[HOAKS atau FAKTA]: Mensos Risma Akan Hapus Semua BLT Tangkapan layar soal hoaks Mensos Risma akan hapus semua BLT. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

MerahPutih.com - Beredar artikel berjudul “Gawat! Mensos Risma Akan Hapus Semua BLT Untuk Kedepannya” yang tayang pada situs Batasindo[dot]com pada 25 Desember 2020.

Salah satu yang membagikan tautan artikel tersebut adalah akun Firda Firda Firda (fb.com/firda.firdawg) ke grup HALO OGAN ILIR pada 25 Desember 2020.

SUMBER:

Artikel: https://archive.is/iQsXG (Arsip)

Facebook: https://bit.ly/3aORCPW (Arsip)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA] : Login Facebook Wajib Gunakan Sertifikat Vaksin

FAKTA:

Berdasarkan hasil penelusuran Tim CekFakta Tempo, klaim bahwa Menteri Sosial Tri Rismaharini akan menghapus semua Bantuan Langsung Tunai (BLT) adalah klaim yang keliru.

Faktanya, BLT tidak dihapus, melainkan diubah skemanya menjadi elektronik sebagai upaya menghindari penyelewengan.

Judul artikel yang digunakan oleh Batasindo[dot]com tersebut tidak mencerminkan isi artikel secara keseluruhan sehingga berpotensi menyesatkan pembaca.

Dilansir dari Tempo.co, artikel tersebut tidak berisi informasi bahwa Risma akan menghapus semua BLT, melainkan informasi bahwa Risma akan mengganti skema bansos yang disalurkan secara tunai menjadi secara elektronik.

Penjelasan terkait ini terdapat pada paragraf kedua yang berbunyi: “Namun menurut Mensos Tri Rismaharini atau Risma akan digantikan secara elektronik, sebagai upaya menghindari penyelewengan.”

Menurut berita itu, pernyataan Risma disampaikan setelah melakukan serah terima jabatan dari Plt Mensos Muhadjir Effendy di Jakarta pada 23 Desember 2020.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Permen Yupi Terbuat Dari Kulit Babi

Tempo kemudian mencocokkan isi artikel itu dengan pemberitaan di media lain terkait informasi tersebut yang dimuat pada tanggal yang sama.

Dikutip dari CNN Indonesia, Mensos Risma mengatakan akan memberikan bansos secara elektronik (cashless) pada 2021 demi efektifitas. Risma juga berjanji bakal lekas memperbaiki data penerima bansos agar bisa segera diterima oleh semua pihak yang membutuhkan di tengah pandemi COVID-19.

“Kami akan lakukan semua transaksi secara elektronik. Dan juga ada masukan dari daerah, kami gunakan dengan elektronik yang cepat sehingga perbaikan data bisa segera kami dilakukan. Dengan demikian, efektivitas bisa tercapai,” kata Risma seperti dikutip oleh CNN Indonesia dari video konferensi pers di YouTube Sekretariat Presiden pada 23 Desember 2020.

Video konferensi pers yang berisi penjelasan dari Risma itu bisa disaksikan di tautan ini. Video tersebut juga berisi keterangan pers dari para menteri baru Kabinet Indonesia Maju yang dilantik bersama Risma.

Pernyataan Risma terdapat pada menit 3:36. Dia menyatakan akan bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dalam hal data kependudukan untuk pembaruan data penerima bantuan. Selain itu, dia juga menegaskan bahwa seluruh proses akan dijamin transparansinya.

“Kami juga akan gunakan elektronik, semua secara elektronik. Masukan-masukan dari daerah, akan gunakan elektronik yang cepat sehingga perbaikan-perbaikan data bisa kami lakukan. Dengan demikian, efektivitas akan tercapai,” ujar Risma.

KESIMPULAN:

BLT tidak dihapus, melainkan diubah skemanya menjadi elektronik sebagai upaya menghindari penyelewengan. Judul artikel yang digunakan oleh Batasindo[dot]com tersebut tidak mencerminkan isi artikel secara keseluruhan sehingga berpotensi menyesatkan pembaca. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Omicron Berarti Akhir Zaman

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[Hoaks atau Fakta]: Jokowi Deklarasi Dukungan Capres Bagi Ganjar Pranowo
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Jokowi Deklarasi Dukungan Capres Bagi Ganjar Pranowo

Isi video pembacaan sejumlah pemberitaan deklarasi Sahabat Ganjar yang mengklaim diri mereka sebagai relawan Ganjar Pranowo untuk maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

KPK Beri Tanggapan Atas Pengurangan 4 Tahun Hukuman Edhy Prabowo
Indonesia
KPK Beri Tanggapan Atas Pengurangan 4 Tahun Hukuman Edhy Prabowo

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan bahwa lembaganya menghormati setiap putusan peradilan, termasuk terhadap Edhy Prabowo.

Faisal Basri: Tidak Pantas Kimia Farma Jual Vaksin COVID-19 Mandiri
Indonesia
Faisal Basri: Tidak Pantas Kimia Farma Jual Vaksin COVID-19 Mandiri

Ekonom senior Faisal Basri mengkritik keras tindakan tersebut. Menurutnya, jumlah vaksin yang masih terbatas di dalam negeri. Bahkan, ia menyebutnya sebagai tindakan tak pantas.

Akibat PPKM Darurat, Pedagang Hewan Kurban di Surabaya Pilih Turunkan Harga
Indonesia
Akibat PPKM Darurat, Pedagang Hewan Kurban di Surabaya Pilih Turunkan Harga

"Tahun lalu penjualan kami turun. Nah, tahun ini pasti turunnya lebih banyak lagi. Soalnya, bareng sama yang namanya pembatasan darurat," kata Harianto

Angka Pasien Sembuh COVID-19 di Indonesia Nyaris 4 Juta
Indonesia
Angka Pasien Sembuh COVID-19 di Indonesia Nyaris 4 Juta

Tanpa ada perubahan perilaku terkait pentingnya protokol kesehatan, peralihan tersebut tak bisa terjadi

Tunjungan Plaza Surabaya Terbakar
Indonesia
Tunjungan Plaza Surabaya Terbakar

Mal Tunjungan Plaza, terbakar pada Rabu (13/4) sore, tepatnya sesaat sebelum berbuka puasa.

Wagub DKI Minta Pemerintah Pusat Berikan Rasa Aman Ketersedian Minyak Goreng
Indonesia
Wagub DKI Minta Pemerintah Pusat Berikan Rasa Aman Ketersedian Minyak Goreng

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan bahwa dirinya tidak akan menyerah oleh mafia pangan untuk memperjuangkan ketersediaan minyak goreng dengan harga yang murah.

Ketua PBNU Minta Israel Hentikan Agresi Militer ke Palestina
Indonesia
Ketua PBNU Minta Israel Hentikan Agresi Militer ke Palestina

Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj meminta Israel untuk menghentikan agresi militer ke jalur Gaza, Palestina.

[HOAKS atau FAKTA]: COVID-19 Hanya Flu Musiman
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: COVID-19 Hanya Flu Musiman

Postingan yang diunggah Astrid Yessi Rina Kruytzer tersebut juga menambahkan cara pencegahan corona dari Jerman dengan berkumur garam.

Jadi Kepala BNPB, Suharyanto Punya Harta Rp 4,5 Miliar
Indonesia
Jadi Kepala BNPB, Suharyanto Punya Harta Rp 4,5 Miliar

Kepala BNPB Suharyanto melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 18 Februari 2021.