[Hoaks atau Fakta]: MPR Setujui Jabatan Jokowi 3 Periode Presiden Jokowi. (Foto: Sekretariat Presiden)

MerahPutih.com - Beredar sebuah narasi yang dibagikan ke dalam grup Facebook Seruput Kopi Bareng Presiden Ir Jokowidodo oleh akun Roimartin Yosep Yosep yang mengatakan MPR menyetujui Presiden Jokowi menjabat tiga periode.

Unggahan yang dibagikan di grup Facebook tersebut merupakan unggahan oleh akun Dinda Putri. Dalam unggahan tersebut juga mencantumkan sebuah video yang diklaim sebagai pernyataan MPR yang menyetujui Presiden Jokowi menjabat sebagai presiden selama tiga periode.

Baca Juga:

Wacana Jokowi 3 Periode Dinilai Hanya Pepesan Kosong

Facebookhttps://archive.fo/LzTeW

“MPR SETUJU BPK JOKOWI 3PERIODEGELORAKAN DEMI ANAK NEGRI NKRIUNTUK NKRI KESINAMBUNGAN PEMBANGUNAN NKRI

#NKRIHARHAMATI

#JOKOWI3PERIODE

#INDONESIAMAJUBERSAMAJOKOWI”

FAKTA

Melansir melalui laman berita Kompas, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan bahwa semua pihak yang mencalonkan Presiden Jokowi untuk maju pada Pilpres tahun 2024 dinilai inkonstitusional.

Hal tersebut disertai dengan penegasan Hidayat Nuw Wahid yang menegaskan bahwa pasal yang berlaku untuk pemilihan presiden hingga saat ini adalah Pasal 7 UUD tahun 1945 yang mengatakan bahwa masa jabatan presiden dan wakil presiden adalah lima tahun, dan dapat dipilih kembali untuk satu kali masa jabatan.

Tangkapan layar hoaks. (Foto: Antara)
Tangkapan layar hoaks. (Foto: Mafindo)

Video yang diunggah dalam narasi tersebut juga merupakan video suntingan. Setelah melakukan penelusuran, orang yang ada di dalam video tersebut adalah Ketua MPR Bambang Soesatyo dan Ketua DPP Partai NasDem Zulfan Lindan.

Kedua video tersebut merupakan video di tahun 2019, dan dari dua video tersebut tidak ada yang menyebutkan bahwa MPR menyetujui Presiden Jokowi untuk menjabat sebagai presiden untuk tiga periode.

KESIMPULAN

Dengan demikian, unggahan yang dibagikan di grup Facebook Seruput Kopi Bareng Presiden Ir Joko Widodo oleh akun Roimartin Yosep Yosep, tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan. (Knu)

Baca Juga:

[Hoaks atau Fakta]: Biden dan Putin Dukung Jokowi 3 Periode

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Blusukan di Jakarta, Cara Risma Naikkan Popularitas
Indonesia
Blusukan di Jakarta, Cara Risma Naikkan Popularitas

Pengamat politik, Ray Rangkuti menilai, apa yang dilakukan Risma bisa saja berhubungan dengan menaikan popularitas terutama di media sosial

Hari ini, Indonesia Terima 15 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Sinovac
Indonesia
Hari ini, Indonesia Terima 15 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Sinovac

Menkes meminta bantuan daerah, atau swasta untuk bisa bahu-membahu membantu jika kesulitan untuk bisa menyalurkan 426 juta vaksin.

DKI Keluhkan Pendataan Vaksinasi COVID-19 Kemenkes
Indonesia
DKI Keluhkan Pendataan Vaksinasi COVID-19 Kemenkes

Pemprov DKI Jakarta mengeluhkan pelaksanaan program vaksinasi COVID-19 nasional masih terkendala data penerima.

DPR Minta Polisi Usut Tuntas Pihak Penyebar Sertifikat Vaksin COVID-19 Jokowi di Internet
Indonesia
DPR Minta Polisi Usut Tuntas Pihak Penyebar Sertifikat Vaksin COVID-19 Jokowi di Internet

Polisi diminta segera mengusut tuntas pihak-pihak yang mencoba mencuri dan menyebarkan informasi terkait dugaan sertifikat vaksin COVID-19 milik Presiden Jokowi (Jokowi) yang bocor di internet.

Dibanding Amandemen UUD, MPR Lebih Baik Fokus Sosialisasi 4 Pilar
Indonesia
Dibanding Amandemen UUD, MPR Lebih Baik Fokus Sosialisasi 4 Pilar

Adapun pilar-pilar yang disosialisasikan adalah Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Ini Kata Polisi Soal Ciri-ciri Anarko Pembuat Onar saat Demonstrasi
Indonesia
Ini Kata Polisi Soal Ciri-ciri Anarko Pembuat Onar saat Demonstrasi

Kelompok Anarko Aindikalisme tak lagi menunjukkan identitas organisasi saat hendak membuat kericuhan.

Kerja Besar Vaksinasi COVID-19 Dalam 15 Bulan
Indonesia
Kerja Besar Vaksinasi COVID-19 Dalam 15 Bulan

Hasil evaluasi vaksin Sinovac, menunjukkan efek samping yang ditimbulkan bersifat ringan hingga sedang, yaitu efek samping lokal berupa nyeri, indurasi (iritasi), kemerahan, dan pembengkakan.

Profesor MIT Komentari Pembangunan Ibu Kota Baru Indonesia
Indonesia
Profesor MIT Komentari Pembangunan Ibu Kota Baru Indonesia

Ilmuwan Massachusetts Institute of Technology (MIT) Amerika Serikat mengingatkan pentingnya mendesain ibu kota negara yang tangguh terhadap iklim.

Kelanjutan Perkara Penembakan Laskar FPI Kembali Tertunda
Indonesia
Kelanjutan Perkara Penembakan Laskar FPI Kembali Tertunda

Polri menunda pelimpahan tahap dua tersangka dan barang bukti, terkait kasus dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap empat laskar FPI yang diduga dilakukan tersangka FR dan MYO di Cikampek.

Anak Buah Anies Sebut Ratusan Tempat Hiburan Malam Ajukan Pembukaan
Indonesia
Anak Buah Anies Sebut Ratusan Tempat Hiburan Malam Ajukan Pembukaan

Pemprov DKI Jakarta belum memberikan lampu hijau kepada tempat hiburan malam (THM) untuk dibuka kembali di tengah pandemi COVID-19.