[HOAKS atau FAKTA]: Penemu Vaksin BioNTech Menolak Divaksin karena Alasan Keamanan Tangkapan layar soal penemu vaksin BioNTech menolak divaksin karena alasan keamanan. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

MerahPutih.com - Akun Twitter dengan nama pengguna “AnonCitizenUK” mengunggah sebuah video wawancara CEO BioNTech, Ugur Sahin. Dalam unggahan tersebut juga disertakan keterangan yang menyatakan bahwa Sahin menolak untuk divaksin karena alasan keamanan.

SUMBER: Twitter

https://archive.ph/O65AQ

(diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia)

“Dr Ugur Sahin CEO dari BioNTech dan penemu vaksin BIO N TECH Pfizer menolak divaksin karena alasan keamanan

SADARLAH!”

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Standar Baru WHO Masukan Usia 65 Tahun Sebagai Pemuda

FAKTA:

Berdasarkan hasil penelusuran Mafindo, video tersebut merupakan potongan dari wawancara Ugur Sahin dengan DW News yang dilaksanakan pada Desember 2021.

Video lengkap wawancara telah diunggah oleh kanal YouTube “DW News” pada 22 Desember 2021 dengan judul video “BioNTech CEO Ugur Sahin: “Our vaccine will likely work for mutated coronavirus variants” | DW News”. Potongan video yang diunggah oleh akun Twitter “AnonCitizenUK” merupakan potongan dari menit 6:25 hingga 8:19.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Air Kelapa Hijau Jadi Penawar Racun Vaksin COVID-19

Dalam video tersebut, Sahin juga tidak menyatakan apa pun terkait ketidaksediaan untuk divaksin karena alasan keamanan. Sahin menyatakan bahwa saat wawancara dilakukan, ia belum menerima vaksin karena ia bukan termasuk golongan prioritas yang ditetapkan oleh pemerintah.

Pada Desember 2020, pemerintah Jerman baru saja mulai mendistribusikan vaksin dan menetapkan bahwa penerima vaksin diprioritaskan untuk tenaga kesehatan serta pekerja esensial lainnya.

Lebih lanjut, melansir dari wawancara Sahin dengan media asal Inggris The Times pada September 2021, Sahin menegaskan bahwa dirinya telah menerima vaksin pada akhir Januari 2021 lalu.

KESIMPULAN:

Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Twitter dengan nama pengguna “AnonCitizenUK” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Empat Kasus COVID-19 Varian Omicron Ditemukan di DKI

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tarif Ojek Online Naik Mulai Hari Ini
Indonesia
Tarif Ojek Online Naik Mulai Hari Ini

Besaran kenaikan mencapai 8-13 persen untuk semua zonasi.

Kasus COVID-19 Nasional Bertambah 382, Jakarta Paling Banyak
Indonesia
Kasus COVID-19 Nasional Bertambah 382, Jakarta Paling Banyak

Penambahan kasus harian COVID-19 terus terjadi. Namun, angkanya kini berhasil ditekan dibawah 400an. Indonesia mencatat sebanyak 382 kasus baru COVID-19, Minggu (24/4) menjadi 6.044.150. Lalu, pasien sembuh bertambah 2.168 menjadi 5.870.419. Kemudian, pasien meninggal bertambah 33 menjadi 156.100.

Rumah Terdampak Gempa Banten Magnitudo 6,6 Terus Bertambah
Indonesia
Rumah Terdampak Gempa Banten Magnitudo 6,6 Terus Bertambah

Semua rumah warga yang mengalami kerusakan tentu akan mendapatkan bantuan

6.452 Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air
Indonesia
6.452 Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air

Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan akan melakukan pemantauan kesehatan kepada setiap jamaah yang tiba di Tanah Air.

Pemeriksaan Putri Candrawathi Dilanjutkan Pekan Depan
Indonesia
Pemeriksaan Putri Candrawathi Dilanjutkan Pekan Depan

Putri diperiksa lebih dari 12 jam di Bareskrim Polri. Namun, Putri tidak ditahan karena alasan kesehatan.

Pemerintah Kantongi Rp 126,75 Miliar dari Pajak Kripto
Indonesia
Pemerintah Kantongi Rp 126,75 Miliar dari Pajak Kripto

Angkanya sudah mencapai Rp 126,75 miliar yang terdiri atas pajak penghasilan (PPh) atas transaksi aset kripto melalui penyelenggara perdagangan melalui sistem elektronik (PPMSE).

Anggota Komisi I Sebut 3 Kepala Staf Layak Jadi Panglima TNI
Indonesia
Anggota Komisi I Sebut 3 Kepala Staf Layak Jadi Panglima TNI

Ketiga staf memenuhi syarat sebagai pengganti Jenderal Andika Perkasa.

Anies Tegaskan Tingkat Keparahan Akibat Omicron di DKI Tidak Tinggi
Indonesia
Anies Tegaskan Tingkat Keparahan Akibat Omicron di DKI Tidak Tinggi

Ketika Omicron menyerang orang-orang dengan kormorbid, hal ini bisa berpotensi fatal

Kasus COVID-19 Melandai, Pemerintah Perbanyak Lagi Penempatan Pekerja Migran
Indonesia
Kasus COVID-19 Melandai, Pemerintah Perbanyak Lagi Penempatan Pekerja Migran

Kesempatan kembali terbuka bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI) untuk ditempatkan ke negara-negara penerima.

Harga Kedelai Mahal, Produsen Tahu Tempe Minta Bulog Campur Tangan
Indonesia
Harga Kedelai Mahal, Produsen Tahu Tempe Minta Bulog Campur Tangan

Sekjen Puskopti DKI Edi Kuswanto meminta adanya campur tangan Perum Bulog guna mengatasi masalah tingginya harga kedelai sebagai bahan baku kedua produk tersebut.