[HOAKS atau FAKTA] MUI Keluarkan Surat Edaran Siaga Satu Majelis Ulama Indonesia (MUI) . (ANTARA/HO/20)

MerahPutih.com - Beredar informasi di Facebook yang menyatakan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan surat edaran yang memberi imbauan kepada masyarakat untuk waspada.

Narasi:

MAJELIS ULAMA INDONESIAJalan Proklamasi No.51, Menteng, Jakarta PusatHal : Seruan Siaga 1PEMBERITAHUANAssalamu a’laikum Warahmatulahi Wabarakatuh

Kami selaku Sekertaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Dengan ini menyerukan kepada seluruh MUI Propinsi, Kabupaten, dan Kota Agar berhati-hati dan Waspada dengan di adakannya Rapid Test COVID-19 terhadap para Ulama, Kyai, dan Ustadz di seluruh Indonesia.

Kami serukan bahwa rencana Test Corona ini adalah modus operandi dari Pki atas perintah Negara Komunis China untuk menghabisi para tokoh agama Islam baik di Indonesia maupun di Negara muslim lain. Oleh karena itu kita akan tolak niat mereka yang kelihatan baik. Tapi di dalamnya ada misi yang sangat jahat dan licik!

Kita banyak belajar dari pengalaman

Kita banyak belajar dari pengalaman sejarah para Ulama dan para Kyai kita di tahun 1948 dan 1965, di mana para tokoh agama kita sering di tipu oleh muslihat Pki.

Kalau kita melakukan Rapid Test COVID-19, kita akan dinyatakn Positive, lalu kita akan di Karantina, kita akan di Suntik dengan dalih pengobatan, padahal kita di suntik racun, meninggal dan langsung di kuburkan.

Kita sudah terbiasa hidup sehat. Dan para Santri pun dari dulu sudah terbiasa hidup Lockdown.

Satu hal juga kepada semua orang tua, jika pemerintah melakukan suntik imunisasi untuk anak-anak sampal umur 18 tahun dengan dalih untuk imunisasi Corona, agar di tolak, baik itu di lingkungan sekitar rumah, sekolah, dan tempat-tempat lain.

Cermat, Waspada, dan berhati-hati. Karena umat muslim sedang di dzolimi oleh pihak-pihak Komunis yang berlindung dalam wadah kekuasaan pernerintahan.

Sekian dan terima kasih

Wassalamu a’laikum Warahmatulahi Wabarakatuh

Jakarta 03 April 2020

Sekertariat MUI Pusat.

Cek Fakta:

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan tak pernah mengeluarkan seruan yang meminta ulama, kiai, dan ustaz di Indonesia untuk menolak rapid test.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid menegaskan seruan tersebut ialah hoaks atau berita bohong. Dia menjelaskan pihaknya tidak pernah mengeluarkan pengumuman tersebut

Dia juga menjelaskan surat tersebut tidak sesuai dengan kop standar MUI. Serta tutur bahasanya pun tidak sesuai standar MUI.

“Dari kop surat dan isi pemberitahuannya tidak sesuai standar MUI,” tegas Zainut.

MUI
Konten Hoaks MUI. Foto: Mafindo

Majelis Ulama Indonesia (MUI) baru saja mengeluarkan fatwa terkait hukum dan pedoman bermuamalah melalui media sosial. Fatwa ini mengatur banyak hal, mulai dari cara membuat postingan media sosial sampai cara memverifikasi.

Berikut isi lengkap fatwa tersebut yang dibacakan oleh Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam, Senin (5/6/2017):

Kesimpulan:

Surat itu dipastikan palsu. Sebab itu bukan rilis dari MUI. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Warga bakal Ditindak Tegas Jika Langgar Aturan PSBB di Jakarta
Indonesia
Warga bakal Ditindak Tegas Jika Langgar Aturan PSBB di Jakarta

"Langsung ditegakkan di lapangan," kata Anies

Pengamat Endus Motif di Balik Kebijakan Kontroversi Anies Baswedan
Indonesia
Pengamat Endus Motif di Balik Kebijakan Kontroversi Anies Baswedan

Kebijakan-kebijakan yang mendapat kritik dan penolakan itu salah satunya soal banjir

 Dua Polisi Ditangkap Karena Jadi Terduga Penyerang Novel, Fadli Zon Singgung Transparansi
Indonesia
Dua Polisi Ditangkap Karena Jadi Terduga Penyerang Novel, Fadli Zon Singgung Transparansi

"Kalau sudah tertangkap, tinggal ditelusuri sehingga kita bisa move on dengan kasus ini, karena ini sudah terkatung-katung cukup lama," ujar Fadli

Anak Amien Rais Jual Nama Wakil Ketua Komisi III Saat Ribut dengan Petinggi KPK
Indonesia
Anak Amien Rais Jual Nama Wakil Ketua Komisi III Saat Ribut dengan Petinggi KPK

"Bahkan yang bersangkutan sempat mengatakan. "Kamu, Siapa?" dan mengatakan pada Pak Nawawi saat itu, bahwa ia sedang bersama dengan salah satu Wakil Ketua Komisi dari DPR-RI," jelas dia.

Riza Patria Jawab Kabar Miring Anies Dirawat di RS Sunter
Indonesia
Identitas Pasien Corona Tersebar, Kominfo Gandeng Polri Ambil Langkah Hukum
Indonesia
Identitas Pasien Corona Tersebar, Kominfo Gandeng Polri Ambil Langkah Hukum

Apa yang sudah terjadi supaya menjadi pelajaran bersama

PDIP Minta Anies Hentikan Pembangunan Pusat Kuliner Muara Karang
Indonesia
PDIP Minta Anies Hentikan Pembangunan Pusat Kuliner Muara Karang

Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta menolak rencana pembangunan pusat kuliner di Muara Karang, Penjaringan, Jakarta Utara.

  Mendagri Tito Sebut Kepercayaan Publik Kunci Jalannya Pemerintahan
Indonesia
Mendagri Tito Sebut Kepercayaan Publik Kunci Jalannya Pemerintahan

Tito menegaskan, sebagai salah satu pilar demokrasi, partai politik juga diharapkan dapat mendapatkan kepercayaan publik melalui pemenuhan ekpektasi masyarakat.

 KPK Geledah Apartemen Caleg PDIP Harun Masiku
Indonesia
KPK Geledah Apartemen Caleg PDIP Harun Masiku

"Hari ini, tim penyidik melanjutkan kegiatan penggeledahan dan hari ini masih berlangsung, ya, di sebuah apartemen yang dihuni oleh tersangka HAR (Harun Masiku)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri

Doni Monardo Tegaskan Pendidikan Sektor Terakhir yang Dibuka
Indonesia
Doni Monardo Tegaskan Pendidikan Sektor Terakhir yang Dibuka

Sektor lain yang berhubungan dengan perekonomian sudah mulai dibuka