[HOAKS atau FAKTA]: Minum Kopi Mampu Sembuhkan COVID-19 Kopi. (Foto: unsplash @asthetik)

MerahPutih.com - Akun Facebook Kolaboraa mengunggah sebuah postingan yang berisi klaim soal kopi yang bisa mencegah COVID-19, postingan tersebut diunggah pada Jumat (4/12).

Sebelumnya, pada Kamis (3/12), postingan tersebut juga viral di media sosial Twitter setelah diunggah akun @GiaPratamaMD.

Narasi:

Facebook:“Kopi Jadi Kandidat Obat Covid 19?Ada yang baru - baru ini viral nih di twitter. Tweet dari dr. Gia Pratama yang mengatakan bahwa kopi dalam dosis tertentu berpotensi mencegah Covid dengan cara menghambat proteasenya Virus Corona menempel pada sel kita.Penasaran? Cek post kita!” unggah akun Kolaboraa, Jumat (04/12/2020).

Twitter:"Kabar gembira. Kopi dalam dosis tertentu berpotensi mencegah Covid dengan cara menghambat proteasenya Virus Corona menempel pada sel kita.

-Journal Biomolekuler 10/20-" unggah akun Twitter @GiaPratama MD, Kamis (04/12/2020).

Cek fakta

Dari hasil penelusuran Mafindo, melansir liputan6.com, dr. RA Adaninggar, SP.PD. Dia menjelaskan kopi atau kafein belum terbukti efektif dan aman untuk mengobati covid-19.

“Dalam jurnal yang viral disebarkan memang disebut kafein bisa menghambat enzim protease dari virus corona covid-19. Artinya kafein bisa menghambgat perkembangbiakan virus corona covid-19,” ujar dr Adaninggar.

“Namun yang harus dicermati dalam jurnal itu penelitiannya masih sebatas in silico atau menggunakan simulasi komputer. Penelitian in silico ini masih tahap yang sangat awal dalam mengidentifikasi senyawa yang berpotensial untuk menjadi obat,” katanya menambahkan.

“Tahapan untuk menemukan obat sangat panjang. Setelah in silico masih ada invitro (uji lab), in vivo (uji di hewan), lalu uji klinis pada manusia. Setelah itu masih ada review dari badan pengawas obat masing-masing negara dan uji klinis fase IV yang mengawasi keamanan pasca pemasaran.”

Foto: Mafindo

Melalui penelusuran lebih lanjut, mengutip klikdokter.com, dr. Dyah Novita Anggraini mengatakan, masih perlu penelitian lanjutan atas riset tersebut.

Dia juga menggarisbawahi bahwa penelitian Elzupir berfokus pada kandungan kafein, bukan pada kopi sebagaimana yang diperbincangkan sebagian warganet.

“Bukan fokus ke kopi, karena kopi banyak jenisnya. Sedangkan yang diteliti hanya kandungan kafeinnya saja,” terang dr. Dyah Novita.

Menurut dr. Dyah Novita, beberapa obat yang ada saat ini memang memiliki kandungan kafein di dalamnya.

“Dan faktanya, (obat tersebut) lebih murah dibandingkan obat COVID-19 yang sudah jadi terapi di rumah sakit selama ini; seperti remdesivir, indinavir, dan lain sebagainya,” ucap dr. Dyah Novita.

Lebih lanjut, Badan Kesehatan Dunia (WHO), melalui laman resminya who.int menyatakan sampai saat ini tidak ada obat khusus yang direkomendasikan untuk mencegah atau mengobati virus corona baru (COVID-19).

Namun, mereka yang terinfeksi virus harus menerima perawatan yang tepat untuk meredakan dan mengobati gejala, dan mereka yang sakit parah harus mendapatkan perawatan suportif yang dioptimalkan. Beberapa perawatan spesifik sedang diselidiki, dan akan diuji melalui uji klinis. WHO membantu mempercepat upaya penelitian dan pengembangan dengan sejumlah atau mitra.

Kesimpulan

Berdasarkan seluruh referensi, maka unggahan akun Facebook Kolaboraa dan Twitter @GiaPratamaMD tersebut masuk ke dalam kategori konten yang menyesatkan. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tertua di Dunia, Lukisan Berusia 45.500 Tahun Ditemukan di Sulawesi
Indonesia
Tertua di Dunia, Lukisan Berusia 45.500 Tahun Ditemukan di Sulawesi

Gambar babi kutil di Leang Tedongnge, Sulawesi Selatan sebagai lukisan gua tertua di dunia yang berusia sekitar 45.500 tahun.

UMKM yang Dapat Bantuan Modal Kerja Diidentifikasi dari Perbankan
Indonesia
UMKM yang Dapat Bantuan Modal Kerja Diidentifikasi dari Perbankan

Jumlah estimasi berapa kebutuhannya, akan dilihat berdasarkan total outstanding kreditnya

[HOAKS atau FAKTA]: Viral Massa Demo UU Ciptaker Dibayar
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Viral Massa Demo UU Ciptaker Dibayar

Akun Facebook Mangkok Sapujagat mengunggah video dengan durasi 37 detik pada Jumat (9/10).

Pimpinan DPRD DKI: Anggota Rangkulan dengan Wagub Wajib Tes COVID-19
Indonesia
Pimpinan DPRD DKI: Anggota Rangkulan dengan Wagub Wajib Tes COVID-19

Tidak semua anggota DPRD DKI Jakarta yang melakukan tes COVID-19 setelah Wagub Ahmad Riza Patria terkonfirmasi positif virus corona.

Satu Petinggi Kampus Positif Corona, UNS Surakarta Berlakukan Lockdown
Indonesia
Satu Petinggi Kampus Positif Corona, UNS Surakarta Berlakukan Lockdown

Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah memberlakukan lockdown.

Soal Skandal Djoko Tjandra, ICW Desak Kejagung dan Polri Koperatif dengan KPK
Indonesia
Soal Skandal Djoko Tjandra, ICW Desak Kejagung dan Polri Koperatif dengan KPK

"ICW mendesak agar Kejaksaan Agung dan Bareskrim Polri dapat kooperatif terhadap KPK," kata Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana

Gara-gara Alat Ini, Pengguna Jalan Tak Mau Lagi Langgar Aturan Lalu Lintas
Indonesia
Gara-gara Alat Ini, Pengguna Jalan Tak Mau Lagi Langgar Aturan Lalu Lintas

Kakorlantas Irjen Istiono mengklaim, penerapan electronic traffic law enforcement (e-TLE) terbukti efektif dalam menekan jumlah pelanggaran lalu lintas.

Kasus Positif Corona Meningkat, Pemerintah Diminta tak Main-main Kendorkan PSBB
Indonesia
Cakada Bawa Massa Saat Daftar ke KPU, Begini Respon Bawaslu
Indonesia
Cakada Bawa Massa Saat Daftar ke KPU, Begini Respon Bawaslu

Dugaan pelanggaran ini terkait dengan jumlah massa yang datang ke kantor KPU setempat saat hendak mendaftarkan diri sebagai peserta Pilkada Serentak 2020.

Isu Pemecatan ASN, Ini Klarifikasi Menpan-RB
Indonesia
Isu Pemecatan ASN, Ini Klarifikasi Menpan-RB

Politisi PDIP itu menegaskan tidak ada pengurangan penghasilan dalam reformasi birokrasi yang ditargetkan dapat selesai di akhir tahun 2020.