[HOAKS atau FAKTA]: Minum Es Saat Cuaca Panas Bikin Pembuluh Darah Pecah Narasi imbauan agar tidak mengonsumsi air es sesaat setelah beraktivitas di cuaca panas (Mafindo)

Merahputih.com - Beredar narasi melalui media sosial Whatsapp yang menginformasikan bahwa Indonesia tengah mengalami fenomena gelombang panas.

Untuk itu imbauan agar tidak mengonsumsi air es sesaat setelah beraktivitas di cuaca panas karena dapat memecah pembuluh darah mikro manusia.

Baca Juga:

KPK Sebut Putusan KIP Soal Sengketa Informasi TWK Bantah Tudingan Hoaks

NARASI

“Beberapa waktu lalu, hari amat panas. Setelah kembali ke rumah, agar cepat dingin, saya segera mandi air dingin. Lalu, saya tidak dapat menggerakkan rahang dengan benar. Segera saya panggil ambulans untuk membawaku ke rumah sakit..”Ingat, terutama di hari yang panas, hindari air dingin karena akan menyebabkan kontraksi pembuluh darah yang cepat.Yang di rumah ada anak kecil, harus memberi tahu pembantu dan seisi rumah tentang hal ini.

Akhir-akhir ini cuaca panas di atas normalWalau mungkin kita rasa nyaman bila minum dingin.., namun, itu sangat berbahaya !*Hindari meneguk langsung minuman. Minumlah sedikit-demi sedikit, dengan perlahan

Tebarkan pesan ini ke keluarga-kerabat sekitar.Ini bisa menyelamatkan nyawa!

Baca Juga:

[Hoaks atau Fakta]: Stroke Pada Anak-anak Akibat Vaksin COVID-19

FAKTA

Dari hasil penelusuran Mafindo, informasi ini merupakan hoaks karena mengandung 2 kejanggalan utama.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyatakan dalam konfirmasi melalui website resminya bahwa gelombang panas terjadi pada wilayah yang terletak pada lintang menengah dan tinggi. Sementara wilayah Indonesia terletak di wilayah ekuator yang secara sistem dinamika cuaca tidak memungkinkan terjadinya gelombang panas.

Suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.

Saat ini, berdasarkan pantauan BMKG terhadap suhu maksimum di wilayah Indonesia, memang suhu tertinggi siang hari ini mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Tercatat suhu > 36 °C terjadi di Medan, Deli Serdang, Jatiwangi dan Semarang pada catatan meteorologis tanggal 14 Oktober 2021.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Seorang Anak di Inggris Meninggal karena Divaksin COVID-19

Suhu tertinggi pada hari itu tercatat di Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah I, Medan yaitu 37,0 °C. Namun catatan suhu ini bukan merupakan penyimpangan besar dari rata-rata iklim suhu maksimum pada wilayah ini, masih berada dalam rentang variabilitasnya di Bulan Oktober.

Sementara, informasi mengenai pecahnya pembuluh darah akibat langsung minum air es adalah tidak benar. Gangguan kesehatan yang umum terjadi dengan perbedaan suhu dan kelembapan udara adalah dehidrasi.

Dokter Spesialis penyakit dalam RS Pondok Indah-Puri Indah dr. Muhammad Ikhsan Mokoagow, M.Med.Sci., Sp.PD, FINASIM mengatakan hal tersebut tidak benar.

“Minum air dingin kan lewat tenggorokan sementara heat stroke terjadi pada permukaan kulit, tidak nyaman iya, tapi apa berbahaya secara langsung? untuk mencegah heat stroke justru harus terdehidrasi,” kata Ikhsan.

KESIMPULAN

Jadi dapat disimpulkan, informasi yang menyatakan bahwa Indonesia tengah mengalami gelombang panas, serta larangan minum air es setelah beraktivitas di cuaca panas karena dapat menyebabkan pembuluh darah pecah merupakan informasi hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gara-gara Menyalip Boat, Tekong Kapal Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara
Indonesia
Gara-gara Menyalip Boat, Tekong Kapal Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

Kedua korban kecelakaan itu tewas akibat terjatuh lalu terseret arus di lokasi wisata Ekang Mangrove Park.

Bela Jokowi Soal Tiga Periode, Megawati: Yang Omong Itu Kepengen Sebetulnya
Indonesia
Bela Jokowi Soal Tiga Periode, Megawati: Yang Omong Itu Kepengen Sebetulnya

Megawati Soekarnoputri membela Jokowi terkait tuduhan akan mengamandemen UUD 1945 menyangkut masa jabatan kepresidenan dari dua periode menjadi tiga periode.

Keluarga Politikus DPR Divaksin COVID-19, Sekjen: Wajib Dilindungi
Indonesia
Keluarga Politikus DPR Divaksin COVID-19, Sekjen: Wajib Dilindungi

pada prinsipnya, semua warga negara akan divaksin COVID-19. Dan hal itu adalah kebijakan yang telah disampaikan oleh Pemerintah.

Tak Terima Kekalahan, Machfud-Mujiaman Gugat Hasil Pilkada Surabaya ke MK
Indonesia
Tak Terima Kekalahan, Machfud-Mujiaman Gugat Hasil Pilkada Surabaya ke MK

"Perjuangan belum selesai. Bagi saya, langkah hukum di MK tidak sekedar menang atau kalah dalam pemilihan kepala daerah," ujar Machfud Arifin

Satgas Sebut Butuh Waktu Panjang untuk Kendalikan COVID-19
Indonesia
Satgas Sebut Butuh Waktu Panjang untuk Kendalikan COVID-19

Penggunaan vaksin Sinovac masih menunggu emergency use authorization (UEA) yang akan dikeluarkan oleh Badan POM.

Polisi Datangi Rumah Wanita Terduga Teroris Penyerang Mabes Polri
Indonesia
Polisi Datangi Rumah Wanita Terduga Teroris Penyerang Mabes Polri

Polisi mendatangi rumah perempuan berpistol berinisial ZA.

Menag Sebut Semua Penghina Ajaran Agama Wajib Diproses Hukum
Indonesia
Menag Sebut Semua Penghina Ajaran Agama Wajib Diproses Hukum

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mendorong kepolisian untuk memproses hukum semua yang diduga menyampaikan ujaran kebencian.

Listyo Sigit Bakal Wujudkan Potret Polri yang Tegas dan Humanis
Indonesia
Listyo Sigit Bakal Wujudkan Potret Polri yang Tegas dan Humanis

Sebab, keselamatan rakyat merupakah hukum tertinggi

Anies Ngotot Gelar Formula E, PDIP: Tolong Buka Mata dan Hati Nurani Anda
Indonesia
Anies Ngotot Gelar Formula E, PDIP: Tolong Buka Mata dan Hati Nurani Anda

"Sudahlah Pak Anies, tolong buka mata dan hati nurani Anda," kata Kent

Jokowi Diminta Tidak Pilih Lagi Menteri Pendidikan Yang Sukses Berbisnis
Indonesia
Jokowi Diminta Tidak Pilih Lagi Menteri Pendidikan Yang Sukses Berbisnis

Kemendikbudristek, perlunya sosok yang memiliki jam terbang dalam mengelola pendidikan. Itu sangat penting untuk memajukan pendidikan di Indonesia ke arah yang lebih baik.