masker saat bersepeda.

Video tersebut memperlihatkan seorang pesepeda yang tergeletak di trotoar. Karena tak sadarkan diri, pesepeda itu diberi pertolongan oleh rekannya dengan CPR atau teknik kompresi dada untuk seseorang yang detak jantungnya terhenti.

Mafindo
Foto: Mafindo

Narasi

"Henri meninggal saat bersepeda tadi pagi di monas krn kekurangan O2 (oksigen).

Bersepeda jangan memakai masker.....

Keterangan nya begini

Menarik napas adalah mengambil O2 dari udara dan menghembuskan napas adalah mengeluarkan CO2 ke udara. Kelebihan kadar CO2 dalam tubuh adalah berbahaya. Bersepeda adalah exercise apalagi bila cepat dan menanjak....kebutuhan O2 bertambah...frekwensi napas dan nadi meningkat. Apabila memakai masker akan terjadi rebreathing dalam arti ada CO2 yang terisap kembali yang lama2 mengakibatkan naik nya kadar CO2 dalam darah dan bisa mengakibatkan keracunan.....salah satu gejalanya pusing dan mual.

Dalam keadaan tidak latihan pk masker tidak akan apa apa....bisa saja terjadi sedikit kenaikan CO2 tapi tidak sampai terjadi keracunan.

Karena nya bersepeda zaman covid pergilah ke tempat yang sepi dan udaranya besih. Masker tetap dibawa....dipakainya kalo istirahat atau ketemu teman.

Selamat Olahraga"

Cek fakta

Kapolsek Metro Gambir AKBP Kade Budiyarta membenarkah bahwa ada seorang pesepeda berinisial H, 48 tahun, yang meninggal di Monas, Jakarta, pada Senin (25/5).

Namun, Budi menyatakan bahwa H meninggal bukan karena menggunakan masker saat berolahraga. Budi menuturkan bahwa H meninggal karena serangan jantung.

“Itu sudah dipastikan oleh dokter. Keluarganya juga mengatakan dia (H) memang punya riwayat jantung," kata Budi kepada MerahPutih.com.

Budi menjelaskan bahwa H awalnya pingsan saat tengah beristirahat di area Taman Pandang, Monas. Teman-temannya pun memberikan pertolongan pertama kepada H. Kemudian, mereka bersama petugas satuan Polisi Pamong Praja yang berada di lokasi membawa H ke RS Budi Kemuliaan.

Pihak RS lantas merujuk H ke RSUD Tarakan hingga dinyatakan meninggal.

Kesimpulan

Bukan karena kehabisan oksigen akibat menggunakan masker. Pesepeda yang meninggal di Monas tersebut karena terkena serangan jantung. Pihak keluarga juga mengatakan bahwa yang bersangkutan memang memiliki riwayat penyakit jantung. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jelang Imlek, Umat Tri Dharma Bersihkan Klenteng Tien Kok Sie Pasar Gede Solo
Indonesia
Jelang Imlek, Umat Tri Dharma Bersihkan Klenteng Tien Kok Sie Pasar Gede Solo

"Satu persatu patung para suci (timsin) oleh masyarakat Tionghoa kami bersihkan satu persatu," ujar Sumantri

Deklarasi Dukun di Banyuwangi Diselidiki Polisi, PKB: Polisi Ada yang Menggunakan Dukun
Indonesia
ADB Gelontorkan Rp7,5 Triliun Untuk Penanggulangan Bencana di Indonesia
Indonesia
ADB Gelontorkan Rp7,5 Triliun Untuk Penanggulangan Bencana di Indonesia

Program tersebut akan melengkapi program COVID-19 active response and expenditure support (CARES) dari ADB senilai 1,5 miliar dolar AS bagi Indonesia.

Suhu di Solo Terasa Dingin, BMKG Prediksi Musim Kemarau Lebih Pendek
Indonesia
Suhu di Solo Terasa Dingin, BMKG Prediksi Musim Kemarau Lebih Pendek

Suhu dingin tersebut merupakan fenomena alamiah yang biasa terjadi saat puncak musim kemarau.

Pengunjung Sidang Jiwasraya Berdempetan, Abaikan Protokol Kesehatan
Indonesia
Pengunjung Sidang Jiwasraya Berdempetan, Abaikan Protokol Kesehatan

Rencananya JPU hanya membaca satu dakwaan yang mewakili keenam dakwaan

Purnomo Mundur, Golkar Dukung Gibran di Pilwakot Solo Tanpa Syarat
Indonesia
Purnomo Mundur, Golkar Dukung Gibran di Pilwakot Solo Tanpa Syarat

Golkar mendukung Gibran setelah bakal cawali dari PDIP, Achmad Purnomo mundur.

Ini Protokol Kesehatan Salat Berjemaah di Masjid saat New Normal
Indonesia
Ini Protokol Kesehatan Salat Berjemaah di Masjid saat New Normal

Salat perlu disesuaikan dengan cara baru demi mencegah penularan COVID-19.

 Work From Home Dicabut, ASN Pemkot Solo Masuk Kerja 2 Juni
Indonesia
Work From Home Dicabut, ASN Pemkot Solo Masuk Kerja 2 Juni

"Sesuai SE yang telah dikeluarkan Sekda Solo WFH berakhir tanggal 1 Juni 2020. ASN kembali masuk kerja di kantor besok Selasa tanggal 2 Juni," ujar Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo

Polri Gandeng TNI Jaga Toko yang Jual Barang-Barang Asal Prancis
Indonesia
Polri Gandeng TNI Jaga Toko yang Jual Barang-Barang Asal Prancis

Polri tentu akan mengambil langkah yang tegas

Jabar Siapkan Kapasitas Limbah COVID-19 hingga 24 Ton Per Hari
Indonesia
Jabar Siapkan Kapasitas Limbah COVID-19 hingga 24 Ton Per Hari

Limbah medis merupakan segala jenis sampah yang mengandung bahan infeksius atau bahan yang berpotensi infeksius.