[HOAKS atau FAKTA]: Pelaku Kejahatan Diturunkan di Seluruh Jakarta untuk Merampok Rumah Warga WhatsApp berantas hoaks dengan meminimalisir penerusan pesan (Foto: Pixabay/memyselfaneye)

Merahputih.com - Sebuah pesan berantai beredar di WhatsApp meresahkan warga. Pesan itu berisikan narasi adanya tindak kriminal yang semakin marak akhir-akhir ini.

Dalam pesan itu dituliskan juga para pelaku perampokan yang diturunkan disatu titik yang nantinya akan menyebar untuk melakukan aksi kejahatan. Selain itu, dituliskan pula jam operasi para perampok tersebut beraksi.

Baca Juga

Pandemi COVID-19 Makin Masif, MUI Setuju Diadakan Zikir Nasional

Kemudian, dalam pesan itu juga, para perampok menyasar ibu-ibu dan anak-anak yang tengah membawa tas serta memainkan telepon genggamnya.

Tak hanya itu, dalam pesan tersebut juga berisi adanya sebuah truk yang mengangkut para penjahat untuk melakukan survei dan melakukan kejahatan terhadap warga.

Sementara, di desa para penjahat akan menyasar ternak warga dan hasil bumi para penduduk setempat.

Berikut isi pesan berantai tersebut:

. *Sekedar Info :* *Kriminal Semakin Marak*1. Pelaku diturunkan serentak dgn jml banyak dgn kendaraan box, truk) biasa menjelang magrib.2. Selanjutnya pelaku menyebar utk survey sasaran.3. Jika dimungkinkan mereka ini langsung eksekusi & akan berkumpul lg, di titik jemput.4. Jam operasi antara jam 21.00 s/d 05.00 pagi.5. Sasaran utk pedesaan ternak & hasil bumi, serta perampasan motor, utk jalur2 yg sepi6. Utk daerah kota, yaitu kantor, toko & rumah, pelaku lakukan survey di siang & sore utk mencatat jam2 sepi / rawan.7. Perampasan tanpa survey *sasarannya :* Ibu-2, anak2 yg lagi bawa tas, dompet, / yg main HP, baik yg lg jalan,/ yg naik spd motor

*Waspadai :*1. Orang asing yg nanya alamat pura-2 memancing disungai, naik motor pelan2, / pura2 motor/mobilnya mogok dll2. Waspada jam2 rawan diatas

*Saran :*1. Perkuatlah sistem keamanan baik secara lingkungan (ronda / jaga giliran) & secara mandiri2. Perkuat koordinasi keamanan dgn lingkungan sekitar3. Tumbuhkan kesadaran pada diri sendiri, arti pentinganya keamanan bersama

*Ingat :* kejahatan terjadi krn ada niat & kesempatan.. Semoga bermanfaat ????

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus. Foto: ANTARA

Cek Fakta:

Terkait hal itu, Polda Metro Jaya memastikan jika pesan berantai tersebut adalah tidak benar alias hoaks. Meski begitu, polisi meminta masyarakat untuk tetap berwaspada atas lingkungan sekitar.

"(Pesan berantai) Hoaks," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi, Senin (4/5).

Hoaks serupa sejatinya juga pernah beredar pada medio 2016 sampai 2017 lalu. Kali ini, pelaku disinyalir sengaja menyebarkan hoaks agar masyarakat menjadi makin resah ditengah ancaman Corona yang belum mereda.

Para penyebar hoaks bisa diganjar Pasal 45 dan 45 A UU ITE dengan ancaman pidana 6 tahun penjara dan denda Rp1 M, Pasal 14 dan 15 UU No. 1 Tahun 1946 dengan ancaman pidana 10 tahun penjara.

Baca Juga

Update COVID-19 DKI 9 April: Total Sembuh 82 Orang, Positif Tambah 189 Kasus

KESIMPULAN:

Informasi tersebut dipastikan hoaks. Pelaku disinyalir sengaja mengupload konten yang membuat masyarakat menjadi resah. Masyarakat pun diminya berhati-hati dalam bermedia sosial dan tak menyebarkan berita yang bernada provokatif karena ancaman hukuman menanti. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Usai Ledakan dan Tekanan Publik, PM Lebanon Mundur
Indonesia
Usai Ledakan dan Tekanan Publik, PM Lebanon Mundur

Sebagian besar masyarakat Lebanon telah lama menuntut pemerintahan yang dipimpin PM Diab dibubarkan. Diab telah meminta pemilihan parlemen diselenggarakan lebih cepat.

Tolak Kenaikan RKT DPRD DKI, Demokrat: Tidak Etis dan Menyakiti Hati Rakyat
Indonesia
Tolak Kenaikan RKT DPRD DKI, Demokrat: Tidak Etis dan Menyakiti Hati Rakyat

"Ekonomi sedang lesu akibat terimbas COVID 19, tidak etis kalau DPRD minta naik fasilitas & tunjangan lainnya termasuk penambahan volume kegiatan DPRD itu akan menyakiti hati rakyat," ungkap Santoso.

Jokowi Tegaskan Belum Longgarkan PSBB
Indonesia
Jokowi Tegaskan Belum Longgarkan PSBB

Bahwa yang dilakukan pelarangan adalah untuk kegiatan mudik Lebaran

Anies Klaim tidak Pernah Tutupi Data COVID-19
Indonesia
Anies Klaim tidak Pernah Tutupi Data COVID-19

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengklaim jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dari awal tidak pernah menutup-nutupi data terkait kondisi COVID-19 di ibu kota

KPK Cegah 3 Orang Ke Luar Negeri Terkait Korupsi Proyek COVID-19 di Bandung Barat
Indonesia
KPK Cegah 3 Orang Ke Luar Negeri Terkait Korupsi Proyek COVID-19 di Bandung Barat

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah meminta Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk mencegah 3 orang bepergian ke luar negeri.

[HOAKS atau FAKTA]: Abu Vulkanik Gunung Merapi Jadi Obat Sembuhkan Corona
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Abu Vulkanik Gunung Merapi Jadi Obat Sembuhkan Corona

Sifat anti-virus yang diduga berasal dari abu vulkanik belum ditemukan

Positif COVID-19, Kondisi Surya Paloh Baik dan Stabil
Indonesia
Positif COVID-19, Kondisi Surya Paloh Baik dan Stabil

Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh terkonfirmasi positif COVID-19.

Wawan: Saya jadi Pengusaha Sebelum Atut jadi Gubernur Banten
Indonesia
Wawan: Saya jadi Pengusaha Sebelum Atut jadi Gubernur Banten

Wawan dengan tegas menampik tudingan jaksa penuntut umum KPK

Pemprov DKI Belum Izinkan Kegiatan Penikahan di Jakarta
Indonesia
Pemprov DKI Belum Izinkan Kegiatan Penikahan di Jakarta

Hal itu dikarenakan belum adanya kesepakatan mengenai protokol kesehatan.

Wapres Tegaskan Pembangunan Papua Melalui Pendekatan Wilayah Adat
Indonesia
Wapres Tegaskan Pembangunan Papua Melalui Pendekatan Wilayah Adat

Wapres menyatakan komitmen pemerintah untuk memberikan perlindungan dan pemberdayaan bagi masyarakat Papua.