[HOAKS atau FAKTA] Pasien COVID-19 Ditampung di Istora Senayan Foto ilustrasi. - Ist/Freepik

MerahPutih.com - Akun Facebook bernama Fian M mengunggah video suasana di Istora Senayan, Jakarta. Dalam keterangannya, Fian M mengklaim Istora Senayan dijadikan tempat penampungan pasien COVID-19.

Dalam video itu terlihat beberapa orang tengah berbaring di atas alas dengan menjaga jarak.

Narasi

Asslm.. Salam sehat for trg samua…RS full pasien lpgn Istora senayan jkrta jd tmpat pnampungan ..#coba” jo yg nda percaya dg Covid-19..

Fakta

Setelah ditelusuri, video tersebut bukan terjadi di Indonesia. Melainkan di Stadion Sukpa di Kuantan Malaysia. Stadion dipakai, karena Rumah Sakit Sungai Buloh tidak dapat menampung pasien yang jumlahnya terus meningkat di sana.

Rumah sakit penampungan Kuantan itu dibagi menjadi dua area. Adapun pasien yang beristirahat di sana menggunakan tikar jerami plastik dan selimut sebagai tempat tidur.

Foto: Mafindo

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menegaskan pihaknya tak pernah menyebut Istora Senayan akan dijadikan sebagai isolasi mandiri pasien positif corona.

“Kami tidak pernah menyebutkan bahwa Istora senayan akan dijadikan tempat isolasi mandiri,” ujar Riza kepada wartawan, Selasa (29/12) lalu.

Riza menuturkan yang disiapkan oleh pemerintah pusat yakni di hotel-hotel yang sudah berjalan beberapa bulan sesuai arahan Jokowi. Untuk Isolasi mandiri, pihak Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan wisma di daerah Ragunan dan TMII.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas klaim Istora Senayan yang dijadikan tempat penampungan pasien COVID-19 merupakan hoaks dengan kategori konten yang salah. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPRD Dukung Anies Bongkar Rumah Pinggir Sungai Atasi Banjir
Indonesia
DPRD Dukung Anies Bongkar Rumah Pinggir Sungai Atasi Banjir

DPRD DKI Jakarta menyambut baik rencana Pemerintah Provinsi membongkar rumah-rumah yang berada di bantaran sungai dalam upaya penanggulangan banjir.

Viral Kerumunan Orang di Toko Hijab Thamrin City, Ini Respons Polisi
Indonesia
Viral Kerumunan Orang di Toko Hijab Thamrin City, Ini Respons Polisi

Hengki memastikan pihaknya sudah melakukan teguran keras

Bandung Masuk Pancaroba, Waspada Cuaca Ekstrem dan Kebakaran
Indonesia
Bandung Masuk Pancaroba, Waspada Cuaca Ekstrem dan Kebakaran

Pada musim hujan kemarin terbilang cukup ekstrem, yaitu curah air hujan 40 persen lebih tinggi dari biasanya.

Curah Hujan Tinggi Picu Banjir Beberapa Desa di Sumbawa
Indonesia
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir Beberapa Desa di Sumbawa

Banjir juga mengakibatkan kerugian material

Anggota DPRD Solo Asyik Karaoke di Ruang Komisi Jadi Sorotan
Indonesia
Anggota DPRD Solo Asyik Karaoke di Ruang Komisi Jadi Sorotan

Sebuah video anggota DPRD Solo, Jawa Tengah sedang asyik berkaraoke viral di media sosial (medsos), Selasa (27/7).

Masih Pandemi, Ketua INTI Berpesan Rayakan Imlek di Rumah Bersama Keluarga
Indonesia
Masih Pandemi, Ketua INTI Berpesan Rayakan Imlek di Rumah Bersama Keluarga

Biasanya dalam peringatan Imlek ini, masyarakat Tionghoa berdoa kepada leluhur

Setu Babakan Diprediksi Bakal Dibanjiri Wisatawan Hari Ini
Indonesia
Setu Babakan Diprediksi Bakal Dibanjiri Wisatawan Hari Ini

Pedagang juga tidak dibolehkan menyediakan tempat duduk lesehan

Lonjakan Pengunjung Pusat Belanja Terjadi di Makassar dan Jakarta
Indonesia
Lonjakan Pengunjung Pusat Belanja Terjadi di Makassar dan Jakarta

Aktivitas di bulan Ramadan dan relaksasi jam operasional tempat belanja menyebabkan kenaikan kunjungan ke pusat belanja untuk mencari berbagai kebutuhan di bulan Ramadan dan Idul Fitri.

Sebelas Debt Collector Ditangkap Setelah Aksi Pengepungan Anggota TNI
Indonesia
Sebelas Debt Collector Ditangkap Setelah Aksi Pengepungan Anggota TNI

Polisi menangkap 11 debt collector yang mengepung mobil yang dikemudikan anggota TNI Serda Nurhadi yang tengah membawa penumpang sakit.

Buntut Larangan Mudik, Jumlah Penumpang Kereta Api Turun 91 Persen
Indonesia
Buntut Larangan Mudik, Jumlah Penumpang Kereta Api Turun 91 Persen

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI telah melayani 2.852 pelaku perjalanan mendesak untuk kepentingan non-mudik pada hari pertama pemberlakuan masa larangan mudik.