[HOAKS atau FAKTA]: Munarman Disiksa di Penjara Hingga Lumpuh Permanen dan Susah Bicara Densus 88 Antiteror menangkap Munarman terkait dugaan aksi teroris di Perumahan Modern Hills, Cinangka, Pamulang, Tangerang Selatan. (ANTARA/HO-Polda Metro Jaya).

Merahputih.com - Beredar sebuah tangkapan layar yang menyebutkan tersangka dugaan kasus terorisme, Munarman dalam kondisi lumpuh permanen.

Di samping itu, dalam tangkapan layar yang diunggah oleh akun Twitter @m1n4_95 ini menyebut kondisi Munarman juga sudah tidak bisa berbicara. Munarman kerap mendapat penyiksaan setelah ditangkap dengan hanya diberikan makan seminggu dua kali. Selanjutnya, kalimat dalam tangkapan layar itu juga menuding Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalang di balik penyiksaan ini.

Baca Juga

Kuasa Hukum Akui Munarman, Rizieq dan Petinggi FPI Lainnya Dukung ISIS

“Bang Munarman terlupakan oleh kita, banyak beredar kabar jika beliau sekarang tidak bisa berjalan dan bisa jadi lumpuh permanen, juga susah berbicara dengan jelas akibat terus-terusan mengalami penyiksaan sejak ditangkap 27 April 2021 lalu. Bahkan Munarman cuma diberi makan seminggu dua kali oleh polisi sehingga beliau sudah sangat teraniaya. Dan isu beredar jika itu desainernya Jokowi sendiri. Rezim Laknatullah!!,” Bunyi dalam tangkapan layar tersebut.

Terkait itu, Mabes Polri sendiri membantah tuduhan tersebut. Eks Sekretaris Jenderal (Sekjen) Front Pembela Islam (FPI) itu saat ini dalam kondisi sehat.

“Munarman dalam kondisi sehat,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono saat dihubungi wartawan, Senin (31/5).

(Kiri-kanan) Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, Kabagpenum Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan, saat memberikan keterangan pers, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (17/5/2021) (ANTARA/Laily Rahmawaty)
(Kiri-kanan) Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, Kabagpenum Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan, saat memberikan keterangan pers, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (17/5/2021) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Diketahui sebelumnya, Tim Detasement Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap pengacara Habib Rizieq Shihab, Munarman terkait kasus dugaan tindak terorisme. Penangkapan itu dilakukan di sebuah Perumahan Modern Hills, Cinangka, Pamulang, Tangerang Selatan pada Selasa (27/4) sekitar pukul 15.30 WIB.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Munarman ditangkap lantaran menggerakan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme. Selain itu, dia bermufakat jahat untuk melakukan tindak pidana terorisme dan menyembunyikan informasi tentang tindak pidana terorisme.

Dalam hal ini, dia terbukti mengikuti baiat kelompok teroris di tiga tempat yakni di Universitas Islam Indonesia (UIN), Medan dan Makassar. Untuk yang di Makassar sendiri, Munarman disebut mengikuti baiat ke ISIS.

Baca Juga

Munarman Ternyata Masih Berstatus "Tertangkap"

Dalam penggeledahan di bekas kantor Front Pembela Islam (FPI), Densus 88 berhasil menyita sejumlah barang bukti berbahaya. Salah satunya adalah carian bahan peledak TATP (triaceton triperoxide) atau bisa dikenal dengan nama The Mother of Satan.

Selain itu, ada serbuk yang dimasukan ke dalam kaleng hingga beberapa atribut di kantor organisasi masyarakat (ormas) terlarang tersebut. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
7 Hari Beruntun, Gerakan Buruh Jakarta Gelar Demo Tuntut Batalkan UU Cipta Kerja
Indonesia
7 Hari Beruntun, Gerakan Buruh Jakarta Gelar Demo Tuntut Batalkan UU Cipta Kerja

Gerakan Buruh Jakarta (GBJ) menggelar aksi unjuk rasa menolak omnibus law UU Cipta Kerja.

Polisi Amankan Ratusan Simpatisan Rizieq Shihab, Ada yang Bawa Sajam
Indonesia
Polisi Amankan Ratusan Simpatisan Rizieq Shihab, Ada yang Bawa Sajam

Satria menyebut dari ratusan simpatisan yang diamankan, pihaknya menemukan adanya senjata tajam (sajam) jenis pisau dari para pendukung mantan pentolan FPI it

Data Sirekap KPU, Suara Idris Capai 56 Persen
Indonesia
Data Sirekap KPU, Suara Idris Capai 56 Persen

Keunggulan tersebut, dari jumlah suara yang masuk berasal 1.497 tempat pemungutan suara atau 37,29 persen dari total 4.015 TPS.

BMKG Minta Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem di 27 Wilayah ini
Indonesia
BMKG Minta Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem di 27 Wilayah ini

BMKG memprediksi pada hari Selasa (7/9) wilayah DKI Jakarta bakal diguyur hujan siang dan malam

Anies Cemas Kasus COVID-19 Meroket Akibat Demo Tolak UU Cipta Kerja
Indonesia
Mahasiswa Untag Ciptakan Aplikasi Portal Supermarket
Indonesia
Mahasiswa Untag Ciptakan Aplikasi Portal Supermarket

Mahasiswa Teknik Informatika Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Ilham Fikri Abdillah menciptakan aplikasi Portal Supermarket untuk mendongkrak jumlah pembeli.

[Hoaks atau Fakta]: Megawati Mundur Dari Ketum PDI-P Digantikan Jokowi
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Megawati Mundur Dari Ketum PDI-P Digantikan Jokowi

Terkait dengan informasi mundurnya Megawati dari jabatan Ketum PDIP, ternyata hanya berupa pendapat para pemerhati politik di Indonesia tentang posisi Ketum Megawati

Walubi Sebut Indonesia Kekurangan 7.927 Guru Agama Buddha
Indonesia
Walubi Sebut Indonesia Kekurangan 7.927 Guru Agama Buddha

"Kami memberikan sejumlah catatan khususnya faktor penghambat bagi umat Buddha antara lain belum terpenuhinya amanat UU 20/2003 Pasal 12 Ayat 1A karena di Indonesia saat ini masih kekurangan 7.927 guru agama Buddha," ungkapnya.

Arbi Sanit, Pakar Politik dan Pemilu Yang Kritis dan Tajam
Indonesia
Arbi Sanit, Pakar Politik dan Pemilu Yang Kritis dan Tajam

Buku-buku yang ditulis di antaranya Sistem Politik Indonesia (1981); Perwakilan Politik di Indonesia (1985); dan Partai, Pemilu, dan Demokrasi (1997).

Ribuan PKL Yogyakarta Gulung Tikar, Berharap Dapat Bantuan Pemerintah
Indonesia
Ribuan PKL Yogyakarta Gulung Tikar, Berharap Dapat Bantuan Pemerintah

Pandemi memaksa ribuan pedagang kaki lima (PKL) gulung tikar. Mereka berharap pemerintah segera memberi bantuan dan tunjangan hidup.